Wagub NTB Umi Dinda Bongkar ‘Penyakit Lama’ Otda: Jangan Cuma Seremoni, Saatnya Daerah Kerja Nyata untuk Rakyat

Avatar

- Jurnalis

Senin, 27 April 2026 - 14:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wagub NTB Indah Dhamayanti Putri atau akrab disapa Umi Dinda saat memimpin upacara peringatan Hari Otonomi Daerah ke-XXX di Lapangan Bumi Gora, Mataram.

Wagub NTB Indah Dhamayanti Putri atau akrab disapa Umi Dinda saat memimpin upacara peringatan Hari Otonomi Daerah ke-XXX di Lapangan Bumi Gora, Mataram.

SUMBAWAPOST.com | Mataram- Peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-XXX di Nusa Tenggara Barat tahun 2026 tak sekadar seremoni tahunan. Wakil Gubernur NTB, Hj Indah Dhamayanti Putri atau akrab disapa Umi Dinda justru menyoroti Penyakit lama Otonomi Daerah yang dinilai masih kerap terjebak pada kegiatan formalitas tanpa dampak nyata bagi masyarakat.

Upacara yang digelar di Lapangan Bumi Gora, Kantor Gubernur NTB, Senin (27/4/2026), menjadi momentum penting untuk mengingatkan bahwa otonomi daerah harus benar-benar bekerja untuk rakyat, bukan sekadar rutinitas administratif.

Peringatan Hari Otda XXX tahun ini mengusung tema ‘Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita’, yang menjadi arah bagi pemerintah daerah dalam menyelaraskan pembangunan lokal dengan visi nasional.

Dalam amanat Menteri Dalam Negeri yang dibacakan, Wagub menegaskan bahwa otonomi daerah merupakan momentum penting untuk memperkokoh komitmen dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui percepatan pemerataan pembangunan dan penguatan pelayanan publik.

Baca Juga :  Pelantikan Tak Biasa, Gubernur Iqbal Lantik PJ Sekda NTB di Tenda Darurat Banjir

Ia menekankan bahwa kemandirian daerah harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab mengelola potensi lokal demi mencapai target-target Asta Cita. Menurutnya, sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah adalah harga mati.

“Tanpa koordinasi yang baik, tujuan besar tersebut tidak akan dapat tercapai secara optimal. Oleh karena itu, sinkronisasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci utama dalam keberhasilan pembangunan nasional,” ujarnya.

Lebih jauh, Umi Dinda menjelaskan bahwa sinkronisasi tersebut harus diwujudkan melalui langkah strategis, mulai dari integrasi perencanaan dan penganggaran nasional-daerah, reformasi birokrasi berbasis outcomes yang diperkuat digitalisasi, hingga penguatan kemandirian fiskal dan kolaborasi antardaerah.

Wagub juga mengingatkan agar pemerintah daerah tetap fokus pada layanan dasar, pengentasan ketimpangan, serta menjaga stabilitas daerah. Meski diberikan ruang inovasi yang luas, pelaksanaannya harus tetap tegak lurus dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Baca Juga :  Tim Transisi-Tim Percepatan: Biang Kerok Kegaduhan dan Masalah Hukum di Setahun Kepemimpinan Iqbal-Dinda

Dalam menghadapi tantangan global, ia mengajak seluruh kepala daerah menghadirkan kebijakan yang benar-benar berpihak pada rakyat. Fokus utama mencakup swasembada pangan berbasis teknologi, swasembada energi, serta pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan.

Selain itu, peningkatan kewirausahaan, akses pendidikan dan kesehatan berkualitas, hingga reformasi birokrasi menjadi bagian penting dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang transparan dan bebas korupsi.

Di akhir amanat, Wagub Umi Dinda menegaskan pesan penting soal efisiensi anggaran sesuai arahan Presiden Republik Indonesia. Ia mengingatkan agar kegiatan pemerintahan tidak lagi berorientasi pada seremoni semata.

“Seluruh pemerintah daerah diharapkan untuk menyelenggarakan kegiatan secara sederhana, tidak berlebihan, dan memastikan bahwa setiap penggunaan anggaran benar-benar memberikan nilai tambah bagi masyarakat serta menghindari pemborosan yang tidak memiliki dampak langsung terhadap pelayanan publik,” pungkasnya.

 

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Rinjani 100 Siap Digelar, 2.275 Pelari dari 38 Negara Bakal Taklukkan Gunung Rinjani
Proyek Jalan Lenangguar-Lunyuk, Dewan NTB Fakhruddin Rob Warning Keras: Target 20 Mei, Molor Siap Dipidanakan
DPR RI Mori Hanafi Turun Gunung, Soroti Bendungan Pelaparado yang Kritis dan Butuh Rp90 Miliar untuk 3.895 Hektare
Wali Kota Bima ‘Ngantor’ ke Jakarta, Jemput Proyek PUPR: Kota BISA Siap Disulap Lebih Kece
Stok Beras Gudang Bulog NTB Tembus 130 Ribu Ton, Aman untuk Kebutuhan hingga 2 Tahun
Dilaporkan Soal Sebar Nomor Gubernur NTB, Rohyatil Buka Fakta di Polda: Itu Bukan Data Pribadi
Pimpinan dan Anggota DPRD NTB Menyampaikan Ucapan Selamat Hari Otonomi Daerah XXX Tahun 2026
Satpol PP NTB ‘Berubah Haluan’ di HUT ke-76, Dari Penertiban ke Bazar Pangan Murah
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 16:11 WIB

Rinjani 100 Siap Digelar, 2.275 Pelari dari 38 Negara Bakal Taklukkan Gunung Rinjani

Selasa, 28 April 2026 - 16:00 WIB

Proyek Jalan Lenangguar-Lunyuk, Dewan NTB Fakhruddin Rob Warning Keras: Target 20 Mei, Molor Siap Dipidanakan

Selasa, 28 April 2026 - 15:15 WIB

DPR RI Mori Hanafi Turun Gunung, Soroti Bendungan Pelaparado yang Kritis dan Butuh Rp90 Miliar untuk 3.895 Hektare

Selasa, 28 April 2026 - 12:42 WIB

Wali Kota Bima ‘Ngantor’ ke Jakarta, Jemput Proyek PUPR: Kota BISA Siap Disulap Lebih Kece

Selasa, 28 April 2026 - 12:24 WIB

Stok Beras Gudang Bulog NTB Tembus 130 Ribu Ton, Aman untuk Kebutuhan hingga 2 Tahun

Berita Terbaru