Demi Kondusifitas Bangsa, Prof. Masnun Tahir Ajak Warga NTB Patuhi Seruan Rais Aam PBNU

Avatar

- Jurnalis

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 09:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram – Gelombang aksi mahasiswa dan masyarakat yang mengguncang berbagai daerah sejak Senin, 25 Agustus 2025, terus menjadi sorotan publik. Puncaknya, tragedi meninggalnya Affan Kurniawan, seorang driver ojek online, pada Kamis (28/8/2025) di depan Gedung DPR RI Jakarta memantik duka mendalam dari berbagai tokoh bangsa, termasuk Presiden Jenderal TNI (Purn) H. Prabowo Subianto dan Menteri Agama RI, Prof. KH. Nasaruddin Umar, yang menyebut almarhum sebagai ‘syuhada’ demokrasi.

Di tengah meningkatnya eskalasi, Rais Aam PBNU KH. Miftachul Akhyar mengeluarkan lima seruan penting demi menjaga persatuan dan ketertiban bangsa. Intinya, PBNU meminta masyarakat menyampaikan aspirasi secara damai, elegan, dan konstitusional tanpa anarkisme, sekaligus mengimbau aparat keamanan agar lebih sabar dan bijaksana menghadapi massa aksi.

Baca Juga :  Polsek Ambalawi Gerebek Arena Sabung Ayam, Para Penjudi Kabur Kocar-Kacir

Seruan ini mendapat sambutan hangat dari Ketua PWNU NTB sekaligus Rektor UIN Mataram, Prof. TGH. Masnun Tahir. Dalam keterangannya, Prof. Masnun mengajak seluruh elemen masyarakat NTB, khususnya generasi muda dan mahasiswa, untuk menahan diri dan tidak terprovokasi. “Kami mendukung penuh seruan Rais Aam PBNU. Mari kita sampaikan aspirasi dengan cara yang elegan, damai, dan sesuai konstitusi. Jangan ada kekerasan, jangan ada anarkisme. Semua itu hanya akan merugikan kita sendiri,” tegas Prof. Masnun, Sabtu (30/8/2025).

Lebih jauh, Prof. Masnun juga mengingatkan aparat keamanan untuk tetap sabar, proporsional, dan mengedepankan pendekatan humanis saat mengawal aksi massa. Menurutnya, hak menyampaikan pendapat dijamin oleh UUD 1945 dan harus dilindungi. “Saya memohon aparat tidak melakukan tekanan fisik. Massa aksi ini punya hak konstitusional. Mari jaga kondusifitas NTB agar tidak dimanfaatkan pihak-pihak tertentu yang ingin membuat kekacauan,” ujarnya.

Baca Juga :  NU-DIGDAYA: Transformasi Digital untuk Data dan Layanan!

Prof. Masnun menegaskan, bila masyarakat dan mahasiswa menyampaikan aspirasi secara tertib dan aparat menjalankan tugasnya menjaga keamanan tanpa ekses, maka keseimbangan bisa tercapai.

“Tugas mahasiswa dan masyarakat adalah memberi masukan dan menyuarakan perbaikan kebijakan. Tugas aparat mengamankan jalannya aspirasi dan mencegah perusakan fasilitas publik. Jika semua menjalankan peran dengan baik, maka kepentingan bersama akan tercapai,” tutupnya.

Dengan seruan ini, PWNU NTB berharap NTB tetap menjadi zona aman dan kondusif, sekaligus menjadi teladan nasional dalam menjaga harmoni antara kebebasan berekspresi dan stabilitas keamanan.

Berita Terkait

Rp950 Juta per Titik, Dewan PDIP Ahmad Amrullah Desak Polisi Bongkar Dugaan Jual Beli Dapur MBG di Lombok Timur
Bukan Provinsi Pulau Sumbawa! Razikin Usul Nama Nusa Tenggara Tengah, Alasannya Menarik
Saat Dunia Makin Ribut, KPU NTB Ingatkan Satu Obat Ampuh: Pancasila
Dulu Terseok, Kini Ngebut Usai Utang Beres! RSUP NTB Siap Naik Kelas Jadi Rumah Sakit Pendidikan Unggulan
Hari Lahir Pancasila 2026 di NTB, Miq Iqbal Tegaskan Pancasila Adalah Jangkar Perdamaian Global
Sekolah Rakyat Pertama di Pulau Sumbawa Disiapkan di Bima, Jadi Harapan Baru Pemerataan Pendidikan NTB
KPU NTB Berkurban di Idul Adha, Agus Hilman: Yang Dinilai Bukan Dagingnya, Tapi Ketakwaannya
PKS NTB Sembelih 193 Hewan Kurban, Sebanyak 2.000 Paket Daging Dibagikan untuk Warga
Berita ini 207 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 16:42 WIB

Rp950 Juta per Titik, Dewan PDIP Ahmad Amrullah Desak Polisi Bongkar Dugaan Jual Beli Dapur MBG di Lombok Timur

Selasa, 2 Juni 2026 - 15:56 WIB

Bukan Provinsi Pulau Sumbawa! Razikin Usul Nama Nusa Tenggara Tengah, Alasannya Menarik

Senin, 1 Juni 2026 - 19:49 WIB

Saat Dunia Makin Ribut, KPU NTB Ingatkan Satu Obat Ampuh: Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 - 18:13 WIB

Dulu Terseok, Kini Ngebut Usai Utang Beres! RSUP NTB Siap Naik Kelas Jadi Rumah Sakit Pendidikan Unggulan

Senin, 1 Juni 2026 - 13:55 WIB

Hari Lahir Pancasila 2026 di NTB, Miq Iqbal Tegaskan Pancasila Adalah Jangkar Perdamaian Global

Berita Terbaru