Mendag Buka Jalan UMKM NTB Tembus Pasar Ekspor, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 5 November 2026 - 14:43 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Perdagangan Budi Santoso Didampingi Wagub NTB Indah Dhamayanti Putri dan Ketua Dekranasda NTB Sinta M. Iqbal Saat Berdialog Dengan Pelaku UMKM di Galeri Kreatif Bale KITA, Mataram, Kamis (5/11/2026).

Menteri Perdagangan Budi Santoso Didampingi Wagub NTB Indah Dhamayanti Putri dan Ketua Dekranasda NTB Sinta M. Iqbal Saat Berdialog Dengan Pelaku UMKM di Galeri Kreatif Bale KITA, Mataram, Kamis (5/11/2026).

SUMBAWAPOST.com |™ Mataram- Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Budi Santoso, mendorong Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Nusa Tenggara Barat (NTB) meningkatkan kualitas produk serta memperluas pemasaran agar mampu bersaing di pasar domestik hingga menembus pasar Internasional

Dorongan tersebut disampaikan Mendag saat mengunjungi galeri kreatif Bale KITA di Kota Mataram, Kamis (5/11/2026). Dalam kunjungan itu, Budi Santoso berdialog langsung dengan para pelaku UMKM untuk mendengarkan potensi, mengidentifikasi kendala, sekaligus memberikan arahan mengenai peluang pengembangan usaha dan akses pasar ekspor.

Kunjungan tersebut turut didampingi Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, serta Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi NTB, Sinta M. Iqbal. Agenda itu juga dirangkaikan dengan pembukaan pasar murah yang diinisiasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTB.

Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri mengatakan, daerah ini memiliki beragam produk lokal unggulan yang terus berkembang berkat inovasi para pelaku usaha. Bahkan, sejumlah produk UMKM NTB telah berhasil menjangkau pasar ekspor melalui sinergi pendampingan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan, termasuk Bank Indonesia.

“Kami berharap melalui kunjungan Bapak Menteri ini akan semakin banyak potensi yang dimiliki NTB, khususnya dari para pelaku UMKM, yang mendapatkan akses pasar lebih luas, termasuk pasar luar negeri,” harap Wagub yang akrab disapa Umi Dinda.

Baca Juga :  Wagub Umi Dinda Serukan Persatuan: Stop Ribut, Saatnya Bangun NTB

Ia menegaskan, UMKM merupakan motor penggerak ekonomi kerakyatan yang membutuhkan dukungan berkelanjutan. Dukungan tersebut mencakup peningkatan mutu produk, desain kemasan, hingga perluasan jaringan pemasaran.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Budi Santoso menjelaskan, pasar domestik Indonesia dengan jumlah penduduk sekitar 284 juta jiwa merupakan potensi besar yang harus dimanfaatkan pelaku UMKM sebagai pijakan pengembangan usaha sebelum memasuki pasar internasional.

Meski demikian, kualitas produk harus terus ditingkatkan agar mampu bersaing dengan produk impor maupun memenuhi standar pasar ekspor.

Untuk mendukung langkah tersebut, Kementerian Perdagangan telah menyiapkan sejumlah program strategis. Di antaranya Pengembangan Produk Berorientasi Ekspor melalui Business Matching, yang membuka akses pelaku UMKM ke jaringan ritel modern dan pameran internasional.

Kemendag juga memiliki program UMKM BISA Ekspor atau Berani Inovasi, Siap Adaptasi. Melalui platform InaExport, pelaku usaha dapat mendaftarkan produknya untuk dikurasi dan diperkenalkan kepada perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri serta Indonesia Trade Promotion Center (ITPC).

Fasilitas tersebut diharapkan dapat mempertemukan produk UMKM dengan calon pembeli dari berbagai negara sekaligus membuka peluang kerja sama bisnis internasional.

Namun, Mendag mengingatkan bahwa peluang mendapatkan pesanan ekspor harus diimbangi dengan kesiapan kapasitas produksi dan kemampuan memenuhi pesanan tepat waktu.

“Kalau mendapatkan pesanan, pelaku UMKM harus benar-benar siap. Jangan sampai sudah mendapatkan pembeli, tetapi tidak mampu memenuhi pesanan. Jika kapasitas produksi masih terbatas, bisa berkolaborasi dengan pelaku usaha lain agar kebutuhan pasar tetap terpenuhi,” pesan Mendag.

Baca Juga :  Daun Kelor Mengubah Nasib Anak Pelosok Dompu hingga Tembus Pasar Internasional

Selain memperluas akses pasar, Kemendag juga memperkenalkan fasilitas Klinik Desain digital yang dapat dimanfaatkan pelaku UMKM secara daring. Fasilitas ini membantu meningkatkan tampilan desain dan kemasan produk agar memiliki daya tarik serta nilai jual lebih tinggi di mata konsumen.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Dekranasda Provinsi NTB, Sinta M. Iqbal, menyampaikan bahwa dialog bersama Menteri Perdagangan memberikan banyak masukan dan solusi bagi berbagai persoalan yang dihadapi perajin serta pelaku UMKM di daerah.

Persoalan tersebut antara lain menyangkut peningkatan standar mutu, keterbatasan kapasitas produksi, kebutuhan peralatan penunjang, hingga pendampingan teknis.

Sinta mengatakan, Dekranasda bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTB akan menindaklanjuti berbagai program fasilitasi yang disampaikan Mendag. Salah satunya melalui penguatan kerja sama dengan perguruan tinggi lokal untuk membantu mengatasi persoalan teknis produksi.

Termasuk di dalamnya kebutuhan memperpanjang masa kedaluwarsa (expired date) produk olahan pangan agar lebih siap dipasarkan.

“Alhamdulillah, kami mendapat banyak pencerahan. Keluhan-keluhan yang disampaikan teman-teman UMKM ternyata memiliki solusi melalui program-program Kementerian Perdagangan. Ini akan kami tindak lanjuti bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan, terutama pelatihan-pelatihan yang tadi disampaikan oleh Pak Menteri,” ujar Sinta.

Ia juga mengingatkan para pelaku UMKM agar menjaga kepercayaan konsumen dengan mempertahankan konsistensi kualitas produk.

Menurutnya, kualitas produk yang tidak konsisten dapat merusak kepercayaan pembeli dan menjadi hambatan dalam membangun jaringan bisnis jangka panjang, baik di pasar nasional maupun internasional.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Hadapi Persaingan Pariwisata Global, NTB Gembleng Generasi Muda Kuasai Bahasa Inggris dan Arab
Umur Harapan Hidup Masyarakat NTB Meningkat Jadi 72,81 Tahun pada 2026
Pengangguran NTB Turun Jadi 3,03 Persen, 3,15 Juta Orang Tercatat Bekerja
Ekonomi NTB Tumbuh 7,39 Persen, Sektor Tambang dan Smelter Jadi Penopang Utama
Kemiskinan NTB Turun Jadi 11,17 Persen, Wagub Umi Dinda Minta Pemkab-Pemkot Percepat Desa Berdaya
JPI NTB Deklarasikan Bela Prabowo dan Dukung Polri, Ini Empat Sikap Tegasnya
Wagub NTB Dampingi Mendag Pantau Harga Sembako, Surplus Cabai Disiapkan untuk Pasok Daerah Lain
Mendag Turun ke Pasar Kebon Roek Mataram, Segini Harga Cabai, Ayam hingga Beras
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 15:32 WIB

Hadapi Persaingan Pariwisata Global, NTB Gembleng Generasi Muda Kuasai Bahasa Inggris dan Arab

Jumat, 6 November 2026 - 15:01 WIB

Umur Harapan Hidup Masyarakat NTB Meningkat Jadi 72,81 Tahun pada 2026

Jumat, 6 November 2026 - 14:39 WIB

Pengangguran NTB Turun Jadi 3,03 Persen, 3,15 Juta Orang Tercatat Bekerja

Jumat, 6 November 2026 - 12:52 WIB

Ekonomi NTB Tumbuh 7,39 Persen, Sektor Tambang dan Smelter Jadi Penopang Utama

Jumat, 6 November 2026 - 08:11 WIB

Kemiskinan NTB Turun Jadi 11,17 Persen, Wagub Umi Dinda Minta Pemkab-Pemkot Percepat Desa Berdaya

Berita Terbaru

Terlihat Seorang Pekerja Tambang Sendang Melaksanakan Salat Menghadap Sang Pencipta Sebuah kali di Wilayah NTB.

Bisnis & Ekonomi

Umur Harapan Hidup Masyarakat NTB Meningkat Jadi 72,81 Tahun pada 2026

Jumat, 6 Nov 2026 - 15:01 WIB