KPID NTB Ajak Santri Jadi Benteng Hoaks, Abdul Muluk: Kuasai Media Sosial dengan Dakwah Positif

Avatar

- Jurnalis

Senin, 27 Juli 2026 - 18:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisioner KPID NTB Bidang Pengawasan Isi Siaran Abdul Muluk saat menyampaikan materi dalam Diskusi Publik ‘Ngaji Penyiar’ di Pondok Pesantren Darul Hikmah Darek, Lombok Tengah, mengajak Santri menjadi benteng melawan Hoaks melalui Dakwah dan Konten positif di Media sosial.

Anggota Komisioner KPID NTB Bidang Pengawasan Isi Siaran Abdul Muluk saat menyampaikan materi dalam Diskusi Publik ‘Ngaji Penyiar’ di Pondok Pesantren Darul Hikmah Darek, Lombok Tengah, mengajak Santri menjadi benteng melawan Hoaks melalui Dakwah dan Konten positif di Media sosial.

SUMBAWAPOST.com |™ Lombok Tengah- Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Nusa Tenggara Barat (NTB) terus memperkuat gerakan literasi Media di kalangan generasi Muda. Kali ini, KPID NTB menggelar Diskusi Publik (Ngaji Penyiar) bertajuk “Bersama Santri Menjaga Ruang Publik Tetap Sehat” di Pondok Pesantren Darul Hikmah Darek, Kabupaten Lombok Tengah.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen KPID NTB dalam meningkatkan literasi digital masyarakat, khususnya para santri, agar semakin cakap bermedia, bijak memanfaatkan media sosial, serta mampu menyebarkan Dakwah yang membawa manfaat bagi umat dan masyarakat di tengah Derasnya arus Informasi Digital.

Anggota Komisioner KPID NTB Bidang Pengawasan Isi Siaran, Abdul Muluk, mengatakan pesantren memiliki peran strategis dalam membangun ruang publik digital yang sehat sekaligus menjadi benteng dalam menghadapi maraknya penyebaran informasi palsu atau hoaks.

“Melalui kegiatan literasi media ini, KPID NTB ingin membangun kesadaran Publik agar cakap bermedia serta mendorong santri menyebarkan dakwah dan konten-konten positif di media sosial yang memberikan kebermanfaatan bagi umat dan masyarakat,” ujar Abdul Muluk.

Baca Juga :  Bank NTB Syariah Dan Easybook Ubah Wajah Pelabuhan Senggigi, Tiket Kini Beralih ke e-Ticketing

Menurutnya, hoaks telah menjadi ancaman serius yang dapat merusak tatanan sosial, termasuk di lingkungan pesantren. Karena itu, dengan bekal ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keislaman yang dimiliki, Pesantren dinilai memiliki potensi besar menjadi garda terdepan dalam menjaga kebenaran di ruang digital.

Ia menjelaskan, sebagai lembaga pendidikan Islam, pesantren memiliki tanggung jawab moral untuk menanamkan nilai kejujuran sekaligus mencegah penyebaran informasi yang tidak benar. Sebab, penyebaran hoaks tidak hanya merugikan Masyarakat, tetapi juga bertentangan dengan ajaran Islam yang menjunjung tinggi kebenaran.

Selain memperkuat kemampuan masyarakat dalam menangkal Hoaks, KPID NTB juga mendorong pesantren agar aktif memproduksi konten-konten edukatif dan inspiratif dalam bentuk artikel, video, maupun infografis sebagai alternatif informasi yang akurat dan bermanfaat.

“Santri dan alumni pesantren memiliki peluang besar menjadi content creator yang menyebarkan pesan-pesan kebaikan, kebenaran, serta Dakwah melalui media sosial. Dengan begitu, ruang publik digital akan dipenuhi konten-konten yang berkualitas,” katanya.

Abdul Muluk menambahkan, semangat tersebut sejalan dengan firman Allah SWT dalam QS. An-Nahl ayat 125, ‘Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik.’ Menurutnya, ayat tersebut menjadi pedoman bahwa dakwah di era digital harus dilakukan secara bijaksana melalui penyebaran informasi yang benar, menyejukkan, dan memberikan manfaat bagi Masyarakat.

Baca Juga :  HIPMI Lombok Tengah Minta Pemerintah Berdayakan Pemuda

Ia menegaskan, pesantren memiliki modal besar untuk menjadi benteng pertahanan melawan hoaks karena didukung kekayaan ilmu, nilai-nilai luhur, serta jaringan yang luas di tengah Masyarakat.

Karena itu, Abdul Muluk mengajak seluruh Masyarakat untuk membiasakan diri melakukan verifikasi terhadap setiap informasi sebelum membagikannya, sehingga tidak ikut menjadi bagian dari penyebaran berita bohong.

“Di tengah derasnya arus informasi dan berkembangnya platform digital yang memungkinkan setiap orang menjadi penyiar di medianya masing-masing, kita harus menjaga lalu lintas informasi dengan baik dan benar agar penyebaran hoaks dapat diminimalkan. Itulah pentingnya KPID NTB terus menggelar Diskusi Publik Ngaji Penyiar sebagai upaya membangun Masyarakat yang cerdas bermedia dan menjaga ruang Publik tetap sehat,” pungkas Abdul Muluk.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

TMI NTB Tancap Gas! Tiga DPD Resmi Dibentuk, Siap Kawal Kepentingan Petani
Gubernur NTB Resmi Tutup Porprov XII 2026, Miq Iqbal: Pemenangnya Kita Semua
Soroti Dana Tali Asih dan Unggahan Medsos, Elemen Masyarakat Kepung Kantor Hotman 911 di Mataram
Gubernur Iqbal Siapkan Reformasi Pengelolaan APBD, Fokus Tekan SiLPA hingga Optimalkan Aset Daerah
MotoGP Mandalika 2026 Bidik 150 Ribu Penonton, MGPA: SDM NTB Sudah Berstandar Internasional
DPRD NTB Setujui Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Beri Catatan Strategis untuk Pemprov
Wabup Nurul Adha Resmi Jalankan Tugas Kepala Daerah Lobar, Pastikan Pemerintahan dan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Gubernur NTB Serahkan Radiogram Mendagri, Nurul Adha Resmi Jalankan Tugas Bupati Lombok Barat Tanpa Status Plt
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 20:12 WIB

TMI NTB Tancap Gas! Tiga DPD Resmi Dibentuk, Siap Kawal Kepentingan Petani

Senin, 27 Juli 2026 - 18:03 WIB

KPID NTB Ajak Santri Jadi Benteng Hoaks, Abdul Muluk: Kuasai Media Sosial dengan Dakwah Positif

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:45 WIB

Gubernur NTB Resmi Tutup Porprov XII 2026, Miq Iqbal: Pemenangnya Kita Semua

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:40 WIB

Soroti Dana Tali Asih dan Unggahan Medsos, Elemen Masyarakat Kepung Kantor Hotman 911 di Mataram

Rabu, 22 Juli 2026 - 20:01 WIB

Gubernur Iqbal Siapkan Reformasi Pengelolaan APBD, Fokus Tekan SiLPA hingga Optimalkan Aset Daerah

Berita Terbaru