SUMBAWAPOST.com |™ Lombok Timur- PT High Point Fisheries (HPF) di Kahyangan, Labuhan Lombok, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), mencatat capaian Ekspor Tuna ke Amerika Serikat (AS) selama Dua tahun terakhir.
Sejak memasuki pasar ekspor pada 2025, perusahaan yang mulai dibangun pada 2022 tersebut telah merealisasikan puluhan kontainer Tuna dengan Produksi mencapai lebih dari 952 ton hingga 21 September 2026.
Pada 2025, HPF merealisasikan 29 kontainer ekspor dengan produksi sekitar 597 ton dan nilai Produksi sekitar Rp54,6 miliar.
Kinerja tersebut berlanjut pada 2026. Hingga 21 September 2026, HPF telah merealisasikan 18 kontainer Ekspor, dengan volume Produksi lebih dari 355 ton dan nilai Produksi melampaui Rp43,4 miliar.
Dengan capaian tersebut, total ekspor HPF sejak 2025 hingga 21 September 2026 mencapai 47 kontainer, dengan Produksi lebih dari 952 ton dan nilai Produksi sekitar Rp98 miliar.
Produk yang dihasilkan berupa Fillet Tuna Sirip Kuning atau Yellowfin Tuna. Produk tersebut dipasarkan ke Amerika Serikat (AS) dalam beberapa bentuk, antara lain Saku, Cube Hand cut, Ground Meat, dan Loin.
Gubernur NTB Dr. Lalu Muhamad Iqbal melalui Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi NTB sekaligus Juru Bicara Pemerintah Provinsi NTB Dr. H. Ahsanul Khalik, S.Sos., M.H., mengatakan capaian tersebut memperlihatkan perkembangan industri pengolahan hasil Perikanan di Daerah.
“Capaian ini menunjukkan bahwa Komoditas Kelautan NTB mulai bergerak dari sekadar bahan baku menjadi Produk olahan yang memiliki nilai tambah dan berdaya saing global,” ujar Ahsanul Khalik, dalam keterangan yang diterima media ini. Kamis (24/9/2026).
Untuk menembus pasar Internasional, aspek mutu, Keamanan pangan, dan ketertelusuran Produk menjadi bagian penting dalam proses Pengolahan dan Ekspor.
PT HPF telah menerapkan standar BRC (British Retail Consortium Global Standards), HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Point), serta Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP).
Selain mendorong ekspor, aktivitas industri tersebut juga memberikan dampak terhadap perekonomian lokal. PT HPF telah menyerap lebih dari 80 tenaga kerja lokal.
Pengembangan industri pengolahan perikanan berorientasi ekspor tersebut sejalan dengan Misi Ketiga Provinsi NTB, yakni membangun ekosistem industri komoditas unggulan sektor Pertanian, Peternakan, dan Kelautan-Perikanan menuju terwujudnya industri Agro-Maritim yang berkelanjutan.
Dari Lombok Timur, pengolahan tuna menjadi bagian dari upaya memperkuat nilai tambah komoditas Daerah sekaligus membuka peluang Ekonomi melalui industri yang terhubung dengan pasar Internasional.
Penulis : SUMBAWAPOST.com










