Gubernur NTB Turun Tangan, Perintahkan Penelusuran Warga Mataram di Myawaddy Myanmar

Avatar

- Jurnalis

Sabtu, 26 September 2026 - 21:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Memerintahkan Penelusuran dan Penanganan Terhadap Muhamad Yanuar Fikri, warga Mataram Yang Diketahui Berada di Myawaddy, Myanmar.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Memerintahkan Penelusuran dan Penanganan Terhadap Muhamad Yanuar Fikri, warga Mataram Yang Diketahui Berada di Myawaddy, Myanmar.

SUMBAWAPOST.com |™ Mataram- Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal turun tangan menangani keberadaan Muhamad Yanuar Fikri, WNI/PMI asal Karang Kelok, Kota Mataram, yang diketahui berada di wilayah Myawaddy, Myanmar.

Gubernur NTB telah memerintahkan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB untuk terus menelusuri kondisi dan keberadaan Yanuar. Pemprov NTB juga berkoordinasi dengan KBRI Yangon guna memastikan keselamatan serta mengupayakan proses pemulangannya ke Indonesia.

Juru Bicara Pemprov NTB, Ahsanul Halik, mengatakan langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan mengenai Yanuar yang berdasarkan informasi keluarga diduga mengalami permasalahan setelah berada di Myanmar.

Atas arahan Gubernur, Kepala Disnakertrans NTB Dr. H. Aidy Furqan, S.Pd., M.Pd., bersama tim terus melakukan pemantauan dan komunikasi dengan KBRI Yangon.

“Bapak Gubernur telah memerintahkan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi untuk terus mencari informasi mengenai keberadaan dan kondisi warga NTB tersebut. Koordinasi dengan KBRI Yangon terus dilakukan untuk memastikan keselamatannya dan mengetahui langkah yang paling tepat untuk proses pemulangan,” ujar Ahsanul, Jumat (25/9/2026).

Perkembangan terbaru menunjukkan keberadaan Muhamad Yanuar Fikri telah berhasil dilacak. KBRI Yangon pada 24 September 2026 pukul 11.34 waktu Myanmar berhasil terhubung dan berkomunikasi langsung dengan Yanuar melalui WhatsApp.

Dari komunikasi tersebut diketahui Yanuar tiba di Myanmar melalui Bandara Yangon sekitar 15 September 2026.

Berdasarkan laporan update penanganan Disnakertrans NTB tertanggal 25 September 2026 pukul 15.10 WITA, Yanuar diketahui berada di sekitar Asia Road, Myawaddy-Thin Gan Nyi Naung Road, Myawaddy 13051, Myanmar (Burma).

Lokasi tersebut berada di Myawaddy Township, Kayin State, wilayah tenggara Myanmar yang berbatasan langsung dengan Thailand. Kota Myawaddy dipisahkan dari Mae Sot, Provinsi Tak, Thailand, oleh Sungai Moei atau Thaungyin.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB, Dr. H. Aidy Furqan, S.Pd., M.Pd, melalui Pejabat Fungsional Pengantar Kerja Disnakertrans NTB, Pradiptha Himawan Putra, S.H., M.H.,  Menyampaikan kawasan tersebut merupakan salah satu koridor perdagangan dan perlintasan utama antara Myanmar dan Thailand.

“KBRI Yangon telah berhasil terhubung dan berkomunikasi melalui WhatsApp dengan Muhamad Yanuar Fikri,” demikian disampaikan dalam laporan update penanganan yang disampaikan melalui Pradiptha Himawan Putra, dalam keterangan tertulis yang diterima media ini.

Lokasi keberadaan Yanuar bukan berada di kawasan perkotaan Yangon, melainkan di wilayah perbatasan dengan karakter geografis dan situasi keamanan yang berbeda.

Baca Juga :  Bandar Narkoba Karang Bagu Terbongkar, Polda NTB Amankan 23 Orang hingga ke Bali

Jalur Myawaddy-Thin Gan Nyi Naung merupakan bagian dari koridor Asian Highway atau Asia Highway 1 (AH1), yang menghubungkan Myawaddy menuju Thin Gan Nyi Naung dan selanjutnya ke arah Kawkareik serta wilayah Myanmar bagian barat.

Thin Gan Nyi Naung berada dalam wilayah Myawaddy Township dan menjadi salah satu titik penting pada jalur tersebut. Secara geografis, kawasan Myawaddy-Thin Gan Nyi Naung berada di wilayah perbukitan dan Pegunungan Dawna pada jalur menuju Kawkareik.

Kondisi tersebut membuat mobilitas dari dan menuju lokasi harus mempertimbangkan jalur yang tersedia, pemeriksaan di lapangan serta kewenangan berbagai pihak yang menguasai wilayah.

Laporan Disnakertrans NTB juga menyebut kawasan Myawaddy dan wilayah perbatasan sekitarnya menjadi perhatian internasional karena adanya laporan mengenai perdagangan manusia dan pusat operasi penipuan daring atau online scam/scam centre.

Namun, keberadaan Yanuar di kawasan tersebut belum dapat secara otomatis disimpulkan sebagai korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) atau bekerja di scam centre. Hal itu masih memerlukan verifikasi langsung oleh KBRI Yangon dan otoritas terkait.

“Keberadaan yang bersangkutan di kawasan Myawaddy tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa yang bersangkutan merupakan korban TPPO atau bekerja pada scam centre. Hal tersebut masih memerlukan Verifikasi langsung oleh KBRI Yangon dan otoritas terkait,” demikian substansi laporan tersebut.

Dinamika keamanan di kawasan Myawaddy juga menjadi salah satu pertimbangan dalam proses penanganan.

Laporan kajian konflik Myanmar tahun 2026 yang menjadi rujukan dalam laporan tersebut mencatat adanya penguasaan atau pengaruh berbagai kelompok bersenjata pada sejumlah jalur strategis di Myawaddy Township, termasuk kawasan dari Thin Gan Nyi Naung hingga Shwe Kokko Myaing.

Karena itu, proses penjemputan Yanuar tidak dapat dilakukan secara sepihak.

“Proses penjemputan tidak dapat dilakukan secara sepihak tanpa memperhatikan aspek Keamanan, akses Wilayah, dan Koordinasi dengan Otoritas/Pihak yang memiliki Kewenangan di lapangan,” tulis dalam laporan tersebut.

Dari sisi akses perjalanan, jarak dari lokasi Yanuar menuju Bandara Internasional Yangon diperkirakan membutuhkan perjalanan darat sekitar 7-8 jam.

Waktu tempuh tersebut bergantung pada kondisi jalan, keamanan, pemeriksaan atau checkpoint, rute yang dapat digunakan serta situasi aktual di lapangan.

Dengan kondisi tersebut, proses pemindahan menuju Yangon tidak dapat diperlakukan sebagai penjemputan biasa dan harus dilakukan secara terencana.

Baca Juga :  Disperkim NTB dan Our Ecolution Jajaki Inovasi Jerami Jadi Material Bangunan Ramah Lingkungan

Disnakertrans NTB saat ini terus mengupayakan koordinasi dengan KBRI Yangon untuk memperoleh kepastian mengenai langkah penjemputan Yanuar dari lokasi keberadaannya.

Koordinasi diarahkan untuk memastikan kemungkinan dan mekanisme penjemputan langsung menuju titik lokasi yang telah diperoleh berdasarkan koordinat Google Maps.

Dalam proses tersebut, Pemprov NTB tetap memperhatikan kewenangan KBRI Yangon serta kondisi keamanan wilayah.

KBRI Yangon juga diharapkan melakukan verifikasi lebih lanjut terkait kondisi Yanuar, meliputi keselamatan dan kesehatan, kebebasan bergerak, pihak yang saat ini bersama atau menguasainya, dokumen perjalanan, status pekerjaan serta proses keberangkatannya ke Myanmar.

Verifikasi juga diarahkan untuk mengetahui kemungkinan adanya unsur penipuan, eksploitasi, penyekapan, TPPO atau tindak pidana lainnya. Selain itu, KBRI Yangon diharapkan memastikan kemungkinan dan mekanisme pemindahan yang aman menuju Yangon.

“Pemerintah Provinsi NTB pada prinsipnya mendukung langkah perlindungan dan pemulangan yang dilakukan Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri/KBRI Yangon serta Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, dengan tetap menempatkan keselamatan WNI/PMI dan petugas sebagai pertimbangan utama,” demikian disampaikan dalam laporan tersebut.

Pemprov NTB juga menegaskan bahwa setiap upaya penjemputan perlu terlebih dahulu mendapatkan koordinasi dan arahan dari KBRI Yangon agar dilakukan melalui jalur yang aman dan sesuai kewenangan.

Untuk tindak lanjut, Pemprov NTB melalui Disnakertrans akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi intensif dengan KBRI Yangon serta keluarga Yanuar.

Fokus utama saat ini adalah memastikan keselamatan yang bersangkutan, memastikan titik lokasi dan akses menuju lokasi, memperoleh arahan KBRI Yangon mengenai mekanisme penjemputan, serta mengupayakan pemindahan menuju Yangon melalui jalur yang aman.

Setelah seluruh aspek administratif dan keselamatan terpenuhi, pemerintah juga akan mengupayakan proses pemulangan Yanuar ke Indonesia.

“Fokus tindak lanjut saat ini adalah memastikan kondisi keselamatan Muhamad Yanuar Fikri, memastikan titik lokasi dan akses menuju yang bersangkutan, mendapatkan arahan KBRI Yangon mengenai mekanisme penjemputan, mengupayakan pemindahan yang bersangkutan dari lokasi menuju Yangon melalui jalur yang aman, dan mengupayakan proses pemulangan ke Indonesia setelah seluruh aspek administratif dan keselamatan terpenuhi,” demikian isi laporan Disnakertrans NTB.

Apabila terdapat perkembangan lebih lanjut mengenai hasil koordinasi dengan KBRI Yangon, kondisi Yanuar, mekanisme penjemputan maupun rencana pemulangan ke Indonesia, informasi tersebut akan segera disampaikan kepada pimpinan untuk koordinasi lebih lanjut.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Kemiri NTB Tembus Jepang dan Arab Saudi, Pemprov Genjot Hilirisasi
PMI Asal Mataram NTB di Myanmar Berhasil Ditemukan, Kini Berada di Kantor Polisi Myawaddy
SMKN 1 Pujut Kekurangan 16 Ruang Kelas dan Guru, Komisi V DPRD NTB Soroti Kebutuhan Sekolah
PMI Asal NTB di Myanmar Berhasil Dilacak, Disnakertrans NTB Ungkap Lokasi dan Kondisinya
Jelang MotoGP 2026, DPRD NTB Soroti Kesiapan Mandalika dan Dampaknya bagi Ekonomi Masyarakat
Disperindag NTB Bekali UMKM Desa Devisa dan Desa Ekspor Strategi Tembus Pasar Global
Riset RIKUB Kembangkan Teknologi Pengolahan Sampah dan Limbah untuk NTB, Ini Kampus yang Terlibat
Jelang Tuntutan, Kuasa Hukum Badai NTB Soroti Bukti Digital hingga Saksi yang Tak Ada di Dakwaan
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 21:16 WIB

Gubernur NTB Turun Tangan, Perintahkan Penelusuran Warga Mataram di Myawaddy Myanmar

Sabtu, 26 September 2026 - 09:25 WIB

Kemiri NTB Tembus Jepang dan Arab Saudi, Pemprov Genjot Hilirisasi

Jumat, 25 September 2026 - 20:50 WIB

PMI Asal Mataram NTB di Myanmar Berhasil Ditemukan, Kini Berada di Kantor Polisi Myawaddy

Jumat, 25 September 2026 - 19:28 WIB

SMKN 1 Pujut Kekurangan 16 Ruang Kelas dan Guru, Komisi V DPRD NTB Soroti Kebutuhan Sekolah

Jumat, 25 September 2026 - 17:08 WIB

PMI Asal NTB di Myanmar Berhasil Dilacak, Disnakertrans NTB Ungkap Lokasi dan Kondisinya

Berita Terbaru

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Saat Mendorong Pengembangan Kemiri dan Komoditas Pertanian NTB Melalui Hilirisasi dan Ekspor.

Bisnis & Ekonomi

Kemiri NTB Tembus Jepang dan Arab Saudi, Pemprov Genjot Hilirisasi

Sabtu, 26 Sep 2026 - 09:25 WIB