2.494 Warga Sumbawa Tercatat Alami Gangguan Jiwa, Bupati Jarot Dorong Rumah Singgah ODGJ

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., Saat Membuka Pertemuan Tim Penggerak Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM) Kabupaten Sumbawa di La Grande Ballroom.

Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., Saat Membuka Pertemuan Tim Penggerak Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM) Kabupaten Sumbawa di La Grande Ballroom.

11 Kasus Bunuh Diri dan 12 ODGJ Dipasung 

SUMBAWAPOST.com |™ Sumbawa- Persoalan Kesehatan Jiwa menjadi Perhatian Serius Pemerintah Kabupaten Sumbawa. Data Dinas Kesehatan Sumbawa mencatat 2.494 Orang mengalami Gangguan Kesehatan jiwa, Terdiri dari 1.069 ODGJ berat dan 1.425 Orang dengan Gangguan Jiwa Ringan hingga sedang.

Data tersebut dipaparkan Kepala Dinas Kesehatan Sumbawa, H. Syarif Hidayat, dalam Pertemuan Tim Penggerak Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM) Kabupaten Sumbawa yang dibuka Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, di La Grande Ballroom, Kamis, (20/8/2026). Dalam keterangan yang diterima media ini.

Dari 1.069 ODGJ berat tersebut, mereka tersebar di 24 kecamatan dan berada dalam pemantauan Tenaga Kesehatan. Sementara itu, 1.425 orang lainnya tercatat mengalami Gangguan Jiwa Ringan hingga Sedang.

Persoalan kesehatan jiwa di Kabupaten Sumbawa juga ditandai dengan adanya Sembilan Kasus Bunuh diri sepanjang 2023-2025 dan Dua kasus pada 2026. Selain itu, masih terdapat 12 kasus Pemasungan ODGJ.

Baca Juga :  Krisis Air Bersih di Sekotong, BRIDA NTB dan BRIN Siapkan Teknologi Air Laut Jadi Air Layak Minum

Data tersebut menjadi gambaran bahwa penanganan kesehatan jiwa membutuhkan perhatian yang lebih Kuat, tidak hanya dari sisi Layanan Kesehatan, tetapi juga melalui dukungan Keluarga, Lingkungan, dan Lintas Sektor.

Bupati Sumbawa H. Jarot menegaskan bahwa Kesehatan Jiwa merupakan bagian penting dari Kualitas hidup Masyarakat dan memiliki keterkaitan dengan kondisi Kesehatan Fisik.

Menurutnya, Gangguan Jiwa bukan Kondisi yang tidak dapat ditangani selama Pasien mendapatkan penanganan yang tepat dan berkelanjutan. “Dengan sedikit gangguan Kesehatan Jiwa saja, maka Kesehatan Fisik juga akan Terganggu,” ujarnya.

Karena itu, H. Jarot menilai penanganan Kesehatan Jiwa tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan Kolaborasi Lintas Sektor agar Masyarakat yang mengalami Gangguan Kesehatan Jiwa dapat memperoleh Pelayanan dan Pendampingan yang sesuai.

Salah satu langkah yang didorong Bupati adalah Pembentukan Rumah Singgah ODGJ.

Rumah Singgah tersebut diharapkan menjadi tempat Perawatan Sementara yang Aman, terutama bagi Pasien yang membutuhkan Pendampingan selama menjalani Proses Pemulihan.

Baca Juga :  Bus Karyawan PT AMNT Terguling di Sumbawa: 2 Tewas, Belasan Luka-Luka

Dorongan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat Sistem Penanganan Kesehatan Jiwa di Kabupaten Sumbawa, sekaligus memberikan Ruang yang lebih Aman bagi Pasien yang membutuhkan Perawatan dan Pendampingan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati H. Jarot juga mengapresiasi keberadaan Tim Penggerak Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM).

TPKJM dinilai memiliki peran penting dalam mendukung Pemerintah Daerah memberikan Pelayanan dan Penanganan Kesehatan Jiwa kepada Masyarakat.

Dengan jumlah ODGJ berat yang mencapai 1.069 orang, ditambah 1.425 Orang yang mengalami gangguan Jiwa Ringan hingga Sedang, penguatan Koordinasi dan Penanganan menjadi bagian penting dalam upaya Pemerintah Daerah menghadapi Persoalan Kesehatan Jiwa.

Pembentukan Rumah Singgah ODGJ yang didorong Bupati Jarot diharapkan dapat menjadi salah satu langkah Konkret untuk memperkuat

Pendampingan dan Penanganan Masyarakat dengan Gangguan Kesehatan Jiwa di Kabupaten Sumbawa.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Tanah Wakaf Kuripan Kembali Memanas, Eksekusi 2026 Dipersoalkan, Justice Law Firm Angkat Bicara
Gubernur NTT Puji Gerak Cepat Gubernur NTB Iqbal Bantu Korban Gempa Flores
UMKM KSB Mau Naik Kelas, Komisi II DPRD Cari ‘Resep’ ke Diskop UKM NTB
Produksi Cuma 40 Ribu Ton, Kebutuhan 600 Ribu Ton: Sembalun Jadi Benteng Bawang Putih RI
Sembalun Jadi Benteng Bawang Putih RI, Perang Lawan Impor Dimulai dari Kaki Rinjani
Gubernur NTB Blusukan ke Pengungsian Korban Gempa NTT, Bawa Cokelat untuk Anak-Anak
Saat NTT Diguncang Gempa, Gubernur NTB Turun Langsung: Kami Datang Sebagai Saudara
2.494 Warga Sumbawa Tercatat Alami Gangguan Jiwa, 1.069 di Antaranya ODGJ Berat
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 10:55 WIB

Tanah Wakaf Kuripan Kembali Memanas, Eksekusi 2026 Dipersoalkan, Justice Law Firm Angkat Bicara

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:19 WIB

Gubernur NTT Puji Gerak Cepat Gubernur NTB Iqbal Bantu Korban Gempa Flores

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:30 WIB

UMKM KSB Mau Naik Kelas, Komisi II DPRD Cari ‘Resep’ ke Diskop UKM NTB

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:03 WIB

Produksi Cuma 40 Ribu Ton, Kebutuhan 600 Ribu Ton: Sembalun Jadi Benteng Bawang Putih RI

Jumat, 21 Agustus 2026 - 11:53 WIB

Sembalun Jadi Benteng Bawang Putih RI, Perang Lawan Impor Dimulai dari Kaki Rinjani

Berita Terbaru