Baru Dihotmix, Jalan Lintas Parado Retak Lagi: Proyek APBD NTB Rp2 Miliar Kembali Diuji Alam dan Akal Sehat

Avatar

- Jurnalis

Sabtu, 24 Januari 2026 - 21:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi Jalan Lintas Parado di kawasan Dam Pela, Kecamatan Parado, Kabupaten Bima, tampak mengalami keretakan cukup parah sepanjang sekitar 15 meter meski baru diaspal hotmix pada tahun lalu, sehingga mengganggu arus lalu lintas dan membahayakan pengguna jalan.

Kondisi Jalan Lintas Parado di kawasan Dam Pela, Kecamatan Parado, Kabupaten Bima, tampak mengalami keretakan cukup parah sepanjang sekitar 15 meter meski baru diaspal hotmix pada tahun lalu, sehingga mengganggu arus lalu lintas dan membahayakan pengguna jalan.

SUMBAWAPOST.com | Bima- Pengguna jalan di ruas Jalan Lintas Parado, Kabupaten Bima, kembali dibuat resah. Jalan utama yang menjadi urat nadi mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat itu mengalami keretakan cukup parah, diduga akibat pergeseran tanah serta dampak kerusakan lingkungan. Ironisnya, ruas jalan tersebut baru saja selesai diaspal hotmix pada tahun lalu.

Memasuki awal tahun 2026, kondisi jalan ini kembali menjadi sorotan publik. Sebelumnya, proyek pengaspalan Jalan Lintas Parado sempat menuai kritik tajam dari masyarakat karena kualitas pekerjaan yang dinilai amburadul. Bahkan, belum genap setahun rampung, jalan tersebut sudah mengalami kerusakan pada 2025.

Kini, kerusakan kembali terjadi dan viral di media sosial. Retakan jalan diperkirakan mencapai panjang sekitar 15 meter dan berada di kawasan Dam Pela, Kecamatan Parado. Peristiwa itu terjadi pada malam hari dan sempat mengganggu arus lalu lintas serta aktivitas warga setempat.

“Jalan di kawasan Dam Pela Parado tahun lalu baru di-hotmix, sekarang sudah sulit dilalui karena retak sekitar 15 meter,” ungkap salah seorang warga Parado, Jumat (23/1/2026).

Kondisi jalan yang retak ini ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial, khususnya Facebook, dan menuai sorotan luas dari publik. Maklum, Jalan Lintas Parado merupakan satu-satunya akses utama yang menunjang mobilitas antarwilayah sekaligus denyut ekonomi masyarakat setempat.

Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Ikatan Mahasiswa Pelajar Parado (IMAPPA), Imam Joelfah, menilai perlunya evaluasi menyeluruh dari seluruh pemangku kebijakan, mulai dari pemerintah desa, kecamatan, hingga Pemerintah Kabupaten Bima. Menurutnya, kerusakan jalan tidak semata-mata disebabkan faktor banjir.

Baca Juga :  NTB Darurat! Gubernur Iqbal Teriak Perang Lawan Narkoba di Bima

“Jalan rusak ini bukan sekadar dampak banjir, tetapi akibat hutan yang dibiarkan gundul. Ketika alam diabaikan, infrastruktur dan keselamatan warga menjadi taruhannya. Perlu tindakan nyata, bukan sekadar tambal sulam,” tegasnya.

IMAPPA juga mendesak pemerintah daerah agar segera merespons kondisi tersebut, mengingat pentingnya jalan penghubung antar kecamatan bagi aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat Parado.

“Kami meminta pemerintah segera melakukan perbaikan jalan ini, karena kerusakannya mengancam jalur ekonomi dan aktivitas penting masyarakat,” pungkasnya.

Kerusakan Jalan Lintas Parado ini bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, proyek jalan provinsi senilai Rp2 miliar yang rampung di penghujung 2024 lalu juga menuai sorotan.

Ruas jalan di wilayah Kecamatan Parado itu ditemukan rusak dengan aspal terkelupas di sejumlah titik tak lama setelah proyek dinyatakan selesai.

Temuan tersebut memunculkan berbagai pertanyaan publik terkait kualitas pekerjaan proyek yang dibiayai dari anggaran besar.

Berdasarkan hasil investigasi, kerusakan terjadi dalam waktu singkat setelah pengerjaan rampung, sehingga memicu kekecewaan warga serta kekhawatiran atas lemahnya pengawasan infrastruktur.

Menanggapi hal itu, pelaksana proyek, Brahma, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp sebelumnya pada Senin (21/7/2025), mengaku telah menerima laporan kerusakan dan menyampaikan komitmennya untuk melakukan perbaikan.

“Terhadap kerusakan aspal jalan tersebut, informasinya sudah kami terima. Saat ini kami sedang membicarakan lebih lanjut untuk langkah perbaikannya,” ujar Brahma.

Ia menjelaskan, kerusakan diduga kuat disebabkan kondisi lokasi yang berair, sehingga lapisan aspal di beberapa titik tidak bertahan lama dan akhirnya terkelupas.

Baca Juga :  Hadiri Pelantikan PSOI, Dispora NTB Gaspol Dorong Selancar Jadi Andalan Sport Tourism

“Perbaikan akan kami laksanakan. Hanya saja alat yang dibutuhkan untuk proses tersebut saat ini masih digunakan di lokasi pengerjaan lain. Setelah itu selesai, kami akan segera tindak lanjuti,” tambahnya.

Senada dengan itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Miftah proyek tersebut memastikan bahwa perbaikan akan dilakukan dalam waktu dekat, meski belum menyebutkan secara pasti jadwal pelaksanaannya.

Warga berharap janji perbaikan tersebut tidak berhenti pada pernyataan semata. Dengan besarnya anggaran serta dampak langsung terhadap keselamatan dan mobilitas masyarakat, ketepatan waktu dan kualitas perbaikan kini menjadi perhatian utama publik.

Terpisah, PPK Miftah yang dihubungi media ini, Sabtu (24/1/2026) malam, menyampaikan bahwa kerusakan yang terjadi sebelumnya telah ditangani pada masa pemeliharaan.

“Yang terkelupas dulu sudah dilakukan perbaikan, pada saat masa pemeliharaan. Kalau kerusakan sekarang faktor alam longsoran terjadinya penurunan tanah,” ujarnya.

Saat ditanya terkait langkah Dinas Pekerjaan Umum dan Permukiman Provinsi NTB atas kondisi terkini, Miftah menyebutkan bahwa penanganan telah diusulkan.

“Tadi sudah kita usulkan segera untuk penanganan tanggap darurat ke BPBD,” katanya.

Ia juga memastikan bahwa proyek tersebut merupakan kegiatan APBD Provinsi NTB Tahun Anggaran 2024 dengan nilai sekitar Rp2 miliar dan dikerjakan oleh pihak ketiga.

“Itu APBD NTB 2024. Dan benar anggarannya Rp2 miliar dikerjakan sama PT Persada,” pungkasnya.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Sekda Baru Dilantik, Ketua DPRD Isvie  ‘Warning’ Keras: Benahi Birokrasi dan Selamatkan Keuangan NTB
Di Tengah Efisiensi, Anggaran Makan-Minuman DPRD NTB Justru Capai Rp38 Miliar
Rektor Unram Siapkan Jalur Khusus Alumni: Dari Mentor hingga Orang Tua Asuh Mahasiswa
Konsolidasi Nasional IKA Unram, Ketua dan Rektor Kompak ‘Gas’ Ratusan Ribu Alumni Agar Tak Sekadar Nama
Halal Bihalal IKA Unram Jadi Ajang Konsolidasi Nasional, Alumni Didorong Perkuat Peran Strategis
Halal Bihalal IKA Unram, Isvie Rupaeda Tegaskan Peran Alumni Jadi Kunci Kemajuan Kampus
Perpres 4/2026 Disorot, Sawah NTB Beralih Fungsi, Direktur Mi6: Ini Sawah atau Real Estate Sih?
Soal Reklamasi Amahami, Persatuan Pemuda NTB Desak Kejati Tangkap Wali Kota Bima
Berita ini 56 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 18:50 WIB

Sekda Baru Dilantik, Ketua DPRD Isvie  ‘Warning’ Keras: Benahi Birokrasi dan Selamatkan Keuangan NTB

Senin, 13 April 2026 - 13:46 WIB

Di Tengah Efisiensi, Anggaran Makan-Minuman DPRD NTB Justru Capai Rp38 Miliar

Sabtu, 11 April 2026 - 23:50 WIB

Rektor Unram Siapkan Jalur Khusus Alumni: Dari Mentor hingga Orang Tua Asuh Mahasiswa

Sabtu, 11 April 2026 - 22:35 WIB

Konsolidasi Nasional IKA Unram, Ketua dan Rektor Kompak ‘Gas’ Ratusan Ribu Alumni Agar Tak Sekadar Nama

Sabtu, 11 April 2026 - 21:55 WIB

Halal Bihalal IKA Unram Jadi Ajang Konsolidasi Nasional, Alumni Didorong Perkuat Peran Strategis

Berita Terbaru