LPG 3 Kg Masih Langka di NTB, Wagub Umi Dinda Angkat Bicara

Avatar

- Jurnalis

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:12 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri Menyoroti Persoalan Kelangkaan dan Kekosongan Kuota LPG 3 Kg Dalam Rapat Koordinasi TPID di Kabupaten Sumbawa.

Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri Menyoroti Persoalan Kelangkaan dan Kekosongan Kuota LPG 3 Kg Dalam Rapat Koordinasi TPID di Kabupaten Sumbawa.

SUMBAWAPOST.com|™ Sumbawa- Persoalan Kelangkaan LPG 3 kilogram (3 Kg) masih menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri menyoroti kondisi tersebut dalam rapat koordinasi gabungan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi NTB, Kabupaten Sumbawa, dan Kabupaten Sumbawa Barat.

Rakor digelar di Lantai 3 Kantor Bupati Sumbawa, Sabtu (22/8/2026), dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur NTB. Kegiatan tersebut berlangsung setelah peninjauan Pasar Seketeng dan peresmian Toko Basamula.

Selain membahas stabilitas harga dan kelancaran pasokan pangan, rakor lintas daerah tersebut turut membahas dinamika harga, rantai pasok antarwilayah, serta berbagai persoalan yang berpotensi memengaruhi kebutuhan masyarakat.

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Sumbawa Syarafuddin Jarot, Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTB Hario Kartiko Pamungkas, Kepala Kanwil Bulog NTB Mara Kamin Siregar, Kepala BPS NTB Wahyudin, serta jajaran TPID Pemprov NTB, Pemkab Sumbawa dan Pemkab Sumbawa Barat.

Dalam rakor tersebut, Wagub NTB Indah Dhamayanti Putri secara khusus menyoroti Persoalan Kelangkaan LPG 3 Kg yang masih terjadi di tengah Masyarakat.

Ia menjelaskan, persoalan kekosongan kuota LPG 3 Kg perlu menjadi perhatian bersama. Masyarakat memang didorong untuk menggunakan LPG nonsubsidi, namun kebutuhan terhadap LPG 3 Kg masih sangat tinggi, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan untuk menunjang aktivitasnya.

Baca Juga :  Polemik Direksi Bank NTB Syariah Memanas! Isvie Mendesak Transparansi, Gubernur Miq Iqbal Jawab Begini

“Untuk menutupi kuota-kuota yang masih terjadi kekosongan, didorong oleh Pertamina masyarakat untuk bermigrasi. Cuma masyarakat bukan tidak senang, tetapi memang kebutuhan untuk yang 3 Kg ini lebih diutamakan karena itu menyangkut untuk kegiatan mereka di beberapa tempat, karena mereka kan harus bawa baik itu petani, peternak. Ini yang akan menjadi bahan kita dalam rapat koordinasi selanjutnya,” jelasnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa persoalan LPG 3 Kg tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan barang, tetapi juga menyangkut kebutuhan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk petani dan peternak.

Selain LPG, Wagub NTB menekankan bahwa pengendalian inflasi membutuhkan langkah mitigasi yang berkelanjutan. Menurutnya, inflasi merupakan angka yang dinamis sehingga kondisi harga harus terus dipantau agar tetap stabil.

“Sumbawa masih dalam angka cukup stabil. Tetapi tentunya inflasi bukan suatu angka yang tetap, bisa saja terjadi kenaikan, bisa jadi terjadi penurunan. Nah, tentunya tujuan kita semua melakukan intervensi adalah menjaga itu untuk tetap stabil dan tidak terganggu,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi posisi Kabupaten Sumbawa sebagai lumbung pangan sekaligus salah satu penopang kebutuhan komoditas untuk wilayah Lombok dan daerah sekitar.

Baca Juga :  Masuk Tahun Politik, Pj Gubernur Minta Masyarakat NTB Jaga Kondusifitas Daerah

Untuk menghadapi peningkatan permintaan komoditas menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), khususnya peringatan Maulid Nabi di Pulau Lombok, Pemprov NTB bersama Bulog dan mitra terkait telah memperhitungkan distribusi pangan dari Pulau Sumbawa agar pasokan tetap memadai dan harga terkendali.

Bupati Sumbawa Syarafuddin Jarot menyambut baik pelaksanaan rakor gabungan tersebut. Ia mengapresiasi metode penanganan inflasi yang diawali dengan peninjauan langsung ke lapangan sebelum pembahasan teknis.

Menurutnya, capaian inflasi Sumbawa yang rendah harus dipertahankan melalui penguatan mitigasi pasokan.

“Sebab inflasi bukan sesuatu yang statis. Hari ini kita memiliki pasokan yang cukup, besok bisa berubah karena cuaca. Karena itu, pengendalian inflasi harus bersifat antisipatif dan bukan reaktif, kita harus mengetahui lebih awal komoditas mana yang mulai naik, daerah mana yang mengalami gangguan pasokan,” paparnya.

Rakor kemudian ditutup dengan komitmen bersama Pemprov NTB, Pemkab Sumbawa, Pemkab Sumbawa Barat, Bank Indonesia, Bulog dan instansi vertikal untuk memperkuat koordinasi secara berkala.

Koordinasi tersebut diarahkan untuk menjamin keterjangkauan harga, kelancaran pasokan, serta ketersediaan kebutuhan pangan bagi masyarakat NTB, sekaligus menjadi ruang pembahasan lebih lanjut terkait persoalan LPG 3 Kg yang masih mengalami kekosongan kuota.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Bukan Cuma MotoGP! ITDC dan MGPA Tembus 100 BUMN Terbaik, The Mandalika Makin Naik Kelas
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Raih Penghargaan Zakat Terbaik di Grand BAZNAS Awards 2026
NTB Berduka, Tuan Guru Bagu Berpulang: Ilmu dan Keteladanannya Jadi Warisan Umat
PWI Gandeng Lemhannas, Wartawan Diminta Waspadai Perang Kognitif di Era AI
Eks Kapolda NTB Hadi Gunawan Daftar Ketua Demokrat, 11 Surat Dukungan Diverifikasi
Garuda NTB Desak Kejari Buka Alasan SP3 Kasus Bidikmisi UMMAT
HUT ke-81, Iqbal Sentil Pembangunan Lombok Tengah: Jangan Cuma Hebat Tiga Hari Saat MotoGP
Jalan Rusak di Bima Ditimbun Polisi, Dinas PU NTB Sebut Perbaikan Oktober dari APBD-P
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:48 WIB

Bukan Cuma MotoGP! ITDC dan MGPA Tembus 100 BUMN Terbaik, The Mandalika Makin Naik Kelas

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:25 WIB

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Raih Penghargaan Zakat Terbaik di Grand BAZNAS Awards 2026

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:10 WIB

NTB Berduka, Tuan Guru Bagu Berpulang: Ilmu dan Keteladanannya Jadi Warisan Umat

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:17 WIB

PWI Gandeng Lemhannas, Wartawan Diminta Waspadai Perang Kognitif di Era AI

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:29 WIB

Eks Kapolda NTB Hadi Gunawan Daftar Ketua Demokrat, 11 Surat Dukungan Diverifikasi

Berita Terbaru