Investasi Hijau Jepang Didorong Perkuat 8.000 Hektare Mangrove Sumbawa

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 23 Juni 2026 - 15:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP saat menerima audiensi IHACHI Co., Ltd Jepang bersama KOPMAS Bank NTB Syariah terkait penguatan investasi hijau dan pengembangan kawasan mangrove di Sumbawa.

Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP saat menerima audiensi IHACHI Co., Ltd Jepang bersama KOPMAS Bank NTB Syariah terkait penguatan investasi hijau dan pengembangan kawasan mangrove di Sumbawa.

SUMBAWAPOST.com|™ Sumbawa Besar- Upaya penguatan ekonomi hijau di Kabupaten Sumbawa semakin mendapat dukungan internasional. Kali ini, investasi hijau dari IHACHI Co., Ltd. Jepang didorong untuk memperkuat pengelolaan dan pengembangan kawasan mangrove seluas 8.000 hektare di wilayah tersebut.

Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, menerima langsung audiensi IHACHI Jepang bersama perwakilan Koperasi Konsumen Mutiara Amanah Syariah (KOPMAS) yang berafiliasi dengan Bank NTB Syariah di Ruang Rapat H. Hasan Usman, Kantor Bupati Sumbawa, Selasa (23/6/2026).

Dalam pertemuan tersebut, IHACHI yang diwakili Mrs. Ono dan Mr. Fujioka memaparkan rencana investasi berbasis ekonomi karbon dan rehabilitasi lingkungan. Program tersebut mencakup penanaman mangrove, penghijauan lahan kritis, hingga pengembangan teknologi desalinasi air laut.

Baca Juga :  NTB Selangkah Lagi Tinggalkan Sistem Lama, Karier ASN Berbasis Talenta

Bupati Sumbawa menyambut positif rencana investasi tersebut karena dinilai sejalan dengan program Sumbawa Hijau Lestari yang tengah digencarkan pemerintah daerah.

“Penghijauan lahan kritis menjadi salah satu fokus kami. Selain menjaga lingkungan, kami juga mendorong penanaman pohon bernilai ekonomi seperti sengon, kemiri, kopi, alpukat, nangka, manggis, dan tanaman produktif lainnya. Saat ini kami telah menyiapkan satu juta bibit pohon untuk mendukung gerakan tersebut,” ujar Bupati.

Ia juga menegaskan bahwa Sumbawa memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi hijau, terutama dengan keberadaan sekitar 8.000 hektare kawasan mangrove yang tersebar di wilayah pesisir.

Baca Juga :  SK Menpora Terbit, NTB, NTT Dan DKI Jakarta Resmi Jadi Tua Rumah PON XXII Tahun 2028

Selain itu, Bupati menilai tanaman seperti kaliandra yang ditawarkan IHACHI sangat cocok untuk mendukung ekosistem dan kebutuhan pakan ternak masyarakat. Pemerintah daerah juga membuka opsi tanaman lain seperti gamal dan bidara yang telah lama dikenal masyarakat lokal.

Menurut Bupati, hampir 43 persen kawasan hutan di Provinsi NTB berada di Kabupaten Sumbawa, sehingga sangat potensial menjadi pusat pengembangan ekonomi karbon dan perdagangan karbon di masa depan.

Ia berharap kerja sama ini tidak hanya berhenti pada tahap penjajakan, tetapi segera diwujudkan dalam program nyata yang memberikan manfaat langsung bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

IKA Unram Dorong Anak Muda NTB Berani Jadi Pengusaha, Ratusan Pelajar Ikuti Panggung Inspirasi Bisnis
Jelang MotoGP Mandalika, 53 Warga Bilebante Digembleng Jadi SDM Pariwisata
Paradoks “No Viral, No Justice”
Sekda NTB Sebut Manajemen Risiko seperti VAR, Biar Tak Salah Kasih ‘Kartu Merah’
Wagub NTB Sentil Pejabat: Jangan Cuma Kejar Prestasi, Bawahan Jangan Sampai Takut
Gubernur NTB: Pejabat Tanpa Sertifikasi Manajemen Risiko Tak Bisa Naik Eselon II
Mandalika Tak Lagi Cuma Sirkuit, NTB Siapkan Etalase UMKM dan Budaya untuk Wisatawan
Sumbawa Barat Jadi Penyumbang Investasi Terbesar NTB, Lebih dari Rp11 Triliun, Disusul Dompu
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 08:22 WIB

IKA Unram Dorong Anak Muda NTB Berani Jadi Pengusaha, Ratusan Pelajar Ikuti Panggung Inspirasi Bisnis

Minggu, 9 Agustus 2026 - 15:39 WIB

Jelang MotoGP Mandalika, 53 Warga Bilebante Digembleng Jadi SDM Pariwisata

Minggu, 9 Agustus 2026 - 15:07 WIB

Paradoks “No Viral, No Justice”

Minggu, 9 Agustus 2026 - 10:04 WIB

Sekda NTB Sebut Manajemen Risiko seperti VAR, Biar Tak Salah Kasih ‘Kartu Merah’

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:54 WIB

Wagub NTB Sentil Pejabat: Jangan Cuma Kejar Prestasi, Bawahan Jangan Sampai Takut

Berita Terbaru

Dr. Ufran, SH., MH., Ketua Departemen Hukum Pidana FHISIP Unram, menyoroti Paradoks “No Viral, No Justice” dan Pengaruh Viralitas Media Sosial Terhadap Perhatian Publik Serta Penegakan Hukum

Hukum & Kriminal

Paradoks “No Viral, No Justice”

Minggu, 9 Agu 2026 - 15:07 WIB