Ramai Konflik Selebgram Lombok, AMSI NTB ‘Warning’ Media: Tak Semua Layak Dieksploitasi Jadi Berita

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 24 April 2026 - 16:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua AMSI NTB memberikan pernyataan terkait maraknya pemberitaan konflik selebgram yang dinilai melanggar etika jurnalistik.

Ketua AMSI NTB memberikan pernyataan terkait maraknya pemberitaan konflik selebgram yang dinilai melanggar etika jurnalistik.

SUMBAWAPOST.com | Mataram- Maraknya pemberitaan konflik antar selebgram di Lombok dalam beberapa hari terakhir mendapat sorotan dari Asosiasi Media Siber Indonesia Nusa Tenggara Barat (NTB). Organisasi perusahaan pers ini mengingatkan media untuk lebih selektif serta menjaga etika dalam mempublikasikan isu-isu yang bersifat personal.

Ketua AMSI NTB, Hans Bahanan, menilai tren pemberitaan konflik antarindividu tersebut menunjukkan gejala penurunan kualitas jurnalistik. Ia menyoroti adanya kecenderungan media mengangkat laporan selebgram terhadap selebgram lain tanpa pertimbangan nilai kepentingan publik yang jelas.

“Tidak semua peristiwa bisa menjadi berita,” tegas Hans, Dalam keterangan yang diterima media ini. Jum’at (24/4/2026).

Menurutnya, sejumlah pemberitaan yang beredar terindikasi tidak melalui proses verifikasi yang memadai, minim konfirmasi, serta lebih menonjolkan aspek sensasional dibanding substansi. Dalam prinsip jurnalistik, konflik personal yang tidak berdampak luas pada masyarakat dinilai tidak layak dijadikan konsumsi publik.

Baca Juga :  Dewan Pers: Jurnalisme Berkualitas Jadi Benteng Demokrasi di Era Disinformasi Global

Hans menegaskan, merujuk pada pedoman Dewan Pers melalui Kode Etik Jurnalistik (KEJ), media seharusnya mengedepankan kepentingan publik, bukan sekadar mengejar popularitas. Pemberitaan yang mengangkat konflik pribadi tanpa relevansi publik berpotensi melanggar etika dan merugikan pihak tertentu.

Ia juga mengingatkan dampak lanjutan dari pemberitaan semacam itu, yang dapat merusak reputasi individu serta berdampak pada kondisi psikologis pihak yang terlibat.

Sebagai salah satu konstituen Dewan Pers, AMSI menekankan pentingnya prinsip keberimbangan atau cover both sides dalam setiap produk jurnalistik. Wartawan diminta memastikan semua pihak yang terkait mendapatkan ruang yang adil sebelum berita dipublikasikan.

“Ini untuk menghindari adanya tendensi pribadi dalam penulisan,” kata Hans.

Baca Juga :  AMSI NTB Desak Dikbud Evaluasi Kepala SMAN 1 Pringgrata dan Segera Minta Maaf Secara Terbuka 

Sementara itu, Ketua Divisi Advokasi AMSI NTB, Satria Zulfikar, menyoroti soal mekanisme hak jawab dalam sengketa pers. Ia menegaskan bahwa hak jawab tidak bisa dijadikan pembenaran atas pemberitaan yang sejak awal tidak memenuhi kaidah jurnalistik.

“Jika pemberitaan sudah berimbang, pihak yang merasa dirugikan bisa menempuh hak koreksi. Tetapi jika sejak awal tujuannya menyerang personal, maka itu sudah di luar konteks jurnalistik,” ujarnya.

Satria menambahkan, media bukanlah lembaga peradilan yang dapat menghakimi seseorang melalui pemberitaan. Karena itu, setiap produk jurnalistik harus tetap berpegang pada aturan, menjaga netralitas, serta memastikan informasi yang disampaikan memiliki nilai manfaat bagi publik.

“Media adalah penyebar informasi, tetapi bukan sembarang informasi. Ada aturan yang harus dipatuhi agar informasi tetap netral dan bertanggung jawab,” tutupnya.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Proyek Hilirisasi Ayam Dapat Suntikan Dana Awal Rp5 Triliun, Bima Masuk Tahap Pertama Pembangunan Nasional
NTB Dorong Percepatan Hilirisasi Ayam Terintegrasi, Peternak Nantikan Pabrik Pakan Dan Parent Stock
Madapangga Dipilih Jadi Lokasi Proyek Peternakan Ayam Terintegrasi Nasional, PT Berdikari Siapkan Kawasan Modern di Bima
PT Berdikari dan Pemkab Bima Resmi Teken MoU, Bima Jadi Lokasi Proyek Peternakan Ayam Terintegrasi Nasional
ISPA Hingga Hipertensi Dominasi Kasus Kesehatan Peserta MTQ XXXI NTB
MTQ XXXI NTB Dikawal 118 Tenaga Kesehatan, Ambulans Siaga 24 Jam di Lombok Tengah
Jokowi Masih Kuat, Tetapi Tidak Lagi Menentukan Segalanya Dan Prabowo Adalah Penerus Terbaiknya
GARDA SATU NTB Apresiasi Bupati Jarot Jaga Hutan, Soroti Tambang Liar Sumbawa
Berita ini 452 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:50 WIB

Proyek Hilirisasi Ayam Dapat Suntikan Dana Awal Rp5 Triliun, Bima Masuk Tahap Pertama Pembangunan Nasional

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:15 WIB

NTB Dorong Percepatan Hilirisasi Ayam Terintegrasi, Peternak Nantikan Pabrik Pakan Dan Parent Stock

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:37 WIB

Madapangga Dipilih Jadi Lokasi Proyek Peternakan Ayam Terintegrasi Nasional, PT Berdikari Siapkan Kawasan Modern di Bima

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:04 WIB

PT Berdikari dan Pemkab Bima Resmi Teken MoU, Bima Jadi Lokasi Proyek Peternakan Ayam Terintegrasi Nasional

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:39 WIB

ISPA Hingga Hipertensi Dominasi Kasus Kesehatan Peserta MTQ XXXI NTB

Berita Terbaru