Menyoal Roh Pemberdayaan dalam โ€˜Satu Miliar Satu Desaโ€™ di Kabupaten Lombok Barat

Avatar

- Jurnalis

Sabtu, 20 Juni 2026 - 17:57 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Guru Besar FHISIP Universitas Mataram (Unram), Kurniawan, menyampaikan pandangannya terkait program Satu Miliar Satu Desa di Kabupaten Lombok Barat yang dinilai perlu lebih berpihak pada pemberdayaan masyarakat, penanganan stunting, kemiskinan ekstrem, dan perbaikan kualitas hidup warga.

Guru Besar FHISIP Universitas Mataram (Unram), Kurniawan, menyampaikan pandangannya terkait program Satu Miliar Satu Desa di Kabupaten Lombok Barat yang dinilai perlu lebih berpihak pada pemberdayaan masyarakat, penanganan stunting, kemiskinan ekstrem, dan perbaikan kualitas hidup warga.

๐‘ถ๐’๐’†๐’‰: ๐‘ฒ๐’–๐’“๐’๐’Š๐’‚๐’˜๐’‚๐’ (Guru Besar ๐‘ญ๐‘ฏ๐‘ฐ๐‘บ๐‘ฐ๐‘ท ๐‘ผ๐’๐’“๐’‚๐’Ž)

๐๐ซ๐จ๐ ๐ซ๐š๐ฆ ๐‘๐ฉ๐Ÿ ๐ฆ๐ข๐ฅ๐ข๐š๐ซ ๐ฉ๐ž๐ซ D๐ž๐ฌ๐š yang digulirkan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dibawah Bupati H.Lalu Ahmad Zaini (LAZ) dan Wakil Bupati Hj. Nurul Adha ( LAZADHA ) semestinya menjadi angin segar bagi pemerataan kesejahteraan di Lombok Barat. Dengan alokasi yang menyentuh langsung akar rumput, kebijakan pasangan yang dilantik pada 20 Februari 2025 ini berpeluang memutus rantai persoalan mendasar di tingkat dusun-dusun yang ada di Lombok Barat. Namun, realitas di lapangan memunculkan tanda bahaya. Keprihatinan Wakil Bupati Hj. Nurul Adha dalam rapat koordinasi di Kecamatan Batulayar menegaskan bahwa sekitar 90 persen usulan desa masih didominasi pembangunan fisik.

๐Š๐ž๐œ๐ž๐ง๐๐ž๐ซ๐ฎ๐ง๐ ๐š๐ง ๐ข๐ง๐ข ๐ฉ๐š๐ญ๐ฎ๐ญ ๐๐ข๐ฌ๐š๐ฒ๐š๐ง๐ ๐ค๐š๐ง ketika anggaran besar lebih banyak terserap untuk semen, batu, dan aspal, sementara investasi pada manusia tertinggal.

Infrastruktur memang penting seperti jalan Desa, Jembatan, dan Drainase dibutuhkan untuk akses ekonomi dan layanan publik. Tetapi apa gunanya jalan mulus jika generasi yang melintas di atasnya tumbuh dalam kondisi stunting

Apa artinya bangunan megah jika kemiskinan ekstrem dan persoalan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tetap menjadi rapor merah yang tak kunjung tuntas?

Isu stunting menunjukkan mengapa pembangunan manusia harus menjadi prioritas. Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024 mencatat prevalensi stunting di Lombok Barat sebesar 27,3%. Sementara data operasional daerah melalui Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (eโ€‘PPGBM) tahun 2025 menunjukkan angka 9,58% atau setara 5.848 balita terdata stunting. Perbedaan angka ini tidak perlu dipertentangkan, melainkan dipahami sebagai konsekuensi metodologi dan cakupan pendataan. Pesan intinya sama yaitu persoalan gizi anak masih membutuhkan kerja serius, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

๐ƒ๐จ๐ฆ๐ข๐ง๐š๐ฌ๐ข ๐ฉ๐ซ๐จ๐ฒ๐ž๐ค ๐Ÿ๐ข๐ฌ๐ข๐ค juga menandakan kuatnya pola pikir visible development, seolah keberhasilan desa hanya diukur dari sesuatu yang terlihat dan cepat dipamerkan. Padahal program nonfisik seperti penguatan Posyandu, pemenuhan gizi anak, perlindungan keluarga rentan, penanganan kemiskinan ekstrem, perbaikan RTLH berbasis data, hingga pemberdayaan ekonomi rumah tangga miskin menjadi fondasi kualitas hidup jangka panjang.

๐ƒ๐ข ๐ญ๐ข๐ญ๐ข๐ค ๐ข๐ง๐ข ๐ฉ๐ž๐ซ๐š๐ง ๐ฉ๐ž๐ฆ๐ž๐ซ๐ข๐ง๐ญ๐š๐ก ๐๐ž๐ฌ๐š sangat strategis. Desa paling mengetahui warganya seperti keluarga yang rentan, anak yang berisiko, serta rumah yang tak layak huni. Karena itu, sinergi yang ditegaskan Bupati LAZ perlu diterjemahkan dalam aksi konkret. โ€œKamus usulanโ€ program desa mesti dirombak agar berpihak pada program kemanusiaan, dengan indikator jelas, data sasaran akurat, dan pendampingan konsisten lintas OPD. Dana Rp1 miliar per desa tidak boleh menjadi rutinitas serapan anggaran yang miskin substansi.

Baca Juga :  Hakim Pengadilan Negeri Mataram Kasus Fihiruddin Dilaporkan ke MA dan KY: Dugaan Sesat Hukum dan Mafia Peradilan Terkuak

๐๐š๐๐š ๐š๐ค๐ก๐ข๐ซ๐ง๐ฒ๐š, publik tidak membutuhkan desa yang sekadar tampak maju di foto peresmian, tetapi desa yang warganya benar-benar naik kelas dalam kesehatan, pendidikan, dan pendapatan. Jika โ€˜Satu Miliar Satu Desaโ€™ terus dikunci pada beton dan aspal atau kemewahan gedung, maka yang kita bangun hanya permukaan, sementara masalah pokok dibiarkan mengakar.

Program ini harus menjadi keberpihakan, bukan sekadar proyek tapi berpihak pada anak yang butuh gizi, pada keluarga yang nyaris menyerah, dan pada rumah tangga miskin yang menunggu jalan keluar. Bila tidak, maka dana satu miliar satu desa hanya akan habis tanpa meninggalkan perubahan berarti. Semoga

 

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Pernah Jadi Orang Nomor Satu di Polri, Kini Tersangka! Ini Jejak Karier dan Kekayaan Jenderal Bintang Empat Listyo Sigit
Geger Kabar Sejumlah Jenderal Polri Ditangkap dan Diamankan di Mako Brimob, Ini Respons Mabes Polri
Bikin ASN Betah Ngantor, Wagub NTB Puji Disnakertrans Sulap Pekarangan Jadi Kebun Produktif
Okupansi Hotel di NTB Merosot, Tingkat Hunian Hotel Berbintang Turun Jadi 44,86 Persen
Bukan Sekadar Terima Beasiswa, 100 Mahasiswa Unram Ditantang Jadi Penggerak Pertanian Modern
Tak Cuma Beri Beasiswa ke Mahasiswa Unram, JHL Siapkan Investasi Pabrik Kelapa di NTB
100 Mahasiswa Pertanian Unram Terima Beasiswa Kelapa dari Yayasan JHL Merah Putih Kasih
Ekspor NTB Tembus Rp6,94 Triliun, Daya Tukar Petani Menguat, Produksi Padi dan Jagung Naik
Berita ini 78 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 21:45 WIB

Pernah Jadi Orang Nomor Satu di Polri, Kini Tersangka! Ini Jejak Karier dan Kekayaan Jenderal Bintang Empat Listyo Sigit

Selasa, 3 November 2026 - 17:05 WIB

Geger Kabar Sejumlah Jenderal Polri Ditangkap dan Diamankan di Mako Brimob, Ini Respons Mabes Polri

Selasa, 3 November 2026 - 13:11 WIB

Bikin ASN Betah Ngantor, Wagub NTB Puji Disnakertrans Sulap Pekarangan Jadi Kebun Produktif

Selasa, 3 November 2026 - 08:07 WIB

Okupansi Hotel di NTB Merosot, Tingkat Hunian Hotel Berbintang Turun Jadi 44,86 Persen

Senin, 2 November 2026 - 17:44 WIB

Bukan Sekadar Terima Beasiswa, 100 Mahasiswa Unram Ditantang Jadi Penggerak Pertanian Modern

Berita Terbaru