SUMBAWAPOST.com|™ Sumbawa- Persoalan Kelangkaan LPG 3 kilogram (3 Kg) masih menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri menyoroti kondisi tersebut dalam rapat koordinasi gabungan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi NTB, Kabupaten Sumbawa, dan Kabupaten Sumbawa Barat.
Rakor digelar di Lantai 3 Kantor Bupati Sumbawa, Sabtu (22/8/2026), dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur NTB. Kegiatan tersebut berlangsung setelah peninjauan Pasar Seketeng dan peresmian Toko Basamula.
Selain membahas stabilitas harga dan kelancaran pasokan pangan, rakor lintas daerah tersebut turut membahas dinamika harga, rantai pasok antarwilayah, serta berbagai persoalan yang berpotensi memengaruhi kebutuhan masyarakat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Sumbawa Syarafuddin Jarot, Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTB Hario Kartiko Pamungkas, Kepala Kanwil Bulog NTB Mara Kamin Siregar, Kepala BPS NTB Wahyudin, serta jajaran TPID Pemprov NTB, Pemkab Sumbawa dan Pemkab Sumbawa Barat.
Dalam rakor tersebut, Wagub NTB Indah Dhamayanti Putri secara khusus menyoroti Persoalan Kelangkaan LPG 3 Kg yang masih terjadi di tengah Masyarakat.
Ia menjelaskan, persoalan kekosongan kuota LPG 3 Kg perlu menjadi perhatian bersama. Masyarakat memang didorong untuk menggunakan LPG nonsubsidi, namun kebutuhan terhadap LPG 3 Kg masih sangat tinggi, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan untuk menunjang aktivitasnya.
“Untuk menutupi kuota-kuota yang masih terjadi kekosongan, didorong oleh Pertamina masyarakat untuk bermigrasi. Cuma masyarakat bukan tidak senang, tetapi memang kebutuhan untuk yang 3 Kg ini lebih diutamakan karena itu menyangkut untuk kegiatan mereka di beberapa tempat, karena mereka kan harus bawa baik itu petani, peternak. Ini yang akan menjadi bahan kita dalam rapat koordinasi selanjutnya,” jelasnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa persoalan LPG 3 Kg tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan barang, tetapi juga menyangkut kebutuhan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk petani dan peternak.
Selain LPG, Wagub NTB menekankan bahwa pengendalian inflasi membutuhkan langkah mitigasi yang berkelanjutan. Menurutnya, inflasi merupakan angka yang dinamis sehingga kondisi harga harus terus dipantau agar tetap stabil.
“Sumbawa masih dalam angka cukup stabil. Tetapi tentunya inflasi bukan suatu angka yang tetap, bisa saja terjadi kenaikan, bisa jadi terjadi penurunan. Nah, tentunya tujuan kita semua melakukan intervensi adalah menjaga itu untuk tetap stabil dan tidak terganggu,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi posisi Kabupaten Sumbawa sebagai lumbung pangan sekaligus salah satu penopang kebutuhan komoditas untuk wilayah Lombok dan daerah sekitar.
Untuk menghadapi peningkatan permintaan komoditas menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), khususnya peringatan Maulid Nabi di Pulau Lombok, Pemprov NTB bersama Bulog dan mitra terkait telah memperhitungkan distribusi pangan dari Pulau Sumbawa agar pasokan tetap memadai dan harga terkendali.
Bupati Sumbawa Syarafuddin Jarot menyambut baik pelaksanaan rakor gabungan tersebut. Ia mengapresiasi metode penanganan inflasi yang diawali dengan peninjauan langsung ke lapangan sebelum pembahasan teknis.
Menurutnya, capaian inflasi Sumbawa yang rendah harus dipertahankan melalui penguatan mitigasi pasokan.
“Sebab inflasi bukan sesuatu yang statis. Hari ini kita memiliki pasokan yang cukup, besok bisa berubah karena cuaca. Karena itu, pengendalian inflasi harus bersifat antisipatif dan bukan reaktif, kita harus mengetahui lebih awal komoditas mana yang mulai naik, daerah mana yang mengalami gangguan pasokan,” paparnya.
Rakor kemudian ditutup dengan komitmen bersama Pemprov NTB, Pemkab Sumbawa, Pemkab Sumbawa Barat, Bank Indonesia, Bulog dan instansi vertikal untuk memperkuat koordinasi secara berkala.
Koordinasi tersebut diarahkan untuk menjamin keterjangkauan harga, kelancaran pasokan, serta ketersediaan kebutuhan pangan bagi masyarakat NTB, sekaligus menjadi ruang pembahasan lebih lanjut terkait persoalan LPG 3 Kg yang masih mengalami kekosongan kuota.
Penulis : SUMBAWAPOST.com










