Gubernur Iqbal Minta Pengelolaan TNGR Libatkan Daerah, Rinjani Bukan Bukit Teletubbies

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 24 Februari 2026 - 16:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menerima audiensi Kepala Balai TNGR dan jajaran di ruang kerja Gubernur, membahas kolaborasi pengelolaan Gunung Rinjani.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menerima audiensi Kepala Balai TNGR dan jajaran di ruang kerja Gubernur, membahas kolaborasi pengelolaan Gunung Rinjani.

Mataram| SUMBAWAPOST.com-Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi NTB agar pengelolaan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) dilakukan secara lebih inklusif dengan melibatkan pemerintah daerah dan masyarakat sekitar.

Penegasan itu disampaikan Gubernur saat menerima audiensi Kepala Balai TNGR, Budhy Kurniawan, bersama General Manager Geopark Rinjani, Qwadru P Wicaksono, serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan di ruang kerjanya, Senin (23/02/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Pemprov NTB menyatakan kesiapan untuk bekerja sama dan mendukung penuh berbagai program Balai TNGR. “Akhirnya, apapun yang terjadi dalam pengelolaan Gunung Rinjani, kami (pemerintah provinsi) orang pertama yang menghadapi situasi itu sehingga kami merasa TNGR tidak akan mampu menghadapi sendiri semua masalah,” tegas Gubernur.

Gubernur menjelaskan, selama ini pengelolaan TNGR dinilai belum maksimal dalam berkoordinasi dengan Pemprov maupun pemerintah kabupaten seperti Lombok Utara, Lombok Timur, dan Lombok Tengah, termasuk masyarakat sekitar kawasan.
Menurutnya, pola kerja sama pengelolaan bersama harus dirumuskan dengan mencari praktik terbaik (best practice) yang sesuai dengan karakteristik lokal NTB.

Baca Juga :  Komitmen Salurkan Jamsostek ke Masyarakat, NTB Raih Paritrana Award 2024

Ia mencontohkan saat terjadi kecelakaan wisatawan beberapa waktu lalu. Inisiatif vertical rescue yang digagas mandiri oleh Pemprov NTB bersama sejumlah pemangku kepentingan menjadi bukti pentingnya kolaborasi antara TNGR, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga keamanan pendakian.

Selain aspek keselamatan, kerja sama juga dibutuhkan dalam konservasi lingkungan, penanganan sampah, penguatan potensi desa penyangga, infrastruktur pendukung, hingga optimalisasi wisata pendakian sebagai sumber pendapatan daerah.

Dalam arahannya, Gubernur juga mendorong peningkatan kualitas tata kelola wisata pendakian di Gunung Rinjani. “Saya mendorong kalau perlu tiket pendakian dibuat mahal dan bersertifikat serta berasuransi sebagai pendakian eksklusif khusus bagi pendaki mancanegara bukan mass tourism asalkan manfaat ekonominya untuk pengembangan masyarakat sekitar melalui badan layanan usaha daerah,” sebut Gubernur.

Menurutnya, pendekatan tersebut dapat meningkatkan standar keselamatan sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat sekitar kawasan.

Baca Juga :  NTB Launching Perda RTRW dan MoU Antar Kelembagaan, Termasuk Tiga Kampus ini

Menutup arahannya, Gubernur mengingatkan bahwa Gunung Rinjani merupakan simbol kehidupan masyarakat NTB. Ia berharap inovasi dalam tata kelola lingkungan dan pariwisata segera diwujudkan dan dikomunikasikan secara luas.

“Perlu dilakukan konferensi pers dengan media media termasuk internasional untuk memberikan informasi perubahan perubahan yang sudah kita lakukan. Termasuk kesalahan terbesar kita kemarin karena promosinya trekking bukan mountaineering sehingga orang menganggap Rinjani seperti bukit Teletubbies”, tambahnya.

Sejalan dengan arahan tersebut, pihak TNGR memaparkan sejumlah program pemberdayaan dan konservasi yang akan dijalankan tahun ini. Program tersebut meliputi penguatan potensi desa penyangga, sistem pengelolaan sampah, peningkatan fasilitas keamanan, hingga pengembangan merchandise dan suvenir khas wisata serta geopark.

“Rencana pembukaan pendakian 28 Maret mendatang”, ujar Budhy.

Langkah ini diharapkan menjadi momentum pembenahan tata kelola kawasan Gunung Rinjani agar lebih inklusif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat NTB.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Gubernur NTB Tegaskan Birokrasi Jangan Bergantung pada Pemimpin, Politisi Datang dan Pergi
UNRAM Siap Dukung Transformasi Sumbawa, Bupati Jarot Buka Suara
Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK, 19 Orang dan Uang Ratusan Juta Diamankan, Diduga Terkait Proyek Pemkab
Ketua PERKEMI NTB Syamsuriansyah Siapkan Beasiswa Kuliah Gratis untuk Juara Shorinji Kempo Porprov NTB 2026
Shorinji Kempo Porprov NTB 2026 Resmi Bergulir, 101 Atlet dari Delapan Daerah Siap Berebut Medali
Nobar Final Piala Dunia Satukan Ribuan Warga, Pemprov NTB Apresiasi Antusiasme Masyarakat
IPM NTB 2025 Naik Signifikan, Kolaborasi Menjadi Kunci Akselerasi
Pemprov NTB Perketat Pengawasan Program MBG, SPPG Tak Patuh Terancam Dievaluasi hingga Dihentikan
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 20:55 WIB

Gubernur NTB Tegaskan Birokrasi Jangan Bergantung pada Pemimpin, Politisi Datang dan Pergi

Senin, 20 Juli 2026 - 18:23 WIB

UNRAM Siap Dukung Transformasi Sumbawa, Bupati Jarot Buka Suara

Senin, 20 Juli 2026 - 16:47 WIB

Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK, 19 Orang dan Uang Ratusan Juta Diamankan, Diduga Terkait Proyek Pemkab

Senin, 20 Juli 2026 - 14:23 WIB

Ketua PERKEMI NTB Syamsuriansyah Siapkan Beasiswa Kuliah Gratis untuk Juara Shorinji Kempo Porprov NTB 2026

Senin, 20 Juli 2026 - 13:55 WIB

Shorinji Kempo Porprov NTB 2026 Resmi Bergulir, 101 Atlet dari Delapan Daerah Siap Berebut Medali

Berita Terbaru

Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P. menerima kunjungan silaturahmi Rektor Universitas Mataram (UNRAM) Prof. Dr. Sukardi, M.Pd. bersama jajaran di Kantor Bupati Sumbawa untuk memperkuat kolaborasi pembangunan daerah melalui riset, hilirisasi, inovasi, dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM)

Pemerintahan

UNRAM Siap Dukung Transformasi Sumbawa, Bupati Jarot Buka Suara

Senin, 20 Jul 2026 - 18:23 WIB