Bendungan Meninting Rp1,4 Triliun Dibangun di Jalur Gempa: Warga NTB Trauma, Siapkan Perlawanan Hukum

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 16 September 2025 - 12:05 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Lombok Barat-Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan Meninting di Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, kembali menjadi sorotan tajam publik. Bendungan senilai Rp1,4 triliun yang digarap Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara I ini berdiri di kawasan rawan gempa, memicu kekhawatiran serius masyarakat Lombok Barat dan Kota Mataram.

Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Tahun 2022 lalu, warga Dusun Buwuh, Desa Mambalan, Lombok Barat, sempat dilanda banjir bandang misterius setinggi 1,5 meter padahal saat itu tidak turun hujan. Peristiwa ini diduga akibat jebolnya tanggul atau bendung pengalih sementara proyek.

“Dulu saja tahun 2022 di Dusun Buwuh pernah terjadi banjir bandang tanpa hujan. Diduga akibat jebolnya tanggul saat pembangunan. Itu pun sudah cukup jadi peringatan alam, padahal belum ada gempa. Trauma dan kekhawatiran warga hingga kini belum hilang,” ungkap salah seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya.

Baca Juga :  HUT Dompu Ke-210, Wagub NTB Umi Dinda Tampil Anggun dan Sampaikan Pesan Menyentuh

Kondisi ini semakin menakutkan bila dikaitkan dengan analisis ahli BMKG. NTB berada di zona rawan Flores Back Arc Thrust atau Flores Megathrust, sesar naik yang mampu memicu gempa besar dangkal di laut. Skenario terburuk, gempa itu berpotensi melahirkan tsunami hingga setinggi 26 meter, terutama jika sumber gempanya berasal dari Megathrust Sumba.

Selain persoalan lokasi yang rawan bencana, proyek Bendungan Meninting juga bermasalah dalam pengerjaannya. Target penyelesaian semula Juni 2024, molor hingga Desember 2024, namun sampai Januari 2025 tetap belum rampung. Tak hanya itu, muncul dugaan penyimpangan spesifikasi teknis dan kualitas konstruksi.

Aliansi Masyarakat Sipil NTB pun bergerak. Mereka menyiapkan gugatan hukum melalui kuasa hukum Muhamad Arif, S.H.

“Bendungan Meninting dibangun di kawasan rawan gempa Megathrust. Proyek ini molor dari jadwal, ada dugaan kuat kelalaian perencanaan, serta penyimpangan spesifikasi dan kualitas konstruksi. Jika terjadi gempa besar, warga bukan hanya terancam tsunami dari laut, tapi juga air bah dari gunung jika bendungan jebol,” tegas Arif. Selasa (16/9).

Baca Juga :  Temuan BPK RI Pada Tata Kelola Aset Pemprov NTB: Evaluasi dan Strategi Pembenahan Kedepan

Menurut Arif, gugatan hukum ini bukan untuk menghambat pembangunan nasional, melainkan sebagai bentuk perlindungan warga dan pengingat bagi pemerintah.

“Langkah hukum ini jangan dilihat sebagai upaya menghalangi pembangunan. Ini soal perlindungan diri dan kesiapsiagaan menghadapi ancaman nyata Megathrust. Gempa bisa terjadi kapan saja, karena hampir tiap hari ada gempa. Pemerintah jangan hanya sibuk membangun fisik, tapi juga wajib menjamin keselamatan masyarakat sekitar PSN,” tegas Arif yang dikenal aktif membela kepentingan publik.

Terpisah, Humas Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara I Yemi Yordan yang dihubungi media ini hingga berita ini diterbitkan enggang merespon.

Berita Terkait

Hianati Hasil Rekonsiliasi, DPP Singkirkan Muzihir, Akri Ambil Alih Kursi Ketua DPW PPP NTB
Kongres HMI XXXIII 2026, Ketua Badko HMI Bali-Nusra: Berani untuk Indonesia, Bukan Boneka Kekuasaan!
Bawaslu RI Salurkan Santunan untuk Keluarga Almarhum PNS Bawaslu Mataram
Kopi NTB Dilirik Turki dan Inggris di TEI 2026
Kacang Mete Songgajah NTB Dilirik Jepang, Turki dan Serbia di TEI 2026
Sate Rembiga dan Ayam Taliwang NTB Dilirik Jepang dan Papua Nugini di TEI 2026
DPRD NTB Apresiasi Terobosan Gubernur, Antar-Jemput Gratis Siswa SLB Mulai Januari 2027
Dualisme PPP NTB Memanas, Akri Pegang SK PLT, Muzihir Sebut Tak Sah
Berita ini 79 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Hianati Hasil Rekonsiliasi, DPP Singkirkan Muzihir, Akri Ambil Alih Kursi Ketua DPW PPP NTB

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:25 WIB

Kongres HMI XXXIII 2026, Ketua Badko HMI Bali-Nusra: Berani untuk Indonesia, Bukan Boneka Kekuasaan!

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:19 WIB

Bawaslu RI Salurkan Santunan untuk Keluarga Almarhum PNS Bawaslu Mataram

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:48 WIB

Kopi NTB Dilirik Turki dan Inggris di TEI 2026

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:28 WIB

Kacang Mete Songgajah NTB Dilirik Jepang, Turki dan Serbia di TEI 2026

Berita Terbaru

Produk kopi Koperasi Produsen Bumi Tani Lestari Indonesia Diperkenalkan Dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 Melalui Program Desa Berdaya-Desa Ekspor NTB. Pameran ini Membuka Peluang Penjajakan Bisnis Dengan Calon Mitra dari Turki dan Inggris.

Bisnis & Ekonomi

Kopi NTB Dilirik Turki dan Inggris di TEI 2026

Senin, 19 Okt 2026 - 14:48 WIB