Dirut Bulog-Plt Kadistanketapang NTB Turun ke Sawah, Gaspol Serapan Gabah Target 4 Juta Ton Beras 2026

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 30 Januari 2026 - 20:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto: Direktur Utama Perum BULOG Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani bersama Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTB Eva Dewiyani saat Panen Raya Perdana dan peluncuran serapan gabah petani di Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, Jumat (30/1/2026), sebagai upaya mengamankan target 4 juta ton beras nasional tahun 2026.

Keterangan Foto: Direktur Utama Perum BULOG Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani bersama Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTB Eva Dewiyani saat Panen Raya Perdana dan peluncuran serapan gabah petani di Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, Jumat (30/1/2026), sebagai upaya mengamankan target 4 juta ton beras nasional tahun 2026.

SUMBAWAPOST.com| Lombok Utara- Komitmen memperkuat ketahanan pangan nasional kembali ditegaskan Perum BULOG melalui pelaksanaan Panen Raya Perdana dan Peluncuran Serapan Gabah Petani Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Tahun 2026. Kegiatan strategis ini digelar di Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, Jumat (30/01/2026), sebagai langkah awal memperkuat serapan gabah petani sejak awal tahun.

Panen raya tersebut dihadiri langsung Direktur Utama Perum BULOG Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, didampingi Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Kadistanketapang) Provinsi NTB Eva Dewiyani, Pimpinan Wilayah BULOG NTB Mara Kamin Siregar, serta Wakil Bupati Lombok Utara Kusmalahadi Syamsuri. Sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi NTB dan Kabupaten Lombok Utara turut hadir, menandai kuatnya dukungan lintas sektor.

Pelaksanaan panen raya perdana ini menjadi bagian penting dari strategi nasional dalam mendukung target penyerapan gabah setara 4 juta ton beras pada tahun 2026. NTB yang dikenal sebagai salah satu sentra produksi padi nasional dinilai memiliki peran strategis dalam menopang pencapaian target tersebut.

Baca Juga :  Wali Kota Bima ‘Ngantor’ ke Jakarta, Jemput Proyek PUPR: Kota BISA Siap Disulap Lebih Kece

Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan, peran BULOG tidak hanya sebatas menyerap hasil panen petani, tetapi juga menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan nasional. Ia menilai potensi produksi padi NTB yang besar harus diimbangi dengan sistem serapan yang kuat dan berkelanjutan.

“Sebagai BUMN pangan, BULOG hadir untuk memastikan hasil panen petani terserap secara optimal. NTB memiliki posisi strategis dalam peta pangan nasional. Oleh karena itu, kami siap mendukung melalui serapan gabah yang masif, penguatan infrastruktur pergudangan, serta sistem distribusi yang terintegrasi,” ujar Ahmad Rizal.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Kadistanketapang) Provinsi NTB Eva Dewiyani menekankan bahwa ketahanan pangan merupakan salah satu pilar utama pembangunan daerah. Menurutnya, penguatan sektor pertanian tidak hanya menjamin ketersediaan pangan, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap penguatan ketahanan sosial dan penurunan kemiskinan ekstrem.

Baca Juga :  Jelang Imlek dan Ramadan 2026, Satgas Saber Pangan NTB Turun Langsung: Stok Beras Tembus 141 Juta Kg, Dipastikan Aman

“NTB memiliki potensi besar dalam meningkatkan ketahanan pangan. Fokus kami adalah memastikan hasil pertanian petani terserap dengan baik sehingga berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat serta mendukung terwujudnya kembali swasembada pangan nasional,” ujarnya.

Eva juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, serta BULOG sebagai mitra strategis guna menjaga keberlanjutan serapan gabah petani.

Dalam implementasinya, BULOG terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, TNI/Polri, serta para pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan proses penyerapan gabah berjalan lancar, tepat sasaran, serta memberikan kepastian harga bagi petani.

Kegiatan Panen Raya Perdana dan Peluncuran Serapan Gabah Petani ini turut dihadiri Wakil Kepala Kepolisian Daerah NTB Brigjen Pol. Hari Nugroho, perwakilan Danrem 162/Wira Bhakti Kolonel Agung, Dandim Mataram Kolonel Infanteri Nyarman, Kapolres Lombok Utara AKBP Agus Purwanta, serta Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB Andhi Wahyu Riyadno.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

APBD-P NTB 2026 Disetujui: Belanja Rp6,05 Triliun, Defisit Rp369 Miliar, SiLPA Rp431 Miliar
Daftar Kabupaten-Kota Berprestasi di NTB Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp17 Miliar
Kota Bima dan Mataram Borong Penghargaan Kemendagri, Insentif Capai Rp10,5 Miliar
Lombok Timur Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp1 Miliar
Sumbawa Barat Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Dapat Insentif Rp2,5 Miliar
Lombok Utara Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp3 Miliar
APBD-P NTB 2026 Disepakati, Puluhan Ribu KK hingga Air Bersih dan MotoGP Mandalika Jadi Fokus
Kota Bima Borong 2 Penghargaan Terbaik I, Dapat Insentif Rp4 Miliar dari Kemendagri
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 09:37 WIB

APBD-P NTB 2026 Disetujui: Belanja Rp6,05 Triliun, Defisit Rp369 Miliar, SiLPA Rp431 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:57 WIB

Daftar Kabupaten-Kota Berprestasi di NTB Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp17 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:36 WIB

Kota Bima dan Mataram Borong Penghargaan Kemendagri, Insentif Capai Rp10,5 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:16 WIB

Lombok Timur Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp1 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:07 WIB

Sumbawa Barat Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Dapat Insentif Rp2,5 Miliar

Berita Terbaru