SUMBAWAPOST.com |™ Jejak sejarah Kerajaan Bima ditemukan di Art Gallery of South Australia (AGSA), Adelaide, Australia. Delegasi Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menemukan Keris kerajaan asal Bima dari periode abad ke-17 hingga awal abad ke-18.
Temuan tersebut terungkap saat delegasi NTB menelusuri koleksi AGSA yang berkaitan dengan Lombok, Bali, dan Bima pada Jumat (11/9/2026).
Selain keris kerajaan asal Bima, delegasi juga menemukan manuskrip lontar Hikayat Nabi Yusuf.
Koleksi lainnya yang ditelusuri delegasi NTB antara lain kain Ritual kekombong, Kampuh/Leang, hingga tekstil songket.
Temuan pusaka Bima tersebut mendorong Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri yang akrab disapa Umi Dinda untuk melakukan pemetaan koleksi asal NTB yang berada di berbagai Institusi Internasional.
“Ketika Kita menemukan benda dari Bima berada di Museum Australia, pertanyaannya kemudian adalah berapa banyak lagi benda Kebudayaan Kita yang berada di luar negeri?. Kita harus mulai mengetahui, mendata dan membangun Komunikasi dengan Institusi yang menyimpannya. Tidak selalu harus berbicara tentang mengembalikan benda. Yang juga penting adalah bagaimana kita memperoleh Pengetahuan, Dokumentasi dan akses terhadap Sejarah benda tersebut untuk masyarakat NTB,” ujar Wagub Umi Dinda, dalam keterangan yang diterima media ini. Senin (14/9/2026).
Menurut Wagub, temuan tersebut menunjukkan pentingnya mengetahui keberadaan Benda-benda Budaya NTB yang tersimpan di berbagai Institusi Internasional.
Upaya tersebut tidak hanya berkaitan dengan keberadaan fisik benda Budaya, tetapi juga Pengetahuan, Dokumentasi, dan Sejarah yang melekat di balik setiap koleksi.
Kunjungan ke AGSA kemudian dijadikan referensi untuk memperkuat tata kelola Museum Negeri NTB. Museum diharapkan tidak sekadar menjadi tempat penyimpanan koleksi, tetapi berkembang sebagai pusat Penelitian, Pendidikan, Konservasi, dan Diplomasi Kebudayaan.
Ke depan, Dinas Kebudayaan Provinsi NTB dan Museum Negeri NTB akan menindaklanjuti jejaring Internasional tersebut melalui kerja sama Penelitian, Digitalisasi Koleksi, Pertukaran Pameran, hingga peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Puncak kegiatan berlangsung pada Sabtu (12/9/2026) melalui peluncuran buku ‘Two Islands, One Thread: Lombok and Bali Textiles from the Michael Abbott Collections.’
Forum tersebut dihadiri peneliti, kolektor, dan pejabat Australia, termasuk Senator The Hon Don Farrell serta Michael Abbott AO KC.
Ketua Dekranasda NTB Sinta M. Iqbal menyampaikan bahwa buku tersebut menggambarkan hubungan sejarah dan pertukaran budaya antara Lombok dan Bali, seperti yang terlihat pada motif rangrang.
Ia juga mengapresiasi hibah dan dedikasi Michael Abbott terhadap tekstil Indonesia.
Pada kesempatan tersebut, Wagub Umi Dinda menegaskan bahwa forum internasional menjadi ruang bagi dunia untuk mengenal NTB lebih dalam melalui Kebudayaan, bukan hanya Pariwisata.
“Pariwisata membawa Orang datang. Kebudayaan membuat Orang memahami siapa kita. Dua hal ini harus saling menguatkan,” tegas Wagub Umi Dinda.
Pemprov NTB selanjutnya akan menyusun langkah konkret pasca kunjungan, seperti inventarisasi koleksi luar Negeri, Dokumentasi Pengetahuan Tenun, Pelestarian Pewarna Alam, dan Riset bersama.
“Kita datang ke Adelaide membawa NTB. Tetapi kita juga harus pulang membawa pengetahuan baru untuk NTB. Itulah yang membuat perjalanan Kebudayaan ini mempunyai arti,” tutur Wagub Umi Dinda.
Penulis : SUMBAWAPOST.com










