APBD-P NTB 2026 Disentil Fraksi Demokrat: Bima dan Kawasan Timur Diminta Diperkuat, Tak Diabaikan

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 15 September 2026 - 20:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pandangan umum Fraksi Demokrat DPRD NTB Menyoroti Pemerataan Pembangunan Dan Meminta Penguatan Infrastruktur di Kabupaten Bima serta Kawasan Timur NTB Dalam Perubahan APBD 2026.

Pandangan umum Fraksi Demokrat DPRD NTB Menyoroti Pemerataan Pembangunan Dan Meminta Penguatan Infrastruktur di Kabupaten Bima serta Kawasan Timur NTB Dalam Perubahan APBD 2026.

SUMBAWAPOST.com |™ Mataram-Fraksi Partai Demokrat DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memberikan sejumlah catatan terhadap Nota Keuangan dan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan APBD NTB Tahun Anggaran 2026.

Pandangan Umum Fraksi Demokrat tersebut disampaikan dalam rapat DPRD NTB pada (15/9/2026) dan dibacakan oleh Syamsul Fikri.

Fraksi Partai Demokrat mengapresiasi Pemerintah Provinsi NTB atas penyampaian Nota Keuangan dan Raperda tentang Perubahan APBD Provinsi NTB Tahun Anggaran 2026.

Fraksi Partai Demokrat berpandangan bahwa perubahan APBD merupakan instrumen penting untuk menyesuaikan Kebijakan dan Anggaran Daerah dengan perkembangan kondisi serta kebutuhan Masyarakat.

“Oleh karena itu, setiap perubahan Anggaran harus Benar-benar diarahkan pada peningkatan Kualitas Pelayanan Publik, pemerataan Pembangunan, penguatan Perekonomian, serta Perlindungan dan Kesejahteraan Masyarakat,” demikian pandangan Fraksi Partai Demokrat dalam keterangan tertulis yang diterima media ini.

Dalam mencermati penjelasan Pemerintah Provinsi NTB terhadap Nota Keuangan dan Raperda tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026, Fraksi Demokrat menyampaikan sejumlah Catatan dan Pandangan.

Salah satu perhatian utama Fraksi Demokrat adalah Pemerataan Pembangunan dan Keadilan Antar-Wilayah.

“Fraksi Partai Demokrat berpandangan bahwa pembangunan Daerah harus berlandaskan prinsip Pemerataan dan Keadilan Antar-Wilayah. Pertumbuhan Ekonomi NTB tidak boleh terkonsentrasi pada Kawasan tertentu, tetapi harus mampu menciptakan Pusat-pusat pertumbuhan baru di seluruh Wilayah Provinsi,” tegas Fraksi Demokrat.

Fraksi Demokrat memberikan perhatian khusus terhadap kawasan timur NTB, termasuk Kabupaten Bima yang memiliki potensi besar di sektor Pertanian, Peternakan, Kelautan dan Perikanan, serta Aktivitas Ekonomi Masyarakat.

Baca Juga :  Kapal Pesiar Viking Sky Bawa 800 Wisatawan ke Lombok, Gili Mas Diproyeksi Layani 30 Kapal Pesiar pada 2026

“Untuk itu, Fraksi Partai Demokrat mendorong peningkatan dukungan infrastruktur, terutama jalan dan jembatan, Irigasi, Konektivitas Transportasi, serta Infrastruktur pendukung kegiatan Ekonomi Masyarakat,” Demikian disampaikan dalam Pandangan Umum tersebut yang dibacakan Syamsul Fikri.

Fraksi Demokrat juga meminta Pemerintah Provinsi NTB melakukan evaluasi terhadap distribusi program dan Anggaran Infrastruktur dalam Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026.

“Fraksi Partai Demokrat meminta Pemerintah Provinsi NTB melakukan evaluasi terhadap distribusi program dan anggaran infrastruktur dalam perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 agar prinsip pemerataan pembangunan dapat diwujudkan secara nyata,” terangnya.

Selain persoalan pemerataan pembangunan, Fraksi Demokrat mencermati Pendapatan Daerah dalam Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 yang ditargetkan sebesar Rp5,683 triliun.

Target tersebut meningkat 1,08 persen dibandingkan target APBD Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp5,622 triliun.

“Fraksi Partai Demokrat berpandangan bahwa peningkatan Pendapatan Daerah harus diarahkan untuk memperkuat kemandirian fiskal dan mengurangi ketergantungan terhadap sumber pendanaan dari Pemerintah Pusat,” ungkapnya.

Secara khusus, Fraksi Demokrat mendorong optimalisasi penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

“Secara khusus, Fraksi Partai Demokrat mendorong optimalisasi penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) melalui penguatan basis data wajib pajak, penagihan tunggakan, peningkatan koordinasi dengan Samsat, Kepolisian, dan Jasa Raharja, serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” pintanya.

Fraksi Demokrat juga meminta Pemerintah Provinsi NTB memberikan perhatian terhadap optimalisasi Dana Bagi Hasil (DBH), termasuk DBH yang bersumber dari PT SJR.

“Fraksi Partai Demokrat juga meminta Pemerintah Provinsi NTB memberikan perhatian terhadap optimalisasi Dana Bagi Hasil (DBH), termasuk DBH yang bersumber dari PT. SJR, dengan memastikan kejelasan Basis Perhitungan, Potensi Penerimaan, Realisasi, dan Mekanisme penyalurannya kepada Daerah,” terangnya.

Baca Juga :  Janji Lulus Polisi Rp550 Juta, Oknum Polisi Polda NTB Dilaporkan, Diduga Libatkan Aktivis

Fraksi Demokrat Menegaskan bahwa optimalisasi Pendapatan harus dilakukan secara Terukur dan Transparan.

“Fraksi Partai Demokrat Menegaskan bahwa Optimalisasi Pendapatan harus dilakukan secara terukur dan Transparan, dengan menggali Sumber Pendapatan Baru, mengoptimalkan Aset Daerah, memperbaiki tata kelola BUMD, dan meningkatkan Kualitas Pengelolaan Pendapatan,” Katanya.

Fraksi Demokrat berharap seluruh catatan dan pandangan yang telah disampaikan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam proses pembahasan.

“Fraksi Partai Demokrat berharap agar seluruh catatan dan pandangan yang telah disampaikan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam proses pembahasan, sehingga perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 benar-benar memberikan manfaat bagi Masyarakat dan memperkuat pembangunan Provinsi Nusa Tenggara Barat,” sambungnya.

Sebagai penutup, Fraksi Partai Demokrat menyatakan dapat menerima dan menyetujui rancangan peraturan daerah dimaksud untuk dilanjutkan pembahasannya sesuai dengan mekanisme serta ketentuan tata tertib DPRD Provinsi NTB.

“Fraksi Partai Demokrat menyatakan dapat menerima dan menyetujui rancangan peraturan daerah dimaksud untuk dilanjutkan pembahasannya sesuai dengan mekanisme serta ketentuan tata tertib DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat,” pangkas.

Rapat tersebut Rapat Paripurna yang digelar pada Selasa kemarin dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD NTB, H Lalu Wirajaya dari Fraksi Gerindra didampingi oleh H Yek Agil dari Fraksi PKS. Sementara dari eksekutif dihadiri oleh Sekda NTB, Abul Chair.

 

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

APBD-P NTB 2026 Disetujui: Belanja Rp6,05 Triliun, Defisit Rp369 Miliar, SiLPA Rp431 Miliar
Daftar Kabupaten-Kota Berprestasi di NTB Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp17 Miliar
Kota Bima dan Mataram Borong Penghargaan Kemendagri, Insentif Capai Rp10,5 Miliar
Lombok Timur Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp1 Miliar
Sumbawa Barat Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Dapat Insentif Rp2,5 Miliar
Lombok Utara Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp3 Miliar
APBD-P NTB 2026 Disepakati, Puluhan Ribu KK hingga Air Bersih dan MotoGP Mandalika Jadi Fokus
Kota Bima Borong 2 Penghargaan Terbaik I, Dapat Insentif Rp4 Miliar dari Kemendagri
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 09:37 WIB

APBD-P NTB 2026 Disetujui: Belanja Rp6,05 Triliun, Defisit Rp369 Miliar, SiLPA Rp431 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:57 WIB

Daftar Kabupaten-Kota Berprestasi di NTB Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp17 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:36 WIB

Kota Bima dan Mataram Borong Penghargaan Kemendagri, Insentif Capai Rp10,5 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:16 WIB

Lombok Timur Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp1 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:07 WIB

Sumbawa Barat Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Dapat Insentif Rp2,5 Miliar

Berita Terbaru