SUMBAWAPOST.com |™ Mataram- Ketua Tim Satuan Tugas (Task Force) DPP Hanura Patrice Rio Capella melontarkan Pesan Tegas kepada seluruh kader Hanura di Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam menghadapi Pemilu 2029.
Menurutnya, tantangan terbesar Partai bukan hanya persaingan Politik, melainkan kemalasan dari Internal Kader. Karena itu, seluruh Kader diminta bekerja lebih serius, membangun Struktur Partai hingga Tingkat akar rumput, serta menanamkan Optimisme menghadapi Kontestasi Politik Mendatang.
“Musuh paling besar partai itu adalah kemalasan,” tegas pria yang dikenal dengan Rio Capella, saat ditemui di Salah Satu Hotel di Kota Mataram. Selasa (1/9/2026).
Ia mengingatkan, Politik merupakan pertarungan masa Depan, Kita bekerja dan berbuat hari ini untuk masa depan dan Cita-cita kita kedepan. Karena itu, Kader Hanura tidak boleh hanya berpikir sebatas menjadi Anggota DPR, tetapi harus memiliki mimpi besar dan menjadikan Partai sebagai kendaraan untuk mewujudkan Mimpi dan merebut masa depan tersebut.
“Orang berpolitik pertarungan masa depan. Bapak harus lebih besar dari Partai, bukan hanya sebatas jadi anggota DPR,” ujarnya.
“Saudara itu harus punya mimpi, makanya bangun partai ini untuk wujudkan mimpi,” lanjutnya.
Rio Capella menyebut salah satu langkah awal yang harus dilakukan adalah memperkuat kehadiran Hanura hingga Tingkat Paling Bawah.
“Pertama yang harus dilakukan, Pasang semua Papan-papan Partai Hanura di setiap ranting,” katanya.
Menurut dia, keberadaan papan Nama Partai di setiap Ranting menjadi bagian dari upaya membangun eksistensi Hanura sekaligus menunjukkan bahwa Struktur Partai Benar-benar hadir di tengah Masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya penggunaan ilmu pengetahuan dalam berpolitik. Menurutnya, Strategi Politik tidak boleh hanya mengandalkan Perkiraan, tetapi harus berdasarkan Data dan Survei di lapangan. “Berpolitik hari ini harus berdasarkan ilmu pengetahuan,” tegasnya.
Rio Capella kemudian mencontohkan bagaimana Belanda pada masa lalu mengetahui jumlah Pohon kelapa di sejumlah Daerah tertentu di di Indonesia dengan sangat akurat.
“Dulu, Belanda tahu jumlah pohon karena turun cek dan survei langsung ke lapangan. Sehingga ke depan ketika turun survei minimal 10 partai itu ada nama Hanura ketika semuanya bergerak mulai hari ini,” ujarnya.
Rio Capella mengatakan, laporan mengenai perkembangan Struktur dan Konsolidasi Hanura di NTB menunjukkan adanya kesungguhan Kader dalam Membangun kembali Kekuatan Partai. “Oleh karena itu, mendengar sebuah kesungguhan itu pada hari ini dari laporan, saya yakin dan Optimis Hanura di NTB Lebih besar dan maju lagi kedepannya,” katanya.
Ia juga menyampaikan pesan Ketua Umum Hanura agar seluruh kader memahami identitas dan garis Perjuangan Partai.
“Partai ini bukan partai partisan ikut-ikutan, bukan hanya sekedar sebagai Pengembira, Tidak,” tegasnya.
Seluruh kader pun diminta tetap Solid dan Fokus menghadapi Pemilu 2029. Rio Capella bahkan Menegaskan Kader yang tidak lagi sejalan dengan garis Komando Partai diminta mengambil sikap.
“Diminta semua Kader Solid dan fokus berjuang 2029. Kader yang melenceng dari garis Komando mundur,” ujarnya.
Rio Capella Menegaskan target kemenangan pada 2029 harus menjadi tekad bersama. Ia Optimis tidak ada lagi Kursi Hanura yang kosong, bahkan jumlah Kursi harus terus bertambah.
“Kemenangan 2029 tekad kitam kedepannya tidak ada lagi kursi yang kosong. Satu Kursi yang Kosong saat ini harus diisi. Dan Saya yakin besok Pemilu tidak hanya Kursinya yang terisi, tapi Kursi akan bertambah melihat wajah dan aura optimisme dari Kader anggota Kader Hanura saat ini,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Rio Capella
juga mengajak seluruh Kader Hanura untuk membangun narasi Positif dan menyebarkan Optimisme mengenai masa depan Partai. Menurutnya, Optimisme harus menjadi energi Hanura dalam menghadapi Pemilu 2029.
“Tidak boleh ada rasa minder di antara kita, kita harus optimisme,” tegas Rio Capella
Rio Capella meminta seluruh kader Hanura NTB tidak bekerja setengah hati. Menurutnya, Pekerjaan yang dilakukan hari ini merupakan Investasi Politik untuk masa depan.
“Saya meminta kepada semua kader Hanura NTB agar mulai bekerja, pekerjaan kita hari ini untuk masa depan kita semua. Kita tidak boleh bekerja santai, bekerja biasa saja karena hasilnya biasa saja. Kita harus bekerja empat kali lipat untuk mengejar ketertinggalan kita,” tegasnya.
Ia juga menyinggung masih adanya DPC yang belum memiliki anggota Dewan. Kondisi tersebut menjadi salah satu pekerjaan yang harus dijawab melalui Konsolidasi dan Kerja Politik sejak dini.
Penulis : SUMBAWAPOST.com










