Bupati Jarot Sambut Investasi Hijau Jepang, Dorong Sumbawa Jadi Pusat Ekonomi Karbon NTB

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 23 Juni 2026 - 15:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Sumbawa H. Syarafuddin Jarot menerima audiensi IHACHI Co., Ltd Jepang bersama KOPMAS Bank NTB Syariah di Ruang Rapat Kantor Bupati Sumbawa terkait investasi hijau dan program lingkungan.

Bupati Sumbawa H. Syarafuddin Jarot menerima audiensi IHACHI Co., Ltd Jepang bersama KOPMAS Bank NTB Syariah di Ruang Rapat Kantor Bupati Sumbawa terkait investasi hijau dan program lingkungan.

SUMBAWAPOST.com|™ Sumbawa Besar- Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, menyambut positif rencana investasi hijau dari IHACHI Co., Ltd. Jepang yang menggandeng Koperasi Konsumen Mutiara Amanah Syariah (KOPMAS) berafiliasi dengan Bank NTB Syariah. Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat H. Hasan Usman, Kantor Bupati Sumbawa, Selasa (23/6/2026).

Audiensi tersebut turut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Bapperida Sumbawa, serta sejumlah kepala perangkat daerah. Dari pihak IHACHI hadir Mrs. Ono dan Mr. Fujioka yang memaparkan rencana investasi berbasis ekonomi karbon dan rehabilitasi lingkungan di Kabupaten Sumbawa.

Program yang ditawarkan mencakup penanaman mangrove, penghijauan lahan kritis dengan tanaman kaliandra, pembangunan industri wood pellet, hingga dukungan teknologi desalinasi air laut. IHACHI juga menggandeng jaringan internasional seperti Kedutaan Besar Jepang dan JICA untuk memperkuat kerja sama jangka panjang.

Baca Juga :  IKA MT Al-Kahfi FKIP Unram Kembali Gelar Olimpiade Matematika ke-4 se-Bali Nusra, Pendaftaran Resmi Dibuka

Bupati Jarot menilai program tersebut sejalan dengan visi Sumbawa Hijau Lestari yang tengah digencarkan pemerintah daerah.

“Penghijauan lahan kritis menjadi salah satu fokus kami. Selain menjaga lingkungan, kami juga mendorong penanaman pohon bernilai ekonomi seperti sengon, kemiri, kopi, alpukat, nangka, manggis, dan tanaman produktif lainnya. Saat ini kami telah menyiapkan satu juta bibit pohon untuk mendukung gerakan tersebut,” ujar Bupati.

Ia juga mengungkapkan bahwa Kabupaten Sumbawa memiliki sekitar 8.000 hektare kawasan mangrove yang terus dijaga dan dikembangkan. Terkait tanaman kaliandra, Bupati menilai cocok untuk dikembangkan karena dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak, namun ia juga menawarkan alternatif lain seperti gamal dan bidara yang sudah dikenal masyarakat.

Baca Juga :  Parade Raider MotoGP Mandalika 2024, Beberapa Akses Jalan ke Udayana dan Langko Ditutup Sementara

Menurut Bupati, Sumbawa memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi hijau dan perdagangan karbon, mengingat sekitar 43 persen kawasan hutan NTB berada di wilayah tersebut.

Karena itu, ia berharap penjajakan kerja sama ini dapat segera ditindaklanjuti menjadi program konkret yang tidak hanya berdampak pada pelestarian lingkungan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Jelang MotoGP Mandalika, 53 Warga Bilebante Digembleng Jadi SDM Pariwisata
Paradoks “No Viral, No Justice”
Sekda NTB Sebut Manajemen Risiko seperti VAR, Biar Tak Salah Kasih ‘Kartu Merah’
Wagub NTB Sentil Pejabat: Jangan Cuma Kejar Prestasi, Bawahan Jangan Sampai Takut
Gubernur NTB: Pejabat Tanpa Sertifikasi Manajemen Risiko Tak Bisa Naik Eselon II
Mandalika Tak Lagi Cuma Sirkuit, NTB Siapkan Etalase UMKM dan Budaya untuk Wisatawan
Sumbawa Barat Jadi Penyumbang Investasi Terbesar NTB, Lebih dari Rp11 Triliun, Disusul Dompu
Kejati NTB Jawab Desakan Badko HMI soal Reklamasi Amahami: Masih Ditangani
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 15:39 WIB

Jelang MotoGP Mandalika, 53 Warga Bilebante Digembleng Jadi SDM Pariwisata

Minggu, 9 Agustus 2026 - 15:07 WIB

Paradoks “No Viral, No Justice”

Minggu, 9 Agustus 2026 - 10:04 WIB

Sekda NTB Sebut Manajemen Risiko seperti VAR, Biar Tak Salah Kasih ‘Kartu Merah’

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:54 WIB

Wagub NTB Sentil Pejabat: Jangan Cuma Kejar Prestasi, Bawahan Jangan Sampai Takut

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:05 WIB

Gubernur NTB: Pejabat Tanpa Sertifikasi Manajemen Risiko Tak Bisa Naik Eselon II

Berita Terbaru

Dr. Ufran, SH., MH., Ketua Departemen Hukum Pidana FHISIP Unram, menyoroti Paradoks “No Viral, No Justice” dan Pengaruh Viralitas Media Sosial Terhadap Perhatian Publik Serta Penegakan Hukum

Hukum & Kriminal

Paradoks “No Viral, No Justice”

Minggu, 9 Agu 2026 - 15:07 WIB