Anugerah Kebudayaan PWI 2026: Wali Kota Mataram Satu-satunya Kepala Daerah NTB Lolos ke Pusat, Usung Gerbang Sangkareang

Avatar

- Jurnalis

Senin, 5 Januari 2026 - 17:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana Menggelar Pertemuan dengan PWI NTB.

Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana Menggelar Pertemuan dengan PWI NTB.

SUMBAWAPOST.com| Mataram- Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana terus mematangkan persiapan menghadapi tahap akhir penilaian Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Tahun 2026. Ia menjadi satu-satunya kepala daerah dari Nusa Tenggara Barat (NTB) yang berhasil melaju ke babak presentasi tingkat nasional.Sebagai bagian dari persiapan strategis, Mohan mengundang jajaran pengurus PWI NTB bersama Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mataram untuk menyatukan persepsi dan memperkuat materi presentasi. Langkah ini dilakukan menyusul keterpilihannya sebagai nominator Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026.

Mohan menegaskan, persiapan dilakukan secara maksimal mengingat presentasi akan berlangsung di Kantor PWI Pusat, Jakarta, pada 8-9 Januari 2026, dengan dewan juri yang merupakan tokoh nasional di bidang seni, budaya, dan pers.

“Karena para jurinya adalah kaliber nasional, maka saya butuh ketemu dengan pengurus PWI NTB agar kita bisa sharing untuk bisa menaklukkan para juri PWI Pusat. Insya Allah, dengan ketemu ini, makin saya siap untuk presentasi di Jakarta nanti,” tegas Mohan saat menerima silaturahmi pengurus PWI NTB di Ruang Tamu Kantor Wali Kota Mataram, Senin (5/1/2025).

Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana bersama Ketua PWI NTB Ahmad Ikliludin dengan Didampingi Sekretaris PWI NTB Fahrul Mustofa serta sejumlah Pengurus

Ia mengungkapkan, seluruh sarana dan prasarana presentasi telah disiapkan, termasuk makalah yang akan dipaparkan di hadapan lima orang dewan juri. Seluruh materi dipastikan sesuai dengan tema Anugerah Kebudayaan PWI.

Sebagai informasi, Pemerintah Kota Mataram mengajukan Gerbang Sangkareang sebagai karya budaya unggulan dalam proposal Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026.

Karya arsitektur tersebut dinilai merepresentasikan identitas, dinamika budaya, serta arah pembangunan Kota Mataram.

Mohan menjelaskan, Gerbang Sangkareang memadukan nilai tradisi masyarakat Sasak dengan sentuhan arsitektur modern, sekaligus menjadi simbol komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan ruang publik yang berkarakter.

Baca Juga :  Kartu KSB Maju: Dari Bangku Sekolah ke Ranjang RS hingga Liang Lahat, Semua Gratis

“Gerbang mengangkat konsep lumbung kehidupan. Ini menjadi sebuah ikon agraris masyarakat Sasak yang melambangkan kesejahteraan, ketahanan, dan kebersamaan,” katanya.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa motif lumbung yang dikemas secara kontemporer menjadikan Gerbang Sangkareang sebagai penanda ruang dan makna kota. Keberadaannya turut memperkuat ekosistem kreatif melalui pengembangan batik, kriya logam, desain publik, hingga identitas visual kota yang mendorong dinamika budaya dan ekonomi.

“Proposal yang kami ajukan menunjukkan kesungguhan Pemerintah Kota Mataram dalam memajukan kebudayaan,” ucapnya.

Ketua DPD Partai Golkar NTB ini menambahkan, keikutsertaan dalam Anugerah Kebudayaan PWI 2026 menjadi upaya strategis untuk memperkenalkan budaya Kota Mataram sekaligus mengharumkan nama Provinsi NTB di tingkat nasional.

Ia juga mengungkapkan bahwa konsep Gerbang Sangkareang telah menginspirasi daerah lain. Salah satunya adalah Kota Bima.

“Alhamdulillah, Pak Wali Kota Bima sudah minta izin berkomunikasi dengan kami untuk menerapkan seperti yang kita sudah di Mataram untuk ditiru di pembangunan Alun-alun Kota Bima ke depannya,” tandas Mohan.

Dalam perjalanannya, Gerbang Sangkareang tidak hanya menjadi simbol, tetapi juga berfungsi sebagai generator kreativitas kolektif yang melibatkan pengrajin, desainer tekstil, arsitek, pelaku UMKM, komunitas kreatif, hingga industri fesyen.

“Ini usaha kita bersama. Untuk hasilnya biarkan mengalir saja. Yang penting kita sudah mengenalkan Gerbang Sangkareang ini ke tingkat nasional,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua PWI NTB Ahmad Ikliludin menegaskan komitmen pihaknya untuk mendukung penuh Wali Kota Mataram dalam tahapan penilaian akhir Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026.

Baca Juga :  Ahmad Ikliluddin Jadi Nahkoda Baru, AMSI: Pers NTB Kini Punya ‘Kapten Marvel’ di Era Digital

“Kami siap berkolaborasi dan membantu Wali Kota Mataram untuk mendapatkan hasil yang terbaik di Anugerah Kebudayaan PWI Pusat Tahun 2026,” kata Iklil, didampingi Sekretaris PWI NTB Fahrul Mustofa.

Sebelumnya, Direktur Anugerah Seni dan Kebudayaan PWI Pusat, Yusuf Susilo Hartono, menyampaikan bahwa penghargaan Anugerah Kebudayaan PWI akan diserahkan pada puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Provinsi Banten pada 9 Februari 2026.

“Sepuluh kepala daerah tersebut dipilih oleh dewan juri setelah melalui penilaian mendalam terhadap proposal beserta seluruh lampirannya yang sangat lengkap. Mulai video, Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPD), peraturan daerah, tautan pemberitaan, hingga dokumentasi foto,” jelas Yusuf.

Dari sepuluh kepala daerah tersebut, terdapat tiga wali kota yakni Wahyu Hidayat (Wali Kota Malang), Andi Harun (Wali Kota Samarinda), dan Mohan Roliskana (Wali Kota Mataram). Sementara tujuh lainnya merupakan bupati dari berbagai daerah di Indonesia.

Dewan Juri Anugerah Kebudayaan PWI-HPN 2026 berjumlah lima orang, terdiri dari unsur internal dan eksternal PWI Pusat, yakni Dr. Nungki Kusumastuti, Agus Dermawan T, Sudjiwo Tejo, Akhmad Munir, dan Yusuf Susilo Hartono.

Yusuf menambahkan, rangkaian presentasi akan berlangsung selama dua hari. Hari pertama diisi silaturahmi dan pengundian nomor urut, sedangkan hari kedua diisi sesi presentasi sesuai nomor urut yang telah ditetapkan.

“Dalam presentasi tersebut, Dewan Juri akan mendalami topik yang diajukan. Aspek penilaian meliputi penguasaan materi, gaya dan teknik presentasi, serta penggunaan sarana atau peraga pendukung,” pungkasnya.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Sekda Baru Dilantik, Ketua DPRD Isvie  ‘Warning’ Keras: Benahi Birokrasi dan Selamatkan Keuangan NTB
Di Tengah Efisiensi, Anggaran Makan-Minuman DPRD NTB Justru Capai Rp38 Miliar
Rektor Unram Siapkan Jalur Khusus Alumni: Dari Mentor hingga Orang Tua Asuh Mahasiswa
Konsolidasi Nasional IKA Unram, Ketua dan Rektor Kompak ‘Gas’ Ratusan Ribu Alumni Agar Tak Sekadar Nama
Halal Bihalal IKA Unram Jadi Ajang Konsolidasi Nasional, Alumni Didorong Perkuat Peran Strategis
Halal Bihalal IKA Unram, Isvie Rupaeda Tegaskan Peran Alumni Jadi Kunci Kemajuan Kampus
Perpres 4/2026 Disorot, Sawah NTB Beralih Fungsi, Direktur Mi6: Ini Sawah atau Real Estate Sih?
Soal Reklamasi Amahami, Persatuan Pemuda NTB Desak Kejati Tangkap Wali Kota Bima
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 18:50 WIB

Sekda Baru Dilantik, Ketua DPRD Isvie  ‘Warning’ Keras: Benahi Birokrasi dan Selamatkan Keuangan NTB

Senin, 13 April 2026 - 13:46 WIB

Di Tengah Efisiensi, Anggaran Makan-Minuman DPRD NTB Justru Capai Rp38 Miliar

Sabtu, 11 April 2026 - 23:50 WIB

Rektor Unram Siapkan Jalur Khusus Alumni: Dari Mentor hingga Orang Tua Asuh Mahasiswa

Sabtu, 11 April 2026 - 22:35 WIB

Konsolidasi Nasional IKA Unram, Ketua dan Rektor Kompak ‘Gas’ Ratusan Ribu Alumni Agar Tak Sekadar Nama

Sabtu, 11 April 2026 - 21:55 WIB

Halal Bihalal IKA Unram Jadi Ajang Konsolidasi Nasional, Alumni Didorong Perkuat Peran Strategis

Berita Terbaru