Ketua Bapemperda DPRD NTB Dorong Pers Berintegritas dan Kritis, Usul Perda Lindungi Media Lokal

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 15 April 2026 - 15:37 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Bapemperda DPRD NTB Ali Usman Ahim bersama Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dan Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana
saat berada di Sekretariat PWI NTB serta Anggota Pengurus PWI NTB disaat acara Halal Bihalal

Ketua Bapemperda DPRD NTB Ali Usman Ahim bersama Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dan Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana saat berada di Sekretariat PWI NTB serta Anggota Pengurus PWI NTB disaat acara Halal Bihalal

SUMBAWAPOST.com| Mataram- Suara keras dan tajam menggema dari panggung talk show Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Nusa Tenggara Barat. Rabu (15/4/2026).

Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD NTB, Ali Usman Ahim, melontarkan pesan tegas bahwa pers harus tetap profesional, berintegritas, dan berani mengkritik kekuasaan tanpa kompromi.

Acara yang dirangkaikan dengan Halal Bihalal PWI NTB itu digelar di Kantor PWI NTB, Jalan Mahoni Nomor 5B, Monjok Baru, Kota Mataram, dengan mengusung tema besar ‘Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat Menuju NTB Makmur Mendunia.’

Dalam pemaparannya, Ali Usman menegaskan bahwa di tengah derasnya arus informasi yang kian liar, hanya pers yang jujur, berani, dan bertanggung jawab yang mampu menjadi penjaga kebenaran.

“Semoga insan pers semakin profesional dalam setiap karya, tetap teguh menjaga integritas, dan konsisten menjunjung tinggi etika jurnalistik,” tegasnya di hadapan peserta talk show.

Baca Juga :  Dituding Selewengkan Aset Pemprov, Anggota DPRD NTB Siti Ary Angkat Bicara

Namun, pernyataannya tidak berhenti disitu. Ia justru menguliti persoalan mendasar yang selama ini dianggap tabu relasi transaksional antara pemerintah dan media.

Menurutnya, hubungan yang dibangun atas dasar kepentingan fasilitas dan keuntungan sesaat justru menjadi racun bagi kesehatan pers.

“Pers yang sehat tidak akan pernah lahir dari relasi transaksional. Pemerintahan tanpa kritik itu berbahaya bagi Demokrasi,” ujarnya lantang.

Ali Usman Duta Partai Gerindra Dapil Lombok Tengah tersebut bahkan mengingatkan bahwa Pers yang lemah akan melahirkan Demokrasi yang lumpuh. Ketika media kehilangan daya kritisnya, maka publik pun kehilangan akses terhadap keadilan dan informasi yang objektif.

Tak hanya mengkritik, DPRD NTB juga membuka jalan solusi. Ali Usman menyatakan pihaknya siap mendorong lahirnya regulasi daerah (Perda) yang berpihak pada keberlangsungan media lokal.

Ia menilai, di tengah gempuran digitalisasi dan dominasi platform besar, media lokal berada di titik kritis bahkan nyaris mati suri.

“DPRD harus hadir melahirkan kebijakan untuk melindungi media lokal. Kita tidak boleh membiarkan mereka kalah oleh arus perubahan,” katanya.

Baca Juga :  Kado Istimewa HUT ke-81 TNI untuk Bumi Gora, Kodam XXX/Rinambora Resmi Berdiri di NTB

Menurutnya, regulasi afirmatif diperlukan untuk menciptakan ekosistem pers yang sehat, baik dari sisi pemberitaan maupun keberlanjutan ekonomi media.

Dukungan tersebut bisa mencakup kebijakan iklan, peningkatan kapasitas jurnalis, hingga fasilitasi yang tidak mengintervensi independensi redaksi.

Di akhir pernyataannya, Ali Usman kembali menegaskan bahwa kunci utama tetap berada pada komitmen insan pers itu sendiri.
Pers harus berani mengkritik berbasis data, menjaga integritas, dan tidak tunduk pada tekanan kekuasaan maupun kepentingan ekonomi.

“Semakin pers melemah, Demokrasi pasti lumpuh. Tapi jika pers kuat dan berintegritas, maka pemerintahan yang sehat dan lompatan pembangunan akan tercipta,” pungkasnya.

Selain itu, Momentum Hari Pers Nasional 2026 ini menjadi pengingat keras, pers bukan sekadar penyampai berita, melainkan benteng terakhir Demokrasi. Dan tanpa integritas, benteng itu bisa runtuh kapan saja.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Puluhan Wartawan se-Pulau Sumbawa Ikuti OKK PWI, Kompetensi dan Etika Jurnalistik Diperkuat
Bawaslu NTB Jadi Tamu Pertama di Kantor Baru DPW PKB saat Konsolidasi Demokrasi
Bawaslu NTB Ingatkan PKB Siapkan Kepengurusan dan Kantor untuk Verifikasi Pemilu
PKB NTB dan Bawaslu Gelar Konsolidasi Demokrasi, Perkuat Sinergi Pengawasan Pemilu
Polda NTB Gerebek Dugaan Penimbunan Pertalite Subsidi di Lombok Timur, 1.734 Liter Disita
Gubernur NTB di Forum Dunia: Ekonomi Kreatif Tak Cukup Tumbuhkan Angka, Rakyat Harus Sejahtera
Sekda NTB Tegaskan Aset Daerah Bukan Milik Pribadi, Pemprov Siapkan Rencana Aksi
KPK Beri Peringatan ke Pemprov NTB: Saatnya Berbenah, Bukan Sekadar Rapat
Berita ini 61 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Puluhan Wartawan se-Pulau Sumbawa Ikuti OKK PWI, Kompetensi dan Etika Jurnalistik Diperkuat

Minggu, 25 Oktober 2026 - 18:35 WIB

Bawaslu NTB Jadi Tamu Pertama di Kantor Baru DPW PKB saat Konsolidasi Demokrasi

Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:31 WIB

Bawaslu NTB Ingatkan PKB Siapkan Kepengurusan dan Kantor untuk Verifikasi Pemilu

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:51 WIB

PKB NTB dan Bawaslu Gelar Konsolidasi Demokrasi, Perkuat Sinergi Pengawasan Pemilu

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:52 WIB

Polda NTB Gerebek Dugaan Penimbunan Pertalite Subsidi di Lombok Timur, 1.734 Liter Disita

Berita Terbaru