SUMBAWAPOST.com | Mataram- Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dari Daerah Pemilihan NTB VI (Bima, Dompu, dan Kota Bima), Muhamad Aminurlah, angkat suara menyikapi kondisi bangunan sekolah yang terbengkalai akibat proyek yang tak kunjung rampung. Dampaknya, para siswa terpaksa menjalani kegiatan belajar mengajar (KBM) dengan sistem sif (shift) pagi-sore.
Politisi PAN yang akrab disapa Aji Maman itu menyebut kondisi tersebut sangat memprihatinkan dan tidak boleh dibiarkan berlarut-larut, karena menyentuh langsung hak dasar anak-anak bangsa untuk mendapatkan pendidikan yang layak.
“Jangan lihat ke belakang, tapi lihat ke depan. Kasihan anak-anak bangsa melihat kondisi sekolah seperti itu. Bangunan terbengkalai, siswa harus sif untuk bisa belajar,” tegas Aji Maman, Saat dihubungi media ini. Senin (26/01/2026).
Menurutnya, persoalan ini bukan sekadar masalah teknis pembangunan, melainkan cerminan tanggung jawab moral dan kualitas kepemimpinan Pemerintah Daerah. Ia pun meminta kepala daerah hadir dan bersikap tegas menyelesaikan persoalan tersebut.
“Saya berharap kepala daerah Kepemimpinan Iqbal-Dinda melihat ke depan. Hal seperti ini jangan terus dibiarkan. Di mana tanggung jawab kita sebagai pemimpin?,” ujarnya.
Lebih lanjut, Aji Maman mendesak Pemerintah Provinsi NTB agar serius menangani persoalan ini karena berkaitan langsung dengan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) NTB ke depan.
“Ini bukan masalah kecil. Ini menyangkut pembangunan SDM NTB. Pemerintah harus serius. Saya minta Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Iqbal-Dinda, turun tangan menyelesaikan persoalan ini,” katanya.
Tak hanya itu, ia juga menegaskan perlunya penelusuran dan pertanggungjawaban terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan proyek pembangunan sekolah tersebut. Menurutnya, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Kepala Dinas pada saat proyek berjalan tidak boleh lepas dari tanggung jawab.
“PPK dan Kepala Dinas saat itu harus dikejar dan diusut oleh pemerintah. Tidak boleh dibiarkan. Pemerintah harus bertanggung jawab,” tegasnya.
Bahkan secara khusus, Aji Maman menyoroti posisi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB pada masa proyek tersebut berlangsung, yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB.
“Kepala Dikbud NTB yang sekarang menjabat sebagai Kepala Disnakertrans, itu yang seharusnya perlu diusut dan dipanggil,” tandasnya.
Diketahui, proyek pembangunan sekolah yang kini terbengkalai tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB Tahun Anggaran 2024.
Terpisah, media ini telah berupaya menghubungi Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal terkait persoalan tersebut, namun belum memperoleh tanggapan hingga berita ini diterbitkan.
Sebelumnya, pembangunan ruang kelas dan laboratorium di SMAN 1 Parado, Kabupaten Bima, hingga kini belum rampung meski waktu pelaksanaan proyek telah jauh melewati batas yang ditetapkan. Kondisi ini diakui langsung oleh Kepala SMAN 1 Parado, Nuryadin, S.Pd, saat dikonfirmasi media ini.
“Waktu pelaksanaan tercatat sejak Desember 2024,” ujar Nuryadin.
Akibat sejumlah ruang belajar yang masih dalam tahap renovasi, pihak sekolah terpaksa memberlakukan sistem sif agar KBM tetap berjalan.
“Karena sejumlah ruang belajar masih dalam tahap renovasi, untuk memastikan dan memaksimalkan KBM tetap berjalan, kami menerapkan sistem sif, yakni masuk pagi dan sore,” tambahnya.
Nuryadin menegaskan bahwa berbagai kendala pembangunan tersebut telah melalui pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Inspektorat Provinsi NTB, namun hambatan utama masih terkait keterbatasan material bangunan, khususnya baja dan besi.
“Proses pemeriksaan oleh BPK dan Inspektorat Provinsi NTB sudah dilakukan. Untuk pendistribusian material pembangunan, itu menjadi kewenangan pihak lain,” jelasnya.
Kondisi ini semakin menambah sorotan publik terhadap lambannya penyelesaian proyek pendidikan tersebut.
Ironisnya, sejumlah ruangan sekolah kini telah ditumbuhi semak belukar akibat dibiarkan terbengkalai dan kerap tersiram air hujan, sehingga tampak seperti bangunan tak terurus layaknya ‘Rumah Hantu’. Meski demikian, pihak sekolah berharap pembangunan segera dilanjutkan.
“Sarana dan prasarana pendidikan sangat dibutuhkan untuk menunjang proses pembelajaran, terutama bagi siswa yang antusias belajar,” tegas Nuryadin.
SMAN 1 Parado sendiri dikenal memiliki alumni berprestasi. Pada seleksi TNI 2025, sekitar 20 alumni dinyatakan lulus, bahkan sebagian di antaranya kembali mengabdi sebagai tenaga pendidik di sekolah tersebut.
“Banyak alumni yang berhasil lulus seleksi, dan ada juga yang kembali mengabdi di SMAN 1 Parado,” pungkasnya.
Penulis : SUMBAWAPOST.com










