Ekonomi NTB Tumbuh 6,56 Persen di Triwulan II 2025, Industri Pengolahan Jadi Motor Utama

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 5 Agustus 2025 - 11:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Barat mengumumkan bahwa pertumbuhan ekonomi daerah ini pada Triwulan II tahun 2025 meningkat sebesar 6,56 persen dibanding Triwulan I (quarter to quarter/q-to-q).

Pertumbuhan ini didorong oleh sektor Industri Pengolahan yang mencatat kenaikan paling signifikan, yakni mencapai 37,69 persen, sementara dari sisi pengeluaran, lonjakan tertinggi terjadi pada Ekspor Barang dan Jasa sebesar 26,62 persen.

Data tersebut disampaikan oleh Kepala BPS NTB, Drs. Wahyudin, dalam acara rilis statistik resmi yang digelar di Aula Tambora, Kantor BPS NTB, Selasa (5/8/2025). Acara ini turut dihadiri oleh Asisten III Setda NTB, Hj. Eva Dewiyani.

Dalam penyampaiannya, Wahyudin menyebut bahwa nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku NTB pada Triwulan II-2025 tercatat sebesar Rp 47,46 triliun, dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 27,83 triliun.

Baca Juga :  Kearifan Lokal dan Pelestarian Budaya di Nusa Tenggara Barat: Antara Warisan Leluhur dan Tantangan Zaman

Meskipun mengalami pertumbuhan secara triwulanan, ekonomi NTB masih mengalami kontraksi sebesar -0,82 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/y-on-y).

Penyusutan ekonomi tahunan ini terutama disebabkan oleh penurunan kinerja sektor Pertambangan dan Penggalian, yang tercatat merosot hingga 29,93 persen, serta penurunan tajam pada komponen ekspor sebesar 40,02 persen.

Jika dilihat secara kumulatif dari Triwulan I hingga II tahun ini dibandingkan periode yang sama tahun lalu (cumulative-to-cumulative), ekonomi NTB terkontraksi 1,11 persen, dengan penyebab utama masih berasal dari sektor tambang yang menyusut 30,03 persen, dan penurunan ekspor yang mencapai 40,45 persen.

Wahyudin menjelaskan bahwa anjloknya kinerja sektor pertambangan disebabkan oleh turunnya volume produksi konsentrat tembaga PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PT AMNT) sebesar 57 persen dibandingkan Triwulan II tahun lalu. Penurunan ini terjadi karena dampak larangan ekspor mineral mentah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (UU Minerba).

Baca Juga :  NTB Pamit dari Klub Provinsi Termiskin! Sekda HL Gita: Alhamdulillah, Kita Nggak Masuk 10 Besar Lagi

Namun demikian, laju kontraksi ekonomi berhasil diredam oleh lonjakan signifikan sektor industri pengolahan, yang mengalami pertumbuhan 66,19 persen secara tahunan (y-on-y) pada Triwulan II 2025. Pertumbuhan ini didorong oleh mulai beroperasinya smelter milik PT Amman Mineral Industri (PT AMIN) yang berlokasi di Kabupaten Sumbawa Barat.

“Meski sektor tambang mengalami tekanan, pertumbuhan industri pengolahan berhasil menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi NTB,” tutup Wahyudin.

 

Berita Terkait

Gubernur NTB Jawab Kritik FITRA: Belanja Modal 3,4 Persen Akibat Pemotongan DAU, Target 20 Persen Dikejar di APBD-P
FITRA Bongkar APBD NTB 2026: Belanja Modal Hanya 3,4 Persen, Terendah Secara Nasional
Sekolah Swasta Tak Lagi Anak Tiri, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Siapkan 400 Sertifikasi SMK
Brang Ene Jadi Lokasi Program Wisata Kerakyatan dan Agribisnis Sapi, Pemkab Sumbawa Barat Siapkan 200 Ekor Sapi
Nekat Copet HP Demi Baju Lebaran Pacar, Remaja 16 Tahun Diamankan Warga di Lombok Timur
Pemudik Siap-Siap! Kapolda NTB Edy Murbowo Cek Langsung Kesiapan Pelabuhan Lembar Jelang Lebaran 2026
Permen Komdigi 9/2026 Batasi Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, DPRD NTB Nadirah Al-Habsyi Soroti Hak Anak dan Literasi Digital
Kapolda NTB Bukber Bareng BEM dan OKP, Ngobrol Santai Tapi Pesannya Tegas: Jaga NTB!
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 01:15 WIB

Gubernur NTB Jawab Kritik FITRA: Belanja Modal 3,4 Persen Akibat Pemotongan DAU, Target 20 Persen Dikejar di APBD-P

Senin, 9 Maret 2026 - 00:51 WIB

FITRA Bongkar APBD NTB 2026: Belanja Modal Hanya 3,4 Persen, Terendah Secara Nasional

Minggu, 8 Maret 2026 - 23:33 WIB

Sekolah Swasta Tak Lagi Anak Tiri, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Siapkan 400 Sertifikasi SMK

Minggu, 8 Maret 2026 - 13:48 WIB

Brang Ene Jadi Lokasi Program Wisata Kerakyatan dan Agribisnis Sapi, Pemkab Sumbawa Barat Siapkan 200 Ekor Sapi

Minggu, 8 Maret 2026 - 11:04 WIB

Nekat Copet HP Demi Baju Lebaran Pacar, Remaja 16 Tahun Diamankan Warga di Lombok Timur

Berita Terbaru