Potensi kelautan NTB ibarat Harta Karun yang lama Tertidur, dan kini mulai dibangunkan lewat peta Hilirisasi yang tengah digenjot Pemerintah Daerah (Pemda).
SUMBAWAPOST.com| Mataram– Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Bapak Muslim, ST., M.Si., tampil dalam Podcast Tribun Lombok bertema ‘Potensi Kelautan dan Peta Hilirisasi Perikanan NTB’di Studio TribunLombok. Dalam kesempatan itu, ia membeberkan besarnya potensi maritim NTB, mulai dari perikanan tangkap hingga budidaya yang menyimpan peluang ekonomi raksasa namun belum tergarap maksimal.
Muslim menegaskan bahwa NTB memiliki kekuatan komoditas unggulan seperti tuna, cakalang, udang vaname, dan rumput laut. Bahkan, NTB telah lama dikenal sebagai salah satu produsen utama udang vaname dan rumput laut di Indonesia. Karena itu, Dislutkan terus mendorong peningkatan produksi berkelanjutan melalui teknologi ramah lingkungan serta penguatan rantai pasok, agar rumput laut tidak berhenti di level bahan mentah saja.
Beragam program inovatif juga terus digulirkan untuk mengangkat kesejahteraan nelayan. Mulai dari pelatihan, bantuan alat tangkap, hingga jaminan pasokan BBM bersubsidi yang terukur. “Tujuannya jelas, nelayan harus merasakan langsung manfaat pembangunan sektor kelautan,” ungkap Muslim.
Pada sisi hilirisasi, Pemprov NTB menetapkan lima komoditas strategis yakni tuna, cakalang, rumput laut, udang vaname, dan garam. Untuk mempercepat industrialisasi, pemerintah menyiapkan insentif investasi dan membangun infrastruktur vital seperti cold storage dan pabrik pengolahan. Meski tantangan bahan baku dan teknologi masih ada, Dislutkan memastikan sinergi antarwilayah dan pelaku usaha terus diperkuat.
Muslim juga menyoroti pentingnya kerja sama regional Bali-NTB-NTT dalam memperkuat rantai pasok dan hilirisasi produk laut di kawasan Sunda Kecil. Upaya hilirisasi ini diyakini akan membuka lebih banyak lapangan kerja dan meningkatkan PAD dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Di sisi lain, program nasional Kampung Nelayan Merah Putih juga sedang disiapkan untuk direalisasikan di sejumlah kabupaten pesisir NTB sebagai langkah konkret meningkatkan kesejahteraan nelayan.









