Gubernur NTB Iqbal Bongkar Rahasia Kekuasaan: Tanpa Kritik, Potensi Korupsi Tak Terbendung

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 10 September 2025 - 05:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram –Suasana hangat namun penuh dinamika terasa dalam kegiatan Mimbar Rakyat yang digelar Cipayung Plus NTB pada Selasa (9/9) ditempat Kopi Tuwa Kawa sore di kota Mataram. Forum bertema ‘Suara Rakyat, dari Jalan ke Kebijakan, Apakah Didengar?’ itu menjadi ajang terbuka bagi organisasi-organisasi mahasiswa untuk menyuarakan aspirasi dan mengkritisi kebijakan pemerintah provinsi.

Sejumlah isu strategis diangkat oleh mahasiswa, mulai dari peninjauan ulang perda terkait kendaraan dinas dan tunjangan DPRD, percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem, pengembangan ekonomi non-tambang, hingga penerapan meritokrasi yang lebih konsisten.

Menanggapi berbagai masukan itu, Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan keterbukaannya terhadap kritik dan dialog konstruktif. Menurutnya, kritik adalah kontrol yang menjadi bagian penting dalam menjaga arah kebijakan pemerintah agar tidak menyimpang.

“Saya juga sebetulnya seneng kalau teman-teman menyampaikan aspirasi seperti ini. Dan secara terpisah sebenarnya di Cipayung Plus ini sudah beberapa kali bertemu dengan saya baik sebagai individu ataupun sebagai organisasi dan saya terbuka. Saya tidak anti kritik. Saya senang mendapatkan kritik, sebagai mantan aktivis seperti kalian juga,” tegas Iqbal.

Baca Juga :  TPA Kebon Kongok Berpotensi Hasilkan Energi dari Sampah, DLHK NTB Siapkan Pemanfaatan Gas Metana

Gubernur Iqbal juga memastikan bahwa aspirasi mahasiswa yang disampaikan melalui aksi 1 September lalu sudah diteruskan kepada Menteri Dalam Negeri tanpa ada perubahan. Ia menilai forum seperti Mimbar Rakyat adalah ruang positif untuk menyampaikan pandangan dengan lebih terstruktur dan elegan.

Lebih jauh, Iqbal mengingatkan soal pentingnya fungsi kontrol publik terhadap kekuasaan. Menurutnya, tanpa pengawasan, kekuasaan cenderung melahirkan penyalahgunaan wewenang.

“Kekuasaan itu cenderung korupsi. Apalagi kalau tidak dijaga, apalagi kalau tidak dikritik. Kalau dia merasa diperhatikan, diawasi saja, itu akan mengurangi tendensi untuk korupsi. Insyaallah kita akan lakukan pertemuan, mungkin rutin, mungkin tidak, tetapi pasti akan ada pertemuan berikutnya teman-teman Cipayung Plus dengan saya. Silakan dijadwalkan nanti,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Iqbal juga menyinggung perkembangan demokrasi Indonesia dan membandingkannya dengan negara lain. Salah satunya, ia menyoroti peran perempuan dalam politik yang menurutnya lebih maju dibandingkan Amerika Serikat.

Baca Juga :  Pemprov NTB Gaspol Wajib Tanam Bawang Putih 2026, Penanaman Perdana Digelar di Sembalun

“Bahwa Indonesia ini punya kekurangan, betul. Banyak sekali kekurangannya. Tapi kita ini bangsa yang masih belajar. Usia kita ini belum 100 tahun, baru 80 tahun kita ini menikmati kemerdekaan setelah dijajah 3,5 abad,” pungkasnya.

Dengan sikap terbuka terhadap kritik dan dialog publik, Gubernur Iqbal memberi sinyal bahwa NTB siap melangkah ke arah pemerintahan yang lebih transparan dan akuntabel, di mana suara rakyat menjadi bagian penting dalam menentukan kebijakan.

 

Berita Terkait

Program Kampung Nelayan Merah Putih NTB Dikebut, SPBN Jadi Kebutuhan Mendesak Nelayan
Investasi Rp1,6 Triliun Masuk NTB, Gubernur Miq Iqbal Fokus Bangun Wisata Lombok Selatan
Investasi NTB Tembus Rp33,73 Triliun di Semester I 2026, UMKM Jadi Motor Utama Pertumbuhan
Wagub Umi Dinda Pimpin Puluhan Ribu Warga, Lautan Merah Putih Jadi Simbol Persatuan NTB Sambut HUT RI Ke-81
DPMPTSP NTB Ungkap Dugaan Investasi Fiktif dan Penguasaan Lahan di Gili Air, Desak APH Bertindak
DPRD NTB PDIP Tantang Demokrat, Audit Dana BTT Rp484 Miliar Tak Perlu Ditolak Jika Tak Ada Masalah
Empat Rapergub NTB Dibedah Kementerian Hukum, Apa Saja? Ini Daftarnya
KSB Siapkan Pilkades Digital, Bupati Amar Uji E-Voting BRIN
Berita ini 51 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 17:07 WIB

Program Kampung Nelayan Merah Putih NTB Dikebut, SPBN Jadi Kebutuhan Mendesak Nelayan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:53 WIB

Investasi Rp1,6 Triliun Masuk NTB, Gubernur Miq Iqbal Fokus Bangun Wisata Lombok Selatan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 10:53 WIB

Investasi NTB Tembus Rp33,73 Triliun di Semester I 2026, UMKM Jadi Motor Utama Pertumbuhan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 09:26 WIB

Wagub Umi Dinda Pimpin Puluhan Ribu Warga, Lautan Merah Putih Jadi Simbol Persatuan NTB Sambut HUT RI Ke-81

Jumat, 7 Agustus 2026 - 08:12 WIB

DPMPTSP NTB Ungkap Dugaan Investasi Fiktif dan Penguasaan Lahan di Gili Air, Desak APH Bertindak

Berita Terbaru