SUMBAWAPOST.com |™ Mataram- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus mendorong potensi Ekonomi Desa agar mampu menembus pasar global melalui Program Desa Berdaya ‘Desa Ekspor’ Provinsi NTB Tahun 2026.
Upaya tersebut ditandai dengan kegiatan Pra-Business Matching yang difasilitasi Hindra Soe Consulting (HSC). Kegiatan dibuka Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi NTB, H. Lalu Wiranata, yang sekaligus menyampaikan sambutan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Luar Negeri (PPLN), Aryanti Dwiyani.
Dalam sambutannya, Lalu Wiranata menegaskan bahwa program Desa Berdaya ‘Desa Ekspor’ merupakan upaya nyata untuk mengangkat potensi Ekonomi Desa menjadi salah satu tumpuan Pertumbuhan Daerah.
Menurutnya, kesenjangan informasi dan akses pasar selama ini menjadi salah satu kendala bagi pelaku usaha lokal. Karena itu, kegiatan pertemuan bisnis dinilai menjadi jembatan penting untuk membuka peluang kemitraan dan pasar yang lebih luas.
“Kami ingin memastikan bahwa produk asli desa NTB memiliki kualitas dan standar yang setara dengan produk manapun di pasar global. Pra-Business Matching dan Business Matching ini bukan sekadar ajang perkenalan, namun fondasi terciptanya kemitraan yang kokoh dan berkelanjutan demi kesejahteraan Masyarakat Desa,” ungkapnya, dalam keterangan yang diterima media ini. Jum’at (18/9/2026).
Lalu Wiranata menambahkan, kesiapan ekspor tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk. Pelaku usaha juga harus mampu memenuhi permintaan dalam jumlah besar dan menjaga keberlangsungan produksi.
“Kalau kita ingin mencetak eksportir baru, bukan hanya produknya yang harus bagus. Kapasitas produksinya, bahan bakunya, legalitasnya, kualitas dan kontinuitasnya juga harus dipastikan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Luar Negeri (PPLN) Disperindag NTB, Aryanti Dwiyani, mengatakan program Desa Berdaya-Desa Ekspor selaras dengan agenda pemerintah dalam memperkuat Ekonomi Masyarakat Desa.
“Ini adalah program kami yang selaras dengan program Gubernur untuk memberdayakan Desa Berdaya maupun Kantong-kantong Desa sekitarnya. Harapannya, usaha-usaha desa bisa berkembang, menyerap tenaga kerja, serta menghasilkan produk bermutu yang tidak hanya memenuhi pasar dalam negeri, tetapi juga mampu menembus pasar luar Negeri,” ujar Aryanti.
Memasuki agenda utama, peserta mengikuti sesi review company profile yang sebelumnya telah dikirimkan sebagai tugas persiapan. Sesi tersebut bertujuan memberikan evaluasi dan penyempurnaan terhadap informasi perusahaan, produk, serta materi presentasi yang akan digunakan dalam kegiatan business matching.
Peserta juga mendapatkan arahan mengenai hal-hal penting yang perlu diperhatikan saat menjalani business matching, termasuk penyampaian informasi perusahaan dan produk secara efektif. Setiap perusahaan diberikan waktu presentasi sekitar tiga menit.
Setelah itu, peserta mengikuti simulasi business matching dengan melakukan latihan presentasi sesuai urutan yang telah ditentukan.
Penulis : SUMBAWAPOST.com










