Imbas Santriwati Al-Aziziyah Tewas, Pj Gubernur NTB Hassanudin Bentuk Satgas Di Ponpes

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 4 Juli 2024 - 03:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPost, Mataram – Imbas tewasnya Nurul Izzati (14), santriwati di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Aziziyah, Lombok Barat, Penjabat (Pj) Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Hassanudin melihat adanya urgensi untuk membentuk Satuan Tugas (Satgas) Perlindungan Kekerasan Anak, khususnya di pondok pesantren (Ponpes).

Santriwati di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Aziziyah tersebut meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soedjono Selong, Sabtu 29 Juni 2024, diduga akibat dipukul pakai balok dan sajadah oleh temannya.

Menurutnya Penjabat (Pj) Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Hassanudin, kasus itu menjadi contoh Satgas Perlindungan Kekerasan Anak sangat diperlukan.

“Bentuk satgas perlindungan kekerasan anak, saya yakin walaupun tidak ada kasus ini, cepat atau lambat itu merupakan kebutuhan. Dengan adanya kasus ini, tentunya akan mendorong kami melakukan hal demikian. Kami lindungi semua,” kata Hassanudin di Pendopo Gubernur NTB “, ucapnya Selasa, 2 Juni 2024.

Baca Juga :  Ratusan Personel Polda NTB Amankan Seri 12 MXGP Hari ini

Kami menghormati sejumlah langkah yang telah diambil Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat bersama aparat kepolisian. la meminta agar data dan fakta kematian santriwati tersebut tak ditutup-tutupi sesuai dengan mekanisme hukum yang berlaku.

“Tadi Pak Pj Bupati Lombok Barat sudah ceritakan kronologinya, langkah yang diambil saya kira sudah tepat. Karena diserahkan kepada aparat penegak hukum, data dan fakta nggak ada yang ditutup, semua akses dibuka, sesuai jalur hukum akan diproses,” pungkasnya.

Polres Mataram Naikan Status Kasus Meninggalnya Santriwati Pondok Pesantren Al – Aziziyah Gunungsari Kabupaten Lombok Barat ke tahap Penyidikan.

Kasat Reskrim Polresta Mataram, Kompol I Made Yogi Porusa Utama menyampaikan, dalam laporan pengaduan tersebut dijelaskan bahwa korban diduga dianiaya saat berada di dalam Pondok Pesantren Al – Aziziyah Gunungsari Kabupaten Lombok Barat.

Baca Juga :  Dewan NTB Acip Kritisi Soal Alokasi Anggaran Pengendalian Inflasi

“Tidak diketahui secara jelas siapa pelakunya, karena korban hingga masuk RS sampai Menghembus nafas terakhir belum sempat memberikan keterangan berhubung kondisi kesehatan yang kritis,”ungkapnya.

Kini kasus tersebut dinaikkan ke proses penyidikan, setelah menerima hasil visum et repertum (VeR) korban NI. Atas hasil VeR itu kini menjadi dasar pihak kepolisian melakukan penyidikan.

“Jadi, para pihak yang sebelumnya kami undang untuk berikan keterangan kami panggil lagi sebagai saksi untuk jalani pemeriksaan, hari ini kami layangkan panggilan,” kata Yogi.

Para pihak tersebut, Yogi berujar, tidak hanya dari orang tua korban. Pemeriksaan juga mengarah ke beberapa pihak di Ponpes Al-Aziziyah.

“Tenaga medis yang pernah menangani perawatan korban, dari poliklinik, puskesmas sampai RSUD Soedjono Selong juga kami agendakan,” ujar Yogi.

 

Berita Terkait

APBD-P NTB 2026 Disetujui: Belanja Rp6,05 Triliun, Defisit Rp369 Miliar, SiLPA Rp431 Miliar
Daftar Kabupaten-Kota Berprestasi di NTB Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp17 Miliar
Kota Bima dan Mataram Borong Penghargaan Kemendagri, Insentif Capai Rp10,5 Miliar
Lombok Timur Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp1 Miliar
Sumbawa Barat Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Dapat Insentif Rp2,5 Miliar
Lombok Utara Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp3 Miliar
APBD-P NTB 2026 Disepakati, Puluhan Ribu KK hingga Air Bersih dan MotoGP Mandalika Jadi Fokus
Kota Bima Borong 2 Penghargaan Terbaik I, Dapat Insentif Rp4 Miliar dari Kemendagri
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 09:37 WIB

APBD-P NTB 2026 Disetujui: Belanja Rp6,05 Triliun, Defisit Rp369 Miliar, SiLPA Rp431 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:57 WIB

Daftar Kabupaten-Kota Berprestasi di NTB Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp17 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:36 WIB

Kota Bima dan Mataram Borong Penghargaan Kemendagri, Insentif Capai Rp10,5 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:16 WIB

Lombok Timur Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp1 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:07 WIB

Sumbawa Barat Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Dapat Insentif Rp2,5 Miliar

Berita Terbaru