Pemprov NTB Gaspol Wajib Tanam Bawang Putih 2026, Penanaman Perdana Digelar di Sembalun

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 3 Februari 2026 - 17:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelaksana Tugas Kepala Bidang Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTB H.Rifai bersama perwakilan Kementerian Pertanian RI, importir, dan kelompok tani melakukan penanaman perdana bawang putih dalam rangka Program Wajib Tanam Bawang Putih (RIPH) 2026 di Desa Sembalun, Lombok Timur, Selasa (3/2/2026).

Pelaksana Tugas Kepala Bidang Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTB H.Rifai bersama perwakilan Kementerian Pertanian RI, importir, dan kelompok tani melakukan penanaman perdana bawang putih dalam rangka Program Wajib Tanam Bawang Putih (RIPH) 2026 di Desa Sembalun, Lombok Timur, Selasa (3/2/2026).

SUMBAWAPOST.com| Lombok Timur-Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat ( Pemprov NTB) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan komoditas strategis hortikultura, khususnya bawang putih.

Komitmen tersebut ditandai dengan kehadiran Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bidang Perkebunan, Hortikultura, Prasarana dan Sarana Pertanian Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTB Ahmad Rifa’i, SP., M.Si Rifai yang mewakili Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTB dalam kegiatan Penanaman Perdana dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Wajib Tanam Bawang Putih di Desa Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Selasa (3/2/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) Wajib Tanam Importir Bawang Putih Tahun 2026.

Program tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia petani sekaligus mendukung keberhasilan budidaya bawang putih di wilayah sentra produksi.

Rangkaian acara diawali dengan bimbingan teknis kepada petani pelaksana kerja sama operasional (KSO). Materi yang diberikan difokuskan pada penerapan teknologi budidaya, pengelolaan lahan, serta strategi peningkatan produktivitas. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman perdana bawang putih secara simbolis bersama kelompok tani setempat.

Baca Juga :  Sekda NTB Hadiri Devile Kontingen Dalam rangka HUT ke-53 Korpri dan HUT ke-66 Provinsi NTB

Plt. Kepala Bidang Ahmad Rifa’i, SP., M.Si menegaskan dukungan penuh Pemerintah Provinsi NTB terhadap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, importir, dan petani dalam menyukseskan program wajib tanam bawang putih.

“Pemerintah Provinsi NTB mendukung penuh sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, importir, dan petani dalam mewujudkan keberlanjutan program wajib tanam bawang putih. Kolaborasi yang kuat menjadi kunci utama dalam mendorong peningkatan produksi dan kemandirian bawang putih nasional,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya penerapan teknologi budidaya yang tepat, serta sistem monitoring, evaluasi, dan pelaporan yang terintegrasi agar target wajib tanam tahun 2026 dapat tercapai secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi petani.

Baca Juga :  Selamat, Bank NTB Syariah Kembali Raih Penghargaan Infobank 13th Sharia Award 2024

“Penerapan teknologi budidaya yang tepat, serta monitoring, evaluasi, dan pelaporan yang terintegrasi sangat penting agar target wajib tanam 2026 dapat tercapai optimal dan memberi manfaat nyata bagi petani,” tegasnya.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian RI, Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur, para petani bawang putih di kawasan Sembalun, serta perwakilan pelaku usaha importir, yakni PT Gunung Putri Agro, PT Jatayu Mulya Sakti, dan PT Tunggal Podo Pakerti.

Melalui kegiatan ini, Pemprov NTB berharap program wajib tanam bawang putih tidak hanya berjalan sesuai target, tetapi juga memperkuat posisi NTB sebagai salah satu sentra produksi bawang putih nasional.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

DPR RI Turun ke NTB, Penegakan Hukum Disorot di Tengah Sidang Kasus Dana Siluman DPRD
NTB Jadi Kiblat Baru Ekonomi Syariah Nasional, BPRS Tampil Perkasa di Tengah Krisis
Darurat! Ribuan Siswa di Lombok Utara ‘Dikepung’ Iklan Rokok Murah, Riset IYCTC Bongkar Fakta Mencengangkan
DPW PBB NTB Bantah Pembekuan, Sebut SK Cacat Hukum, Kepengurusan Nadirah Tetap Jalan
Sidang Gratifikasi DPRD NTB Disorot, TGH Najamudin Minta Gubernur dan Eks Sekda Dihadirkan sebagai Saksi 
Soal Dana Siluman DPRD NTB, TGH Najamudin Sebut Sumber Gratifikasi Justru dari Kebijakan Gubernur NTB
Sidang Dana ‘Siluman’ DPRD NTB Dinilai Melenceng, TGH Najamudin: Kasus Sudah Lari dari Substansi
Cekcok Soal Uang, Anak Perempuan Diduga Aniaya Ayahnya Hingga Tewas di Lombok Barat
Berita ini 56 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 20:56 WIB

DPR RI Turun ke NTB, Penegakan Hukum Disorot di Tengah Sidang Kasus Dana Siluman DPRD

Selasa, 21 April 2026 - 18:53 WIB

NTB Jadi Kiblat Baru Ekonomi Syariah Nasional, BPRS Tampil Perkasa di Tengah Krisis

Selasa, 21 April 2026 - 17:07 WIB

Darurat! Ribuan Siswa di Lombok Utara ‘Dikepung’ Iklan Rokok Murah, Riset IYCTC Bongkar Fakta Mencengangkan

Selasa, 21 April 2026 - 15:33 WIB

DPW PBB NTB Bantah Pembekuan, Sebut SK Cacat Hukum, Kepengurusan Nadirah Tetap Jalan

Selasa, 21 April 2026 - 13:28 WIB

Sidang Gratifikasi DPRD NTB Disorot, TGH Najamudin Minta Gubernur dan Eks Sekda Dihadirkan sebagai Saksi 

Berita Terbaru