SUMBAWAPOST.com |™ Mataram- Umur Harapan Hidup (UHH) penduduk Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 2026 meningkat menjadi 72,81 tahun. Angka tersebut bertambah 0,21 tahun dibandingkan tahun sebelumnya.
Peningkatan ini menjadi salah satu indikator membaiknya dimensi kesehatan dalam pembangunan manusia di NTB.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, Dr. Drs. Wahyudin, MM, menyampaikan bahwa peningkatan Umur Harapan Hidup (UHH) penduduk Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 2026 meningkat menjadi 72,81 tahun.
Angka tersebut turut mendorong kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) NTB tahun 2026 menjadi 74,73.
“Angka IPM tersebut meningkat 0,76 poin atau 1,03 persen dibandingkan tahun 2025 yang tercatat sebesar 73,97. Capaian ini menempatkan IPM NTB dalam kategori tinggi,”ungkap Wahyudin.
Peningkatan IPM terjadi pada seluruh dimensi pembentuknya, yakni kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak.
Pada dimensi kesehatan, Peningkatan Umur Harapan Hidup berjalan seiring dengan perluasan akses pelayanan kesehatan.
Salah satunya melalui program pemeriksaan kesehatan gratis yang hingga Oktober 2026 telah menjangkau 2,2 juta jiwa atau 39,79 persen dari total penduduk NTB.
“Capaian tersebut melampaui angka nasional yang tercatat sebesar 38,90 persen,”sebutnya.
Peningkatan akses Pelayanan Kesehatan menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung kualitas hidup Masyarakat dan Pembangunan Manusia di Daerah.
Selain Kesehatan, perkembangan Positif juga terlihat pada dimensi Pendidikan.
“BPS mencatat rata-rata lama sekolah penduduk berusia 25 tahun ke atas meningkat dari 8,21 tahun menjadi 8,51 tahun,”terangnya.
Sementara itu, harapan lama sekolah anak usia tujuh tahun mencapai 14 tahun. Data BPS juga menunjukkan angka anak putus sekolah mengalami penurunan 8,26 persen dibandingkan tahun 2025.
“Perkembangan tersebut memperlihatkan adanya peningkatan pada indikator pendidikan yang menjadi bagian dari penghitungan IPM,”cetusnya.
Pada dimensi standar hidup layak, pengeluaran riil per kapita per tahun meningkat Rp346 ribu atau 2,90 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Peningkatan tersebut mencerminkan membaiknya kemampuan ekonomi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup.
Wahyudin menjelaskan bahwa IPM merupakan indikator yang menggambarkan capaian pembangunan manusia melalui tiga dimensi utama, yaitu Kesehatan, Pendidikan, dan standar hidup layak. “Dengan meningkatnya ketiga dimensi tersebut, IPM NTB pada 2026 mencapai 74,73,”tegasnya.
Penulis : SUMBAWAPOST.com











