SUMBAWAPOST.com|™ Lombok Tengah- Kebakaran hebat yang melanda Kawasan Desa Wisata Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah. Pemkab Loteng kini menyiapkan Langkah Penanganan sekaligus Penataan kembali Kawasan Permukiman Adat tersebut agar lebih tangguh menghadapi Bencana tanpa menghilangkan Identitas Budaya yang telah Diwariskan Turun-temurun.
Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri, mengatakan Musibah Kebakaran tersebut harus menjadi bahan Evaluasi bersama, terutama menyangkut Tata Ruang Permukiman, Akses Penanganan Keadaan Darurat, serta Penggunaan Material Bangunan yang tetap mempertahankan Nilai Adat dan Budaya Masyarakat Sade.
Menurut Bupati Pathul, penyebab Kebakaran masih dalam proses Identifikasi. Namun, Karakteristik Bangunan Tradisional dengan atap ilalang membuat api dapat menjalar dengan sangat cepat.
“Kejadian ini penyebabnya apa, itu yang sedang diidentifikasi. Namun, keterangan sementara akibat api yang menyebar ke Mana-mana karena atapnya ilalang. Dalam hitungan menit, bukan jam lagi, bangunan sudah habis dilalap,” kata Bupati Pathul saat meninjau kondisi pascakebakaran, Minggu (23/8/2026).
Bupati mengatakan, kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena Permukiman Warga di Kawasan Adat Sade cukup padat dan berdempetan. Karena itu, proses pemulihan tidak hanya diarahkan pada pembangunan kembali Rumah Warga, tetapi juga harus mempertimbangkan aspek Mitigasi Bencana.
“Ini menjadi pembelajaran kita semua. Betapa pentingnya Amenitas, Kebutuhan, kemudian Jalan-jalan juga dibuat. Namun, memang perlu menjadi renungan kita karena tempat ini sudah beratus tahun seperti ini. Masyarakat sudah Berdempetan, kita harus berbenah Perlahan-lahan,” ujarnya.
Bupati menegaskan, penataan kawasan tidak boleh menghilangkan Identitas Desa Sade sebagai Kawasan Adat yang telah diwariskan secara Turun-temurun.
Termasuk soal penggunaan atap ilalang pada Rumah Adat, Pemerintah tidak akan mengambil keputusan secara sepihak. Menurut Bupati Pathul, material Tradisional merupakan bagian dari Identitas sekaligus Warisan Budaya Masyarakat Sade.
Karena itu, setiap langkah ke depan harus dibicarakan bersama Tokoh Adat, Masyarakat, Pemerintah Desa, serta pihak terkait lainnya.
“Apakah ke depan ilalang ini akan tetap kita pakai sebagai atap atau bagaimana, ini penting kita diskusikan karena ini memang rumah Adat yang Diwariskan oleh Generasi Kita dari Berpuluh-puluh tahun yang lalu,” kata Bupati.
Bupati menilai dialog bersama Masyarakat diperlukan untuk mencari titik temu antara upaya menjaga keaslian Rumah Adat dan Kebutuhan meningkatkan Keselamatan Warga.
“Ini harus dirundingkan sedemikian rupa karena ini Rumah, Budaya, Tradisi, Keluarga, dan Masyarakat Kita,” tandasnya.
Selain Material Bangunan, akses Kendaraan Pemadam Kebakaran juga menjadi perhatian dalam rencana Penataan Kawasan. Akses jalan yang memadai dinilai penting agar Kendaraan Pemadam maupun bantuan Darurat dapat menjangkau Lokasi dengan lebih cepat apabila terjadi Kondisi Darurat.
Pemkab Lombok Tengah akan mengkaji langkah penataan yang memungkinkan peningkatan akses tanpa menghilangkan Karakter dan struktur utama Kawasan Adat. Penataan ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana sekaligus menjaga keberlanjutan Desa Sade sebagai salah satu Destinasi Wisata Budaya Unggulan di Lombok Tengah.
Pada tahap penanganan Pasca-Kebakaran, Pemerintah Daerah juga memprioritaskan pemenuhan kebutuhan Warga terdampak, termasuk Pelayanan Kesehatan Fisik dan Psikologis.
Dinas Kesehatan bersama unsur terkait terus melakukan pemeriksaan Kesehatan, Deteksi dini penyakit Pasca- Bencana, serta memberikan dukungan Psikososial bagi Masyarakat.
Pemerintah Daerah juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTB, Perangkat Daerah, Pemerintah Kecamatan dan Desa, serta unsur terkait lainnya guna mempercepat Penanganan kebutuhan Masyarakat sekaligus menyiapkan tahapan Pemulihan.
Bupati mengatakan, Musibah Kebakaran tersebut harus menjadi Momentum untuk membangun Desa Sade yang lebih tangguh terhadap Bencana tanpa kehilangan nilai Sejarah, Budaya, dan Tradisinya.
Pemkab Lombok Tengah berkomitmen agar proses pemulihan dilakukan secara terencana dengan tetap menempatkan masyarakat adat sebagai bagian utama dalam setiap pengambilan keputusan.
Dengan langkah tersebut, Desa Wisata Sade diharapkan dapat kembali pulih, Masyarakat dapat menjalankan aktivitas seperti biasa, dan keberadaan Sade sebagai salah satu ikon Budaya Lombok Tengah tetap terjaga.
Berdasarkan data sementara, sebanyak 89 Rumah Adat dan sekitar 30 Rumah warga hangus terbakar. Sementara penyebab Kebakaran masih dalam Proses Penyelidikan.
Penanganan Pasca-Kebakaran terus dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur Pemerintah, Aparat, Relawan, dan Masyarakat untuk memastikan kebutuhan Warga terdampak dapat terpenuhi.
Penulis : SUMBAWAPOST.com










