DPRD NTB Maman Desak Rekrutmen Terbuka Calon Kepsek: Jangan Titip Nama, Ini Pendidikan Bukan Bursa Saham

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 8 Mei 2025 - 13:52 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram – Penempatan kepala sekolah yang memiliki kompetensi, kapabilitas, integritas, dan kejujuran berbasis sistem meritokrasi dinilai sebagai langkah krusial yang harus segera diwujudkan oleh Pemerintah Provinsi NTB dibawah Kepemimpinan Iqbal-Dinda.

Hal ini disampaikan oleh Anggota DPRD NTB, H. Muhammad Aminurlah, saat memberikan keterangan kepada wartawan di Mataram, Kamis (8/5).

“Kalau kita mau kepala sekolah yang benar-benar profesional dan jujur, maka tidak ada jalan lain kecuali melalui seleksi terbuka. Itu satu-satunya cara,” tegas politisi PAN yang akrab disapa Haji Maman.

Ia mendesak Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal untuk segera membentuk Panitia Seleksi (Pansel) terbuka bagi calon kepala SMA, SMK, dan SLB. Menurutnya, langkah ini penting untuk melahirkan pemimpin-pemimpin pendidikan yang mampu mencetak generasi NTB yang unggul, makmur, dan mendunia.

Baca Juga :  Mori Hanafi Tagih Janji Pemerintah, Desak Kepastian Dana Gedung DPRD NTB 2027

“Kalau Gubernur serius dengan prinsip meritokrasi, buktikan. Bentuk Pansel terbuka dan hentikan praktik tertutup yang penuh dugaan titipan dan transaksi,” tantang mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bima ini.

Maman juga menyoroti bahwa selama ini proses seleksi dilakukan secara tertutup dan kerap diwarnai isu tak sedap. Dugaan praktik transaksional dan politik balas budi dianggap menjadi penghambat utama peningkatan kualitas pendidikan di NTB.

“IPM kita stagnan karena dunia pendidikan dikendalikan seperti pasar gelap. Inilah saatnya ubah cara kerja. Harus transparan,” tegasnya.

Baca Juga :  Pj Gubernur dan Kapolda NTB Melakukan Gerakan Tarian Sasambo Di HUT Bhayangkara Ke-78

Ia mengingatkan agar pendidikan tidak dijadikan seperti bursa saham, tempat di mana jabatan diperdagangkan cepat, spekulatif, penuh kepentingan, dan tidak transparan.

“Yang punya koneksi atau berani bayar mahal bisa dapat posisi. Ini bukan investasi jabatan, ini soal mencerdaskan anak bangsa,” kecamnya.

Maman menambahkan, pembentukan Pansel terbuka harus melibatkan publik dan tokoh-tokoh pendidikan yang punya rekam jejak bersih, integritas tinggi, dan moralitas tak diragukan. Hal itu penting agar hasil seleksi benar-benar objektif dan bisa dipertanggungjawabkan secara moral dan hukum.

Berita Terkait

Koperasi Tambang NTB Masuk Radar KPK, Tim KPK Turun ke Diskop UKM NTB
400-an Manajer KDKMP Asal NTB, 70 Persen Ditempatkan di Luar Daerah, Rahmadin Tekankan Adaptasi Budaya
KPK Monitoring Koperasi Tambang di NTB, Rahmadin Minta Jajaran Diskop UKM NTB Siap
MotoGP Mandalika 2026 Dihibur Ungu, D`Masiv, Judika hingga AGNEZ MO, Ini Jadwal Lengkapnya
Pengalaman Saja Tak Cukup, Pembimbing Haji dan Umrah di NTB Didorong Wajib Bersertifikasi
Kado Istimewa HUT ke-81 TNI untuk Bumi Gora, Kodam XXX/Rinambora Resmi Berdiri di NTB
Pura-Pura Kehabisan Bensin dan Minta Bantuan, Pelaku Curas Ancam Korban dengan Parang
Polisi Bongkar 3 Kasus Sabu di Dompu, 18,39 Gram Diamankan, Ini Lokasi dan Pelakunya
Berita ini 197 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Koperasi Tambang NTB Masuk Radar KPK, Tim KPK Turun ke Diskop UKM NTB

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:55 WIB

400-an Manajer KDKMP Asal NTB, 70 Persen Ditempatkan di Luar Daerah, Rahmadin Tekankan Adaptasi Budaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 07:41 WIB

KPK Monitoring Koperasi Tambang di NTB, Rahmadin Minta Jajaran Diskop UKM NTB Siap

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:17 WIB

MotoGP Mandalika 2026 Dihibur Ungu, D`Masiv, Judika hingga AGNEZ MO, Ini Jadwal Lengkapnya

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:28 WIB

Pengalaman Saja Tak Cukup, Pembimbing Haji dan Umrah di NTB Didorong Wajib Bersertifikasi

Berita Terbaru