SUMBAWAPOST.com| Mataram- Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok strategis berada dalam kondisi aman dan terkendali. Kepastian tersebut diperoleh melalui inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) NTB, Rabu (20/01/2026).
Sidak dipimpin langsung oleh Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Provinsi NTB,Pj. Sekda NTB Lalu Muhamad Faozal, didampingi Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTB. Kegiatan ini melibatkan unsur TPID yang terdiri dari Bank Indonesia, Biro Ekonomi Setda NTB, Badan Pusat Statistik (BPS), Satgas Pangan Polda NTB, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta instansi terkait lainnya.
“Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan stok pangan mencukupi dan harga tetap stabil menjelang Ramadan, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang,” ujar Pj. Sekda Provinsi NTB Lalu Muhamad Faozal di sela-sela sidak.
Rombongan TPID mengawali sidak di Gudang Perum Bulog Wilayah NTB. Kepala Perum BULOG Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) Mara Kamin Siregar, menyampaikan bahwa stok beras saat ini mencapai sekitar 150 ribu ton, jumlah yang dinilai sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat NTB hingga 10 bulan ke depan.
“Stok beras kita dalam kondisi aman. Selain itu, stok gula juga tersedia, dan minyak goreng dijadwalkan kembali masuk dalam minggu ini,” jelas Mara Kamin Siregar. Ia menegaskan, secara umum kondisi pangan pokok strategis di NTB berada pada status aman dan terkendali.
Usai dari Bulog, rombongan TPID melanjutkan sidak ke gudang PT Baling-Baling Bambu untuk memantau ketersediaan telur ayam ras. Pihak perusahaan memastikan bahwa pasokan telur menjelang Ramadan berada dalam kondisi mencukupi.
“Untuk harga telur di tingkat distributor saat ini berkisar antara Rp47.000 hingga Rp52.000 per tray, tergantung kualitas dan biaya distribusi,” ungkap perwakilan perusahaan.
Dalam sidak tersebut, TPID juga mencatat sejumlah catatan strategis sebagai bagian dari upaya penguatan ketahanan pangan daerah. Pada komoditas beras, diperlukan penguatan sarana pascapanen, khususnya ketersediaan mesin pengering untuk menjaga kualitas hasil panen dan keberlanjutan produksi.
Sementara pada sektor perunggasan, stabilitas pasokan pakan serta sistem pemasaran yang berimbang dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kesinambungan produksi dan kestabilan harga telur.
Pj. Sekda Provinsi NTB Lalu Muhamad Faozal menegaskan pentingnya koordinasi yang lebih intensif antar perangkat daerah dan seluruh pemangku kepentingan.
“Koordinasi ini diperlukan untuk memastikan kelancaran distribusi, ketersediaan bahan baku pendukung, serta menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan,” tegas Lalu Muhamad Faozal.
Dengan langkah tersebut, Pemerintah Provinsi NTB optimistis ketersediaan bahan pokok akan tetap terjaga dan harga tetap terjangkau bagi masyarakat selama Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri.
Penulis : SUMBAWAPOST.com










