Ekspor Kemiri Lombok Tembus Jepang dan Arab Saudi, Kapasitas Produksi hingga Sertifikasi Jadi Tantangan

Avatar

- Jurnalis

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 12:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivitas Pengolahan Kemiri di PT Muznah Kemiri Lombok, Desa Aik Bukak, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, yang Menghadapi Tantangan Kapasitas Produksi dan Pemenuhan Sertifikasi untuk Memperluas Pasar Ekspor.

Aktivitas Pengolahan Kemiri di PT Muznah Kemiri Lombok, Desa Aik Bukak, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, yang Menghadapi Tantangan Kapasitas Produksi dan Pemenuhan Sertifikasi untuk Memperluas Pasar Ekspor.

SUMBAWAPOST.com |™ Lombok Tengah- Keberhasilan PT Muznah Kemiri Lombok membawa Kemiri asal Desa Aik Bukak, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, ke Pasar Jepang dan Arab Saudi tidak membuat Pelaku Usaha berhenti berbenah.

Di balik peluang Pasar Internasional yang semakin terbuka, UMKM tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari keterbatasan Kapasitas Produksi, Pemenuhan Sertifikasi Internasional, hingga meningkatnya Biaya Logistik dan Bahan Kemasan.

Pemilik PT Muznah Kemiri Lombok, Mujnah, mengungkapkan bahwa permintaan terhadap Produk Kemirinya sebenarnya datang dari berbagai Negara. Selain Jepang dan Arab Saudi, peluang pasar juga terbuka dari Thailand, Malaysia, Tiongkok, sejumlah negara Eropa hingga Amerika Serikat.

Namun, seluruh permintaan tersebut belum dapat dipenuhi karena kemampuan Produksi Perusahaan masih terbatas.

“Beberapa Negara tertentu punya Regulasi dan Sertifikasi yang belum bisa kami penuhi. Kami sebagai warga Negara yang baik harus bertanggung jawab untuk tidak merusak Reputasi Indonesia di luar Negeri. Kami sangat butuh dibantu dan Diintervensi oleh Lembaga-lembaga yang bisa mengarahkan kami,” terang Mujnah, dalam keterangan yang diterima media ini. Sabtu (8/8/2026).

Besarnya permintaan Pasar Internasional menjadi peluang sekaligus tantangan bagi PT Muznah Kemiri Lombok.

Perusahaan belum dapat menerima seluruh Permintaan dari luar Negeri karena kapasitas Produksi yang masih terbatas.

Baca Juga :  Bali-NTB-NTT Resmi ‘Kawin’ Ekonomi, Siap Dongkrak Indonesia Timur Jadi Poros Baru Pertumbuhan Nasional

Kondisi tersebut membuat peningkatan Kapasitas menjadi salah satu Kebutuhan penting agar Peluang Ekspor yang ada dapat dimanfaatkan secara Optimal.

Selain kapasitas Produksi, pemenuhan Standar dan Sertifikasi Internasional juga menjadi pekerjaan rumah. Sejumlah Negara memiliki Persyaratan khusus sebelum Produk dapat masuk ke Pasar mereka. Di antaranya adalah Sertifikasi HACCP dan Sertifikat Organik yang hingga kini masih menjadi salah satu kendala untuk memenuhi permintaan dari Pasar tertentu.

Tantangan lain datang dari meningkatnya Biaya Logistik Internasional akibat situasi Geopolitik Global. Kondisi tersebut turut berdampak terhadap Biaya Produksi, termasuk bahan baku kemasan Plastik yang mengalami kenaikan hingga sekitar 40 persen.

Situasi ini membuat Pelaku Usaha harus semakin cermat mengelola rantai Produksi agar tetap mampu mempertahankan daya saing Produk ketika berhadapan dengan Pasar Internasional.

Karena itu, diperlukan dukungan lintas Sektor agar Persoalan yang dihadapi Pelaku Usaha tidak berhenti pada kemampuan Produksi saja, tetapi juga mencakup Pembiayaan, Pengemasan, Sertifikasi, hingga akses Pasar.

Ketua TP PKK Provinsi NTB, Sinta M. Iqbal, menilai pengembangan usaha seperti PT Muznah Kemiri Lombok tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Menurutnya, Kolaborasi antara Pemerintah, Lembaga Pembiayaan, Dunia Usaha dan Pelaku Ekspor dibutuhkan untuk memastikan rantai Usaha dari hulu hingga hilir berjalan secara berkelanjutan.

Baca Juga :  Diduga Lecehkan Anak SD di Kota Bima, Pria 52 Tahun Dilaporkan ke Polisi, Ibu Korban Tolak Damai

“Kegiatan ini tidak bisa dilakukan sendiri, hulu ke hilir harus bekerja sama dan berkolaborasi. Kendala seperti yang disampaikan Bu Muznah tadi bisa dicarikan jalan keluarnya bersama dengan kepala dingin jika kita memiliki kemauan yang kuat,” tutup Sinta.

Pemerintah Provinsi NTB bersama Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) juga terus memberikan pendampingan kepada Pelaku Usaha. Salah satu upaya yang tengah dicari solusinya adalah kebutuhan fasilitas Pengemasan melalui pemanfaatan aset milik Pemprov NTB.

Langkah tersebut diharapkan dapat membantu menekan biaya Produksi sekaligus memperkuat Daya saing Produk Kemiri NTB di Pasar global.

Di tengah berbagai kendala tersebut, PT Muznah Kemiri Lombok terus melakukan inovasi. Perusahaan tidak hanya mengandalkan Produk Utama berupa kemiri, tetapi juga mengembangkan Produk turunannya.

Cangkang kemiri, misalnya, diolah menjadi Briket, sementara Kemiri juga dikembangkan menjadi Minyak Kemiri. Produk turunan tersebut diproyeksikan menjadi bagian dari upaya Perusahaan memperluas Pasar Ekspor, termasuk ke Turki dan Belanda.

Keberhasilan menembus Jepang dan Arab Saudi sekaligus menunjukkan besarnya potensi kemiri NTB di pasar internasional. Namun, agar peluang tersebut dapat berkembang lebih besar, penguatan kapasitas Produksi, pemenuhan Sertifikasi, dukungan fasilitas Pengemasan dan Efisiensi Biaya Logistik menjadi sejumlah tantangan yang perlu dijawab bersama.

 

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

PMI Asal Mataram NTB di Myanmar Berhasil Ditemukan, Kini Berada di Kantor Polisi Myawaddy
SMKN 1 Pujut Kekurangan 16 Ruang Kelas dan Guru, Komisi V DPRD NTB Soroti Kebutuhan Sekolah
PMI Asal NTB di Myanmar Berhasil Dilacak, Disnakertrans NTB Ungkap Lokasi dan Kondisinya
Disperindag NTB Bekali UMKM Desa Devisa dan Desa Ekspor Strategi Tembus Pasar Global
Riset RIKUB Kembangkan Teknologi Pengolahan Sampah dan Limbah untuk NTB, Ini Kampus yang Terlibat
Jelang Tuntutan, Kuasa Hukum Badai NTB Soroti Bukti Digital hingga Saksi yang Tak Ada di Dakwaan
Badai NTB di Perkara ITE, 4 Guru Besar hingga Mantan Gubernur NTB Pasang Badan
Rekam Jejak 21 Calon KPID NTB Ditunggu DPRD, Ruang Aduan Dibuka 14 Hari
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 20:50 WIB

PMI Asal Mataram NTB di Myanmar Berhasil Ditemukan, Kini Berada di Kantor Polisi Myawaddy

Jumat, 25 September 2026 - 19:28 WIB

SMKN 1 Pujut Kekurangan 16 Ruang Kelas dan Guru, Komisi V DPRD NTB Soroti Kebutuhan Sekolah

Jumat, 25 September 2026 - 17:08 WIB

PMI Asal NTB di Myanmar Berhasil Dilacak, Disnakertrans NTB Ungkap Lokasi dan Kondisinya

Jumat, 25 September 2026 - 15:14 WIB

Disperindag NTB Bekali UMKM Desa Devisa dan Desa Ekspor Strategi Tembus Pasar Global

Jumat, 25 September 2026 - 13:45 WIB

Riset RIKUB Kembangkan Teknologi Pengolahan Sampah dan Limbah untuk NTB, Ini Kampus yang Terlibat

Berita Terbaru