Kampung Adat Tradisional Sade Lombok Tengah Terbakar

Avatar

- Jurnalis

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 23:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

kebakaran Kampung Adat Sade Lombok Tengah

kebakaran Kampung Adat Sade Lombok Tengah

SUMBAWAPOST.com™ | Lombok Tengah- Kebakaran hebat melanda Permukiman Warga di kawasan Kampung Wisata Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (22/8/2026) malam.

Kobaran api yang membesar dengan cepat membuat suasana di Kawasan Kampung Adat tersebut mencekam. Api dilaporkan mulai membesar sekitar pukul 22.15 Wita dan dalam waktu singkat merambat dari satu bangunan ke bangunan lainnya.

Warga berupaya menyelamatkan diri sekaligus mengamankan Barang-barang berharga dari amukan si jago merah. Kepanikan tak terhindarkan karena api dengan cepat meluas ke sejumlah Rumah Warga.

Tidak ada laporan korban jiwa dalam musibah tersebut. Namun, lebih dari 300 warga terdampak akibat kebakaran. Kondisi warga yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda tergambar dari kesaksian salah seorang warga.

“Hanya pakaian yang dipakai yang tersisa,” kata Alip, salah satu Warga Desa. Minggu (23/8/2026).

Berdasarkan pendataan hingga, rumah yang terdampak sebanyak 75 unit, masjid 1 unit, berugak sekenam besar 4 unit, berugak sekepat 6 unit, lumbung alang, artshop 69 unit,Bale Beleq 1 unit, toilet umum untuk wisatawan 1 unit, pelonggo 1 unit dan gerbang Desa Adat Sade 1 unit.

Baca Juga :  BPS NTB Ungkap Lonjakan Wisatawan hingga 1,39 Juta, Okupansi Hotel Justru Turun

Kebakaran ini menjadi pukulan berat bagi Desa Adat Sade yang selama ini dikenal sebagai salah satu desa adat tertua di Lombok sekaligus Destinasi Wisata budaya andalan yang banyak dikunjungi Wisatawan lokal maupun mancanegara.

Kondisi bangunan tradisional di kawasan Kampung Adat Sade diduga menjadi salah satu faktor yang membuat api cepat membesar. Sebagian bangunan menggunakan material yang mudah terbakar, seperti kayu, anyaman bambu, pagar bambu hingga atap alang-alang.

Saat kobaran api mulai membesar, kepanikan warga semakin terasa.

“Kampung Adat Sade terbakar,” ujar Ilham, seorang warga.

Petugas pemadam kebakaran Lombok Tengah langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan upaya Pemadaman. Penanganan kemudian diperkuat oleh tim dan Armada Pemadam Kebakaran dari kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

Warga juga turut berjibaku bersama petugas untuk memadamkan api sekaligus mencegah kobaran merambat lebih luas ke bangunan lainnya.

Sedikitnya 150 kepala keluarga (KK) terdampak akibat kebakaran tersebut. Meski demikian, hingga laporan ini ditulis tidak ada laporan mengenai korban jiwa.

Hingga kini, petugas masih melakukan pemadaman dan pendinginan di sejumlah titik guna memastikan tidak ada bara atau titik api yang kembali membesar. Sementara itu, jumlah pasti rumah dan bangunan yang terbakar masih dalam proses pendataan oleh pihak terkait.

Baca Juga :  Kemendagri Sorot Kenaikan Belanja Rapat dan Jamuan di APBD-P NTB 2025, Dikes dan Sekretariat DPRD Jadi Sorotan

Penyebab kebakaran juga belum diketahui secara pasti. Informasi mengenai dugaan Korsleting listrik maupun puntung Rokok masih sebatas dugaan dan belum menjadi kesimpulan resmi dari pihak berwenang.

Karena itu, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penelusuran dan keterangan resmi dari pihak terkait.

Kebakaran tersebut menjadi pukulan bagi Kampung Adat Sade yang selama ini dikenal sebagai salah satu Destinasi Wisata Budaya unggulan Lombok Tengah dan NTB.

Kawasan tersebut menjadi tujuan Wisatawan karena masih mempertahankan Rumah Tradisional Masyarakat Sasak, Tradisi, serta kehidupan Adat yang telah diwariskan secara Turun-temurun.

Kampung Adat Sade bukan sekadar permukiman Warga, tetapi juga menjadi salah satu ikon Pariwisata dan Kekayaan Budaya Lombok. Karena itu, kebakaran yang melanda Kawasan tersebut menjadi perhatian serius, baik dari Pemerintah maupun Masyarakat.

Sementara itu, proses penanganan di lokasi masih berlangsung. Pemerintah dan petugas terkait terus melakukan pendataan terhadap dampak Kebakaran, termasuk jumlah bangunan yang terdampak dan kerugian yang ditimbulkan.

 

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Kebakaran Sade Jadi Evaluasi, Pemkab Loteng Siapkan Penataan Kawasan Adat
Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Mitigasi Wisata NTB
Sade Terbakar, Wagub NTB Turun Tangan: Revitalisasi Dikebut Jelang MotoGP
Baru Tiba dari NTT, Gubernur NTB Langsung Turun di Tengah Kobaran Api Sade
Tanah Wakaf Kuripan Kembali Memanas, Eksekusi 2026 Dipersoalkan, Justice Law Firm Angkat Bicara
Gubernur NTT Puji Gerak Cepat Gubernur NTB Iqbal Bantu Korban Gempa Flores
UMKM KSB Mau Naik Kelas, Komisi II DPRD Cari ‘Resep’ ke Diskop UKM NTB
Produksi Cuma 40 Ribu Ton, Kebutuhan 600 Ribu Ton: Sembalun Jadi Benteng Bawang Putih RI
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:57 WIB

Kebakaran Sade Jadi Evaluasi, Pemkab Loteng Siapkan Penataan Kawasan Adat

Minggu, 23 Agustus 2026 - 16:43 WIB

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Mitigasi Wisata NTB

Minggu, 23 Agustus 2026 - 16:34 WIB

Sade Terbakar, Wagub NTB Turun Tangan: Revitalisasi Dikebut Jelang MotoGP

Minggu, 23 Agustus 2026 - 05:24 WIB

Baru Tiba dari NTT, Gubernur NTB Langsung Turun di Tengah Kobaran Api Sade

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 23:12 WIB

Kampung Adat Tradisional Sade Lombok Tengah Terbakar

Berita Terbaru

Kondisi Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Pascakebakaran Yang Menjadi Perhatian Serius Dalam Penguatan Mitigasi Bencana Pariwisata NTB.

Seni & Budaya

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Mitigasi Wisata NTB

Minggu, 23 Agu 2026 - 16:43 WIB

kebakaran Kampung Adat Sade Lombok Tengah

Seni & Budaya

Kampung Adat Tradisional Sade Lombok Tengah Terbakar

Sabtu, 22 Agu 2026 - 23:12 WIB