DPRD NTB Ungkap Dugaan SLB Fiktif di Bima, Mirip Kandang Kambing Tapi Terima Dana Ratusan Juta Tiap Tahun

Avatar

- Jurnalis

Senin, 24 Februari 2025 - 15:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Nusa Tenggara Barat (DPRD NTB), Muhammad Aminurlah, mengungkapkan temuan mengejutkan terkait dugaan Sekolah Luar Biasa (SLB) fiktif di Kabupaten Bima. SLB yang berinisial BB dan berlokasi di Kecamatan Ambalawi ini diduga tidak menjalankan aktivitas belajar mengajar, meskipun telah menerima dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Program Indonesia Pintar (PIP) setiap tahunnya.

“Bangunannya sangat tidak layak, berlantai tanah dan berdinding seng. Ada dua ruangan, tapi kondisinya mirip kandang kambing,” ungkap Maman, sapaan akrab Muhammad Aminurlah.

SLB ini telah berdiri sejak 2018, namun berdasarkan informasi yang diterima Maman, tidak ada kegiatan pembelajaran yang berlangsung di sana. Meski demikian, dana BOS dan PIP terus mengalir. Pada tahun 2024 saja, SLB ini tercatat menerima dana BOS sebesar Rp 229 juta.

Baca Juga :  Jelang Pencoblosan Pilkada 2024, KPU Kumpulkan PPK 117 Kecamatan se-NTB

Data dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menunjukkan bahwa SLB ini dipimpin oleh Kepala Sekolah AR, dengan jumlah siswa sebanyak 29 orang dan delapan guru. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa sekolah ini tidak memiliki aktivitas belajar mengajar yang nyata.

Berikut rincian dana yang diterima SLB ini setiap tahunnya:

Tahun 2020:

Tahap 1: Rp 36 juta
Tahap 2: Rp 48 juta
Tahap 3: Rp 36 juta

Tahun 2021:

Tahap 1: Rp 67,680 juta
Tahap 2: Rp 88,736 juta
Tahap 3: Rp 67,680 juta
Tahap 4: Rp 1,5 juta

Baca Juga :  Pj Gubernur Ingatkan Pimpinan DPRD NTB 2024-2029 Orientasi Pembangunan

Tahun 2022:

Tahap 1: Rp 67,680 juta
Tahap 2: Rp 90,240 juta
Tahap 3: Rp 67,680 juta

Tahun 2023:

Tahap 1: Rp 112,800 juta
Tahap 2: Rp 112,800 juta

Tahun 2024:

Tahap 1: Rp 114,600 juta
Tahap 2: Rp 114,600 juta

Maman menegaskan bahwa temuan ini harus menjadi perhatian serius pemerintah dan pihak terkait.

“Ini bentuk pemborosan anggaran negara. Dana yang seharusnya digunakan untuk pendidikan anak-anak berkebutuhan khusus justru mengalir ke tempat yang tidak jelas,” tegasnya.

Pihak DPRD NTB mendesak agar dilakukan investigasi mendalam terhadap kasus ini untuk mengungkap kebenaran dan memastikan akuntabilitas penggunaan dana pendidikan.

Berita Terkait

Bima-Dompu Bukan Anak Tiri, HMI Sentil Pemprov NTB, 574 Hari Pascabanjir Jalan Rusak Diabaikan
Menuju PON 2028, Wagub Umi Dinda Dorong PERBASASI NTB Cetak Talenta Muda
Dae Yandi Resmi Pimpin Perbasasi NTB, Bawa Misi Besar Menuju PON 2028
KONI Pusat Ambil Alih KONI NTB, Pemilihan Diulang dari Nol dan Tak Ada Uang Pendaftaran
Mori Hanafi Tinggalkan Legasi Besar, NTB Berhasil Jadi Tuan Rumah PON 2028
KONI Pusat Sebut NTB Gudangnya Atlet, PON 2028 Jadi Momentum Pembuktian
KONI NTB Jangan Terjebak Konflik, Mori Hanafi: PON 2028 Sudah di Depan Mata
Wagub Umi Dinda Buka Musorprov XIII KONI NTB, PON 2028 Jadi Tantangan Besar
Berita ini 368 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:02 WIB

Bima-Dompu Bukan Anak Tiri, HMI Sentil Pemprov NTB, 574 Hari Pascabanjir Jalan Rusak Diabaikan

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:22 WIB

Menuju PON 2028, Wagub Umi Dinda Dorong PERBASASI NTB Cetak Talenta Muda

Senin, 31 Agustus 2026 - 06:08 WIB

Dae Yandi Resmi Pimpin Perbasasi NTB, Bawa Misi Besar Menuju PON 2028

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:45 WIB

KONI Pusat Ambil Alih KONI NTB, Pemilihan Diulang dari Nol dan Tak Ada Uang Pendaftaran

Minggu, 30 Agustus 2026 - 19:59 WIB

Mori Hanafi Tinggalkan Legasi Besar, NTB Berhasil Jadi Tuan Rumah PON 2028

Berita Terbaru