Cari Nafkah ke Kalimantan, 31 Tenaga Kerja Kelapa Sawit asal NTB Resmi Diberangkatkan

Avatar

- Jurnalis

Senin, 2 Februari 2026 - 16:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Total 1.180 Warga NTB Kerja di Kalimantan Sepanjang 2025

SUMBAWAPOST.com| Mataram- Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Nusa Tenggara Barat kembali memfasilitasi penempatan tenaga kerja Antar Kerja Antar Daerah (AKAD). Sebanyak 31 tenaga kerja resmi dilepas untuk bekerja di Kalimantan pada sektor perkebunan kelapa sawit.

Pelepasan tersebut didahului dengan kegiatan Orientasi Pra Pemberangkatan yang digelar di Aula Disnakertrans Provinsi NTB, Senin (2/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memastikan penempatan tenaga kerja berlangsung aman, terencana, dan terlindungi secara hukum.

Kepala Disnakertrans Provinsi NTB, Dr. H. Aidy Furqan, S.Pd., M.Pd., melepas 31 tenaga kerja program Antar Kerja Antar Daerah (AKAD) asal NTB yang akan diberangkatkan ke Kalimantan untuk bekerja di sektor perkebunan kelapa sawit, usai mengikuti orientasi pra pemberangkatan di Aula Disnakertrans NTB, Senin (2/2/2026).

Sebanyak 31 tenaga kerja AKAD tersebut akan ditempatkan di tiga perusahaan, masing-masing PT Agro Abadi Cemerlang sebanyak 18 orang, PT Sawit Mitra Abadi sebanyak 2 orang, serta PT Sepanjang Inti Surya Mulia sebanyak 11 orang.

Berdasarkan hasil pencarian, ketiga perusahaan tersebut yakni PT Agro Abadi Cemerlang, PT Sawit Mitra Abadi (SMA), dan PT Sepanjang Inti Surya Mulia merupakan perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di wilayah Kalimantan Barat dan terkait dengan grup perusahaan yang sama, yaitu Genting Plantations Berhad.

Baca Juga :  Sungai Kotor Diserbu Pasukan Hijau, Duta Lingkungan NTB dan PLN UIP Nusra Kompak Bersihkan Sunset Land Mataram

Penempatan ini merupakan hasil koordinasi lintas daerah yang terus diperkuat Pemprov NTB untuk membuka peluang kerja lebih luas bagi masyarakat.

Kepala Disnakertrans Provinsi NTB, Dr. H. Aidy Furqan, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa program AKAD merupakan ikhtiar nyata pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan lapangan kerja, sekaligus mendorong masyarakat agar tidak ragu memanfaatkan peluang kerja yang tersedia.

“Bekerja di daerah lain adalah ikhtiar untuk menjemput rezeki. Selama itu dilakukan secara resmi, terdata, dan difasilitasi pemerintah, maka aspek keamanan dan perlindungan tenaga kerja bisa kita pastikan,” ujar Aidy Furqan saat memberikan arahan kepada peserta orientasi.

Ia juga mengingatkan para tenaga kerja agar menjaga disiplin dan etos kerja selama berada di lokasi penempatan. Menurutnya, sikap dan kinerja para pekerja akan menentukan keberlanjutan kepercayaan perusahaan terhadap tenaga kerja asal NTB.

Baca Juga :  Dewan Pengupahan Tetapkan UMP NTB 2025 Sebesar Rp2.602.931

“Ketika sudah memutuskan bekerja, maka tanggung jawab harus dijaga. Jaga disiplin, jaga kinerja, dan yang paling penting jaga nama baik daerah. Citra tenaga kerja NTB selama ini baik karena bekerja sungguh-sungguh dan tidak banyak menuntut,” tegasnya.

Disnakertrans NTB mencatat, sepanjang tahun 2025 sebanyak hampir 1.180 tenaga kerja AKAD telah difasilitasi untuk bekerja di Kalimantan. Dari sisi kesejahteraan, skema kerja yang ditawarkan dinilai kompetitif, dengan upah minimum sekitar Rp4 juta per bulan, serta didukung fasilitas tempat tinggal dan jaminan kerja dari perusahaan.

Dalam kesempatan tersebut, Aidy Furqan juga menekankan pentingnya kebersamaan dan solidaritas antartenaga kerja di lokasi penempatan guna menciptakan lingkungan kerja yang kondusif dan produktif.

Kegiatan orientasi pra pemberangkatan ditutup dengan doa bersama dan pelepasan resmi. Disnakertrans NTB berharap seluruh tenaga kerja AKAD yang diberangkatkan dapat bekerja dengan aman, produktif, dan berkelanjutan, serta mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi daera

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Cekcok Soal Uang, Anak Perempuan Diduga Aniaya Ayahnya Hingga Tewas di Lombok Barat
Seorang Ayah di Lombok Tewas Diduga Dianiaya Anak Perempuan Sendiri
TGB Ingatkan Bahaya Ghibah, Tekankan Etika Sosial dalam Halalbihalal NWDI di Mataram
Halalbihalal NWDI Jadi Panggung Konsolidasi, Pemprov NTB Dorong Kolaborasi Percepat Pembangunan
Di Hadapan RKB-WRKB Pulau Lombok, Wagub NTB Serukan Gotong Royong: Bangun Daerah dari Kita, Oleh Kita, untuk Kita
Ribuan Warga Bima Padati UIN Mataram, Ketua RKBPL Dorong Ekonomi Mandiri Berbasis Gotong Royong
Qori Cilik Juara Internasional Tampil, Halalbihalal dan Pelepasan Jamaah Calon Haji RKB Pulau Lombok Kian Khusyuk
KONI NTB Rapatkan Barisan, Matangkan Slot Atlet dan Nomor Unggulan Jelang Porprov 2026
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 18:32 WIB

Cekcok Soal Uang, Anak Perempuan Diduga Aniaya Ayahnya Hingga Tewas di Lombok Barat

Minggu, 19 April 2026 - 18:05 WIB

Seorang Ayah di Lombok Tewas Diduga Dianiaya Anak Perempuan Sendiri

Minggu, 19 April 2026 - 15:13 WIB

TGB Ingatkan Bahaya Ghibah, Tekankan Etika Sosial dalam Halalbihalal NWDI di Mataram

Minggu, 19 April 2026 - 14:01 WIB

Halalbihalal NWDI Jadi Panggung Konsolidasi, Pemprov NTB Dorong Kolaborasi Percepat Pembangunan

Minggu, 19 April 2026 - 13:24 WIB

Di Hadapan RKB-WRKB Pulau Lombok, Wagub NTB Serukan Gotong Royong: Bangun Daerah dari Kita, Oleh Kita, untuk Kita

Berita Terbaru

Terlihat Terduga Pelaku bersama Petugas kepolisian saat melakukan olah TKP kasus dugaan penganiayaan yang menewaskan seorang ayah di Desa Tamansari, Lombok Barat.

Hukum & Kriminal

Seorang Ayah di Lombok Tewas Diduga Dianiaya Anak Perempuan Sendiri

Minggu, 19 Apr 2026 - 18:05 WIB