Wagub NTB Umi Dinda Gaungkan Pelestarian Budaya Sasak, Tradisi Bubur Beaq Jadi Simbol Jaga Alam

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 6 Agustus 2026 - 08:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri Yang Akrab Disapa Umi Dinda Memberikan Sambutan pada Kegiatan Selamatan Bendungan Meninting yang Dirangkaikan dengan Tradisi Bubur Beaq dan Mandiq Safar di Kecamatan Batu Layar, Lombok Barat.

Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri Yang Akrab Disapa Umi Dinda Memberikan Sambutan pada Kegiatan Selamatan Bendungan Meninting yang Dirangkaikan dengan Tradisi Bubur Beaq dan Mandiq Safar di Kecamatan Batu Layar, Lombok Barat.

SUMBAWAPOST.com|™ Lombok Barat- Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj. Indah Dhamayanti Putri yang Akrab Disapa Umi Dinda, menggaungkan pentingnya Pelestarian Budaya Sasak sebagai bagian dari upaya menjaga Kelestarian Lingkungan.

Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri Selamatan Bendungan Meninting yang dirangkaikan dengan tradisi Bubur Beaq, Mandiq Safar, serta penyaluran santunan kepada Anak Yatim dan Lansia di kawasan Bendungan Meninting, Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat, Rabu (5/8/2026).

Tradisi yang telah mengakar dalam kehidupan Masyarakat Sasak itu kembali dihidupkan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus pengingat pentingnya menjaga air sebagai sumber kehidupan dan Warisan bagi generasi mendatang.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri menegaskan bahwa keberagaman budaya merupakan kekuatan besar yang dimiliki Nusa Tenggara Barat (NTB) dan harus terus dijaga sebagai perekat persaudaraan serta media menanamkan nilai gotong royong dan kepedulian terhadap Lingkungan.

“Keberagaman budaya merupakan salah satu kekuatan terbesar yang dimiliki NTB. Karena itu, tradisi-tradisi lokal perlu terus dijaga sebagai perekat persaudaraan sekaligus media menanamkan nilai gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan,” kata Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri.

Baca Juga :  Wagub NTB Umi Dinda Resmi Lantik 26 Kepala Sekolah SMA/SMK, Dorong Integritas dan Pemerataan Kualitas Pendidikan

Menurut Umi Dinda, keberadaan Bendungan Meninting yang telah diresmikan Presiden RI Prabowo Subianto akan memberikan manfaat maksimal apabila diiringi dengan kesadaran Masyarakat untuk merawat Lingkungan serta menjaga keberlanjutan Sumber Daya Air.

Di hadapan Ketua Padepokan Lingsir TGH. Lalu Imam Sanusi, Pimpinan Anggota DPRD NTB TGH. Muzihir, Kepala Kesbangpol Provinsi NTB Surya Bahari, Unsur Forkopimda, Tokoh Agama, Tokoh Adat, dan Masyarakat yang hadir, Umi Dinda mengajak seluruh elemen Masyarakat memperkuat semangat kebersamaan dalam menjaga Alam.

“Keberagaman adalah kekayaan NTB. Mari kita terus menjaga persaudaraan dan kebersamaan. Kalau kita mencintai Alam, maka Alam akan mencintai kita. Semoga keberadaan Bendungan Meninting memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,”ajaknya.

Lebih lanjut, Umi Dinda menilai pembangunan infrastruktur tidak cukup hanya diwujudkan melalui pembangunan fisik. Menurutnya, rasa memiliki Masyarakat terhadap fasilitas yang telah dibangun menjadi kunci agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

“Tradisi Bubur Beaq dan Mandiq Safar memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar seremoni adat. Tradisi tersebut menjadi ruang pendidikan sosial yang mengajarkan nilai kebersamaan, rasa syukur, serta tanggung jawab untuk menjaga alam sebagai penopang kehidupan,” pungkasnya.

Pandangan tersebut sejalan dengan Ketua Padepokan Lingsir, TGH. Lalu Imam Sanusi, yang menegaskan bahwa tradisi Bubur Beaq dan Mandiq Safar merupakan Warisan Budaya Masyarakat Sasak yang tidak dapat dipisahkan dari Nilai-nilai Keagamaan.

Baca Juga :  Motor Matic Kalah Berat! Sapi Presiden Tembus 1 Ton, 159 Kurban Tumpah di NTB-Pemprov Ikut Sumbang, Tebak Berapa?

“Adat jangan sampai lepas dengan agama. Lamun adat taq pelihara, insyaallah budaya Sasak tetap idup, anak putu tao jati dirina lan tetap ngelingang ajaran agama,” ujar TGH. Lalu Imam Sanusi.

Menurutnya, tradisi tersebut menjadi sarana mempererat persaudaraan sekaligus wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Karena itu, keberadaannya perlu terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda agar identitas Budaya Sasak tetap Lestari.

Sementara itu, Ketua Panitia Puspawan Akbar menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen Masyarakat, Majelis Adat Sasak, Laskar Sasak, serta Pemerintah Provinsi NTB yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Ini menjadi kebanggaan bagi kami karena baru pertama kali kegiatan Bubur Beaq-Mandiq Safar dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur NTB,” katanya.

Ia menilai kolaborasi seluruh unsur Masyarakat menjadi modal penting dalam menjaga keberlangsungan tradisi sebagai sarana mempererat Silaturahmi, memperkuat Kebersamaan, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap Lingkungan.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan Do’a Bersama dan Penyerahan Santunan kepada Anak Yatim serta Lansia.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Mandalika Tak Lagi Cuma Sirkuit, NTB Siapkan Etalase UMKM dan Budaya untuk Wisatawan
Sumbawa Barat Jadi Penyumbang Investasi Terbesar NTB, Lebih dari Rp11 Triliun, Disusul Dompu
Kejati NTB Jawab Desakan Badko HMI soal Reklamasi Amahami: Masih Ditangani
Digital Vigilantism dalam Pemberantasan Narkotika
Ekspor Kemiri Lombok Tembus Jepang dan Arab Saudi, Kapasitas Produksi hingga Sertifikasi Jadi Tantangan
Kemiri Lombok Tembus Jepang dan Arab Saudi, Ratusan Perempuan Desa Ikut Diberdayakan
Gubernur NTB Keliling Sembalun Temui Warga, Bagikan Bendera Merah Putih Sambil Serap Aspirasi
267 Balita di Taliwang Masih Stunting, Sumbawa Barat Genjot Intervensi
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 20:58 WIB

Mandalika Tak Lagi Cuma Sirkuit, NTB Siapkan Etalase UMKM dan Budaya untuk Wisatawan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 20:49 WIB

Sumbawa Barat Jadi Penyumbang Investasi Terbesar NTB, Lebih dari Rp11 Triliun, Disusul Dompu

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:32 WIB

Kejati NTB Jawab Desakan Badko HMI soal Reklamasi Amahami: Masih Ditangani

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 15:43 WIB

Digital Vigilantism dalam Pemberantasan Narkotika

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 12:50 WIB

Ekspor Kemiri Lombok Tembus Jepang dan Arab Saudi, Kapasitas Produksi hingga Sertifikasi Jadi Tantangan

Berita Terbaru

Dr Ufran, Ketua Departemen Hukum Pidana FHISIP Unram, mengulas Fenomena Digital Vigilantism dalam Pemberantasan Narkotika dan Pentingnya Menjaga Batas antara Pelaporan Masyarakat dengan Penghukuman Melalui Media Sosial (Medsos).

Hukum & Kriminal

Digital Vigilantism dalam Pemberantasan Narkotika

Sabtu, 8 Agu 2026 - 15:43 WIB