NTBCare Tepis Isu Rp31 Miliar, Direktur Tegaskan Kami Bukan Pengelola Uang, Itu Hoaks Kelas Sampah

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 5 Mei 2026 - 07:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang perempuan berkerudung hitam dengan kacamata hitam yang merupakan Direktur NTBCare, saat hadir di tengah forum diskusi publik yang digelar Eksekutif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi Nusa Tenggara Barat (EW LMND NTB).

Seorang perempuan berkerudung hitam dengan kacamata hitam yang merupakan Direktur NTBCare, saat hadir di tengah forum diskusi publik yang digelar Eksekutif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi Nusa Tenggara Barat (EW LMND NTB).

SUMBAWAPOST.com | Mataram- Direktur NTBCare saat ini, Rohyatil Wahyuni Bourhany (sering disebut Saraa Azahra), memberikan klarifikasi tegas terkait beredarnya narasi yang menyebut lembaganya mengelola dana hingga Rp31 miliar.

Ia menegaskan bahwa NTBCare bukan lembaga pengelola keuangan, apalagi entitas yang berorientasi pada profit.

“Sehubungan dengan narasi liar yang menyebut NTBCare mengelola uang Rp31 miliar, dengan ini kami tegaskan NTBCare bukan lembaga pengelola uang, bukan pula mesin pencetak profit,”ungkapnya dalam keterangan yang diterima media ini. Selasa (5/5/2026).

Rohyatil menjelaskan, NTBCare merupakan program sosial Pemerintah Provinsi NTB yang berfokus pada kerja-kerja kemanusiaan dan kolaborasi di lapangan.

“NTBCare adalah program sosial Pemerintah Provinsi NTB sebelumnya. Fokus kami sederhana yakni menghubungkan niat baik dengan aksi nyata di lapangan. Kami tidak pegang kas, tidak punya brankas, dan tidak jualan untung-rugi. Kegiatan kami murni fasilitasi dan kolaborasi untuk urusan kemanusiaan, kesehatan, pendidikan, dan kebencanaan,”bebernya.

Baca Juga :  Rakornas P2DD 2025: Ini Jurus NTB ‘Tendang’ Inflasi dan Pacu Ekonomi Digital

Ia menambahkan, mekanisme kerja NTBCare dibangun berbasis kemitraan dengan berbagai elemen, mulai dari lembaga resmi, komunitas, CSR, hingga relawan.

“Sistem kami bermitra. Mitra-mitra strategis dari lembaga resmi, komunitas, CSR, hingga relawan inilah yang jadi tulang punggung sekaligus support system NTBCare. Mereka yang mengeksekusi, kami yang mengorkestrasi,”ujarnya.

Dengan demikian, ia menilai tuduhan yang menyebut NTBCare mengelola dana Rp31 miliar adalah tidak benar dan menyesatkan.

“Jadi kalau ada yang membayangkan NTBCare duduk di atas tumpukan uang Rp31 miliar sambil kipas-kipas, kami pastikan itu adegan film fiksi. Genre hoaks,”tegansya.

Lebih jauh, ia menyebut informasi tersebut sebagai narasi yang tidak berdasar dan tidak layak diproduksi ulang.

Baca Juga :  Miq Iqbal Semangati 215 PMI NTB: Merantau Itu Ngeri-Ngeri Sedap, Tapi Harus Pulang dengan Hidup yang Lebih Hebat

“Maka, klaim bahwa ‘NTBCare kelola uang Rp31 M’ kami kategorikan sebagai berita sampah. Daur ulang pun tidak bisa, karena isinya sudah busuk sejak awal,”katanya.

Meski demikian, NTBCare tetap membuka ruang kolaborasi bagi publik dan berbagai pihak yang ingin terlibat dalam kerja-kerja sosial di NTB.

“Kami mengundang publik untuk cek data ke sumber resmi, dan sekalian audit bukan membuat narasi yg justru memperlihatkan kualitas pembuat narasi. Kalau mau bantu warga NTB, pintu kolaborasi kami terbuka. Kalau mau bikin drama, panggungnya bukan di sini,”imbuhnya.

NTBCare menegaskan kembali posisinya sebagai program sosial, bukan lembaga pengelola dana, serta mengajak masyarakat lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di ruang publik.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Ranperda Pajak NTB Dikoreksi Mendagri, Komisi III DPRD Beberkan 6 Poin Ini Wajib Diperbaiki
Kemendagri Koreksi Pajak Air NTB, Komisi III Soroti Water Meter, Air Payau hingga IPR
Kemendagri Hapus Sejumlah Tarif Retribusi dalam Ranperda Pajak NTB, Ini Daftarnya
Bom Meledak di Lombok Tengah Jelang MotoGP Mandalika 2026, Tim Jibom Polda NTB Bergerak
PMI NTB Yanuar Masih Tertahan di Myawaddy, Sudah Terhubung dan Sehat Tapi Belum Bisa Pulang, Ini Alasannya
PKL Nasional di Kemenag RI, Mahasiswa FDIK UIN Mataram Didorong Uji Skill dan Mental di Dunia Kerja
Mahasiswa Bima Tusuk Ihsan hingga Tewas di Pantai Wadu Baba, Terancam Hukuman Mati
Sakit Hati Pacarnya Diduga Diperkosa, Mahasiswa Bima Tusuk Pemuda Pantai Hingga Tewas
Berita ini 222 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 17:23 WIB

Ranperda Pajak NTB Dikoreksi Mendagri, Komisi III DPRD Beberkan 6 Poin Ini Wajib Diperbaiki

Selasa, 29 September 2026 - 16:57 WIB

Kemendagri Koreksi Pajak Air NTB, Komisi III Soroti Water Meter, Air Payau hingga IPR

Selasa, 29 September 2026 - 15:44 WIB

Kemendagri Hapus Sejumlah Tarif Retribusi dalam Ranperda Pajak NTB, Ini Daftarnya

Selasa, 29 September 2026 - 11:49 WIB

Bom Meledak di Lombok Tengah Jelang MotoGP Mandalika 2026, Tim Jibom Polda NTB Bergerak

Senin, 28 September 2026 - 19:50 WIB

PMI NTB Yanuar Masih Tertahan di Myawaddy, Sudah Terhubung dan Sehat Tapi Belum Bisa Pulang, Ini Alasannya

Berita Terbaru