‘Belasan Tahun PHP’ Mori Hanafi Tembuskan Jembatan Impian Lewa Mori Rp1 Triliun, Kerja Keras Tanpa Lelah Akhirnya Berbuah Nyata

Avatar

- Jurnalis

Senin, 14 Juli 2025 - 08:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, BIMA – Setelah belasan tahun hanya menjadi mimpi dan janji politik yang tak kunjung ditepati, Jembatan Lewa Mori di Kabupaten Bima akhirnya menemukan titik terang. Proyek raksasa yang sempat terkatung-katung ini bakal dibangun dengan anggaran fantastis Rp1 triliun dan siap dimulai pertengahan Juli 2026, berkat perjuangan tanpa henti dan tanpa lelah dari Anggota DPR RI Komisi V, Mori Hanafi Dapil Neraka NTB I (Pulau Sumbawa)

Panjang keseluruhan Jembatan 2.700 meter, terdiri dari daratan 2.100 meter dan jembatannya 600 meter yang membentang megah di atas Teluk Bima ini bukan sekadar penghubung antara dua desa Desa Panda (Kecamatan Palibelo) dan Desa Daru (Kecamatan Bolo). Ini adalah simbol harapan panjang masyarakat Pulau Sumbawa atas percepatan konektivitas, pemerataan pembangunan, dan pemacu pertumbuhan ekonomi kawasan khusus di Bima dan sekitarnya.

Gagasan pembangunan jembatan ini sejatinya sudah digaungkan sejak belasan tahun silam. Bahkan pada 2019 sempat masuk skema anggaran, namun raib akibat refocusing dana untuk pandemi. Dokumen AMDAL, studi kelayakan, RKL-RPL, hingga pembebasan lahan sudah disiapkan oleh Pemkab Bima di bawah duet kepemimpinan Dinda-Dahlan.

Baca Juga :  Pembagian Cabor PON Nusa Tenggara XXII/2028 Tuntas, NTB Resmi Tuan Rumah 26 Cabor-Ini Daftarnya

Sayangnya, proyek ini seolah terjebak dalam pusaran birokrasi dan pergantian kekuasaan, baik di daerah maupun pusat. Harapan publik kembali berkobar ketika Gubernur NTB saat itu, Zulkieflimansyah, memposting pertemuannya dengan Menteri Bappenas Suharso Monoarfa, mengklaim bahwa anggaran akan cair pada 2023. Lagi-lagi hanya jadi ‘status medsos’ tanpa realisasi.

Gebrakan Mori Hanafi: Dari Lobi Senyap ke Aksi Nyata

Kini, Mori Hanafi, politisi vokal asal Pulau Sumbawa, tampil dengan gagah berani dan suara lantang bak penyelamat. Ia mengungkapkan bahwa pembangunan jembatan Lewa Mori telah masuk tahap final Detail Engineering Design (DED) dan akan rampung Oktober 2025.

“Alhamdulillah, pertengahan 2026 kita mulai bangun. Anggarannya lewat APBN, senilai Rp1 triliun. Ini proyek besar, akan makan waktu 3–4 tahun pengerjaan,” tegas Mori Hanafi. Senin  14 Juli 2025.

Namun di balik kabar baik ini, tersimpan perjuangan panjang yang tidak ringan. Sejak menjabat di Senayan, Mori Hanafi tak pernah berhenti mendorong, melobi, bahkan menghadiri rapat-rapat krusial di tingkat kementerian untuk memastikan suara rakyat Pulau Sumbawa tak tenggelam di antara hiruk-pikuk kepentingan nasional.

Baca Juga :  Dari HMI ke Pasar, Kini ke Parlemen: Kisah Munazar Pria Asal Bolo Bima Menaklukkan Kursi DPRD Yogyakarta

Ia juga mendorong percepatan proyek Samota, yang sebelumnya diusulkan Rp600 miliar dan kini setelah evaluasi cukup dengan Rp400 miliar. Baginya, kedua proyek ini adalah penentu arah masa depan pembangunan NTB Timur.

Jembatan Lewa Mori bukan hanya memperpendek jarak tempuh dari Bandara Sultan Salahuddin ke Kota Bima sejauh 17 kilometer, tapi juga membuka potensi besar Teluk Bima sebagai kawasan wisata bahari dan ekonomi baru. Proyek ini bahkan digadang-gadang bisa menjadi ikon baru pariwisata di NTB Timur.

“Sudah berapa kepala daerah dan presiden ganti, tapi jembatan ini tak pernah tembus. Kalau kali ini beneran dibangun, berarti Mori Hanafi beda,” ujar Nurdin, warga Kabupaten Bima.

Sinyal positif ini pun disambut hangat oleh generasi muda Pulau Sumbawa. Putri Salsabila, salah satu aktivis pemuda NTB, menyebut bahwa perjuangan Mori adalah angin segar yang menyejukkan asa masyarakat.

“Dengan Lewa Mori dan Samota, akses makin terbuka, ekonomi menggeliat, dan rakyat pasti sejahtera. Inilah pembangunan yang ditunggu-tunggu masyarakat Sumbawa, bukan sekadar janji panggung kampanye,” tegas Putri.

 

 

Berita Terkait

Proyek Hilirisasi Ayam Dapat Suntikan Dana Awal Rp5 Triliun, Bima Masuk Tahap Pertama Pembangunan Nasional
NTB Dorong Percepatan Hilirisasi Ayam Terintegrasi, Peternak Nantikan Pabrik Pakan Dan Parent Stock
Madapangga Dipilih Jadi Lokasi Proyek Peternakan Ayam Terintegrasi Nasional, PT Berdikari Siapkan Kawasan Modern di Bima
PT Berdikari dan Pemkab Bima Resmi Teken MoU, Bima Jadi Lokasi Proyek Peternakan Ayam Terintegrasi Nasional
ISPA Hingga Hipertensi Dominasi Kasus Kesehatan Peserta MTQ XXXI NTB
MTQ XXXI NTB Dikawal 118 Tenaga Kesehatan, Ambulans Siaga 24 Jam di Lombok Tengah
Jokowi Masih Kuat, Tetapi Tidak Lagi Menentukan Segalanya Dan Prabowo Adalah Penerus Terbaiknya
GARDA SATU NTB Apresiasi Bupati Jarot Jaga Hutan, Soroti Tambang Liar Sumbawa
Berita ini 230 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:50 WIB

Proyek Hilirisasi Ayam Dapat Suntikan Dana Awal Rp5 Triliun, Bima Masuk Tahap Pertama Pembangunan Nasional

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:15 WIB

NTB Dorong Percepatan Hilirisasi Ayam Terintegrasi, Peternak Nantikan Pabrik Pakan Dan Parent Stock

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:37 WIB

Madapangga Dipilih Jadi Lokasi Proyek Peternakan Ayam Terintegrasi Nasional, PT Berdikari Siapkan Kawasan Modern di Bima

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:04 WIB

PT Berdikari dan Pemkab Bima Resmi Teken MoU, Bima Jadi Lokasi Proyek Peternakan Ayam Terintegrasi Nasional

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:39 WIB

ISPA Hingga Hipertensi Dominasi Kasus Kesehatan Peserta MTQ XXXI NTB

Berita Terbaru