Wagub NTB Dampingi Mendag Pantau Harga Sembako, Surplus Cabai Disiapkan untuk Pasok Daerah Lain

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 5 November 2026 - 13:43 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri Mendampingi Menteri Perdagangan Budi Santoso Saat Meninjau Harga dan Ketersediaan Bahan Pokok di Pasar Kebon Roek, Kota Mataram, Kamis (5/11/2026).

Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri Mendampingi Menteri Perdagangan Budi Santoso Saat Meninjau Harga dan Ketersediaan Bahan Pokok di Pasar Kebon Roek, Kota Mataram, Kamis (5/11/2026).

SUMBAWAPOST.com |™ Mataram- Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Indah Dhamayanti Putri, mendampingi Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Budi Santoso, meninjau ketersediaan dan harga bahan pokok di Pasar Kebon Roek, Kota Mataram, Kamis (5/11/2026).

Peninjauan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi NTB memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dalam menjaga stabilitas harga, mengendalikan inflasi, serta memastikan ketahanan pangan daerah menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Dalam kunjungan itu, Wagub Indah bersama Mendag Budi Santoso berkeliling pasar dan menyapa para pedagang. Keduanya memantau langsung perkembangan harga sejumlah komoditas sekaligus memastikan ketersediaan pasokan kebutuhan pokok bagi masyarakat.

Hasil pemantauan menunjukkan harga sejumlah komoditas pangan di NTB relatif stabil. Bahkan, beberapa di antaranya masih dijual di bawah Harga Acuan Pemerintah (HAP).

Harga cabai tercatat berkisar Rp35.000 hingga Rp40.000 per kilogram, lebih rendah dibandingkan harga acuannya sebesar Rp55.000 per kilogram.

Baca Juga :  Garnita NasDem NTB Tancap Gas, Ambil Bagian dalam Gerakan Nasional 1.500 Kakus Sekolah

Kondisi serupa terlihat pada komoditas lainnya. Telur ayam dijual di bawah Rp25.000 per kilogram, sedangkan daging ayam ras berada di kisaran Rp35.000 per kilogram dari harga acuan Rp40.000.

Bawang merah dijual sekitar Rp30.000 per kilogram, lebih rendah dari harga acuan Rp41.500. Sementara itu, bawang putih berkisar Rp28.000 hingga Rp30.000 per kilogram, dibandingkan harga acuan Rp39.000.

Adapun beras premium dan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) terpantau tersedia dengan harga sesuai ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp14.900 per kilogram untuk beras premium.

Selain memastikan stabilitas harga di tingkat pasar, pemerintah juga menyiapkan langkah untuk mengoptimalkan surplus produksi pangan NTB, khususnya komoditas hortikultura seperti cabai.

Surplus tersebut berpeluang didistribusikan ke sejumlah wilayah di Indonesia yang mengalami kekurangan pasokan atau kenaikan harga. Skema distribusi silang ini diharapkan dapat membantu menjaga keseimbangan pasokan dan harga pangan antarwilayah.

Pelaksanaannya direncanakan melalui koordinasi lintas instansi, melibatkan Bank Indonesia (BI), Badan Pangan Nasional (Bapanas), serta pemerintah daerah. Pemantauan perkembangan harga dan pasokan juga didukung Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) yang diperbarui setiap hari.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengapresiasi koordinasi pemerintah daerah dan berbagai pihak dalam menjaga stabilitas harga serta ketersediaan pasokan di NTB.

“Harga di Provinsi NTB, khususnya di Kota Mataram relatif stabil, pasokan terjamin, dan cenderung berada di bawah harga acuan. Saya berterima kasih kepada Ibu Wagub, Pak Wali Kota, BI, Bulog, serta para distributor yang terus bersama-sama memantau dan memastikan pasokan produk mendekati Natal dan Tahun Baru,” ujar Mendag.

Peninjauan tersebut turut dihadiri Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Hario K. Pamungkas, serta Kepala Kantor Wilayah Perum Bulog NTB, Mara Kamin Siregar.

 

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Hadapi Persaingan Pariwisata Global, NTB Gembleng Generasi Muda Kuasai Bahasa Inggris dan Arab
Umur Harapan Hidup Masyarakat NTB Meningkat Jadi 72,81 Tahun pada 2026
Pengangguran NTB Turun Jadi 3,03 Persen, 3,15 Juta Orang Tercatat Bekerja
Ekonomi NTB Tumbuh 7,39 Persen, Sektor Tambang dan Smelter Jadi Penopang Utama
Kemiskinan NTB Turun Jadi 11,17 Persen, Wagub Umi Dinda Minta Pemkab-Pemkot Percepat Desa Berdaya
JPI NTB Deklarasikan Bela Prabowo dan Dukung Polri, Ini Empat Sikap Tegasnya
Mendag Buka Jalan UMKM NTB Tembus Pasar Ekspor, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
Mendag Turun ke Pasar Kebon Roek Mataram, Segini Harga Cabai, Ayam hingga Beras
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 15:32 WIB

Hadapi Persaingan Pariwisata Global, NTB Gembleng Generasi Muda Kuasai Bahasa Inggris dan Arab

Jumat, 6 November 2026 - 15:01 WIB

Umur Harapan Hidup Masyarakat NTB Meningkat Jadi 72,81 Tahun pada 2026

Jumat, 6 November 2026 - 14:39 WIB

Pengangguran NTB Turun Jadi 3,03 Persen, 3,15 Juta Orang Tercatat Bekerja

Jumat, 6 November 2026 - 12:52 WIB

Ekonomi NTB Tumbuh 7,39 Persen, Sektor Tambang dan Smelter Jadi Penopang Utama

Jumat, 6 November 2026 - 08:11 WIB

Kemiskinan NTB Turun Jadi 11,17 Persen, Wagub Umi Dinda Minta Pemkab-Pemkot Percepat Desa Berdaya

Berita Terbaru

Terlihat Seorang Pekerja Tambang Sendang Melaksanakan Salat Menghadap Sang Pencipta Sebuah kali di Wilayah NTB.

Bisnis & Ekonomi

Umur Harapan Hidup Masyarakat NTB Meningkat Jadi 72,81 Tahun pada 2026

Jumat, 6 Nov 2026 - 15:01 WIB