SUMBAWAPOST.com, Bima – Jembatan Ujung Kalate yang menjadi akses vital penghubung Kecamatan Ambalawi dan Kelurahan Kolo, Kota Bima, mengalami kerusakan parah setelah diterjang banjir bandang beberapa waktu lalu. Kejadian ini membuat akses masyarakat terganggu, memicu perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Bima.
Menindaklanjuti kondisi darurat tersebut, Bupati Bima Ady Mahyudi bersama Wakil Bupati dr. H. Irfan Zubaidy turun langsung ke lokasi untuk memastikan langkah-langkah perbaikan segera dilakukan. Mereka didampingi oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Anggota DPRD Kabupaten Bima Rafidin, S.Sos, Kepala Pelaksana BPBD Drs. Isyrah, Kadis PUPR Suwandi ST., MT., serta pejabat lainnya.
Komitmen Perbaikan Cepat
Bupati Ady Mahyudi menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan tinggal diam melihat kondisi ini. Ia segera menginstruksikan Dinas PUPR untuk mengerahkan alat berat guna mempercepat proses rekonstruksi. “Jembatan ini memiliki peran strategis, sehingga harus segera ditangani dengan skema tanggap darurat,” ujarnya di lokasi peninjauan.
Sementara itu, Kadis PUPR Suwandi ST., MT. mengungkapkan bahwa langkah awal yang akan dilakukan adalah pembangunan jembatan darurat, pemasangan bronjong di sisi kiri dan kanan abutmen (struktur penyangga jembatan), serta penimbunan kembali area yang runtuh akibat terjangan air bah.
Akses Terhambat, Warga Harapkan Solusi Cepat
Kerusakan jembatan sepanjang 40 meter dengan lebar 6 meter ini menyebabkan gangguan aktivitas masyarakat, terutama dalam mobilitas barang dan orang. Warga setempat berharap proses perbaikan berjalan cepat agar akses kembali normal.
Pemerintah Kabupaten Bima berjanji akan mengawal proses perbaikan ini dengan serius agar masyarakat tidak terdampak lebih lama. Semua pihak diharapkan bersinergi untuk memastikan rekonstruksi berjalan lancar dan selesai dalam waktu sesingkat mungkin.










