Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat (Dispar NTB) kembali menunjukkan keseriusannya menapaki panggung pariwisata global. Melalui Workshop Moslem Friendly Tourism yang digelar di Ballroom Hotel Lombok Raya, Rabu (12/11/2025). Kegiatan ini menjadi ajang penguatan kolaborasi lintas sektor antara Pemerintah, Akademisi, Asosiasi, dan Pelaku Industri wisata halal demi mewujudkan Pariwisata yang inklusif, Berdaya Saing, dan Berkelanjutan.
SUMBAWAPOST.com| Mataram- Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat (Dispar NTB) terus memperkuat langkah menuju NTB sebagai destinasi pariwisata ramah muslim berkelas dunia. Melalui Workshop Moslem Friendly Tourism yang digelar di Ballroom Hotel Lombok Raya, Mataram, puluhan pemangku kepentingan lintas sektor berkumpul membahas strategi besar penguatan ekosistem wisata halal di daerah ini. Kamis (13/11/2025)
Kegiatan yang berlangsung sehari tersebut diikuti sekitar 70 peserta dari unsur pemerintah, BUMN, BUMD, asosiasi pariwisata, akademisi, dan pelaku industri.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dispar NTB, Candra Aprinova, AKS., MP, dalam laporannya menegaskan pentingnya penguatan sinergi lintas sektor untuk mengembangkan pariwisata ramah muslim yang berkelanjutan.
“Workshop ini mendorong peningkatan pemahaman konsep pariwisata ramah muslim yang inklusif, memperkuat produk dan sertifikasi halal, serta membangun sinergi pentahelix untuk keberlanjutan pariwisata NTB,” ujarnya.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Mulki, S.STP., MM, mewakili Kepala Dinas. Pada kesempatan tersebut, Mulki menegaskan bahwa pariwisata ramah muslim merupakan salah satu sektor strategis yang mampu mengangkat citra NTB di panggung global.
“Workshop ini menjadi wadah berbagi ilmu dan memperkuat kolaborasi untuk mewujudkan NTB sebagai destinasi pariwisata ramah muslim yang mendunia,” ungkapnya.
Menurut Mulki, keberhasilan NTB sebagai destinasi wisata halal tak lepas dari kerja sama semua pihak mulai dari pemerintah, pelaku usaha, akademisi, komunitas, hingga media. Kolaborasi inilah yang menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan dan daya saing pariwisata daerah.
Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan membawa semangat kolaborasi dan komitmen bersama dalam memperkuat pengembangan pariwisata ramah muslim di NTB, agar Provinsi NTB terus menjadi ikon wisata halal dan budaya Islam yang mendunia.









