SUMBAWAPOST.com| Mataram- Kebutuhan darah di wilayah Nusa Tenggara Barat yang terus meningkat mendorong berbagai elemen masyarakat untuk bergerak. Salah satunya dilakukan DPC Partai Demokrat Kota Mataram yang kembali menginisiasi kegiatan donor darah, Sabtu, (17/1/2026).
Kegiatan ini digelar sebagai upaya menumbuhkan dan memperkuat solidaritas kemanusiaan, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat yang membutuhkan transfusi darah. Donor darah diikuti oleh kader Partai Demokrat serta masyarakat umum.
Bekerja sama dengan Unit Donor Darah (UDD) PMI Lombok Barat, kegiatan donor darah berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 12.00 Wita di Kantor DPC Partai Demokrat Kota Mataram, Jalan Arya Banjar Getas, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram.
Mengutip slogan yang kerap didengungkan dalam setiap aksi kemanusiaan, Sekretaris DPC Partai Demokrat Kota Mataram, M. Zakiy Mubarok, menegaskan pentingnya kepedulian sosial melalui donor darah.
“Setiap tetes darah yang kita sumbangkan, ada jiwa yang selamat,” ujar Zakiy.
Zakiy Mubarok mengungkapkan, kegiatan donor darah ini merupakan bagian dari rangkaian agenda DPC Partai Demokrat Kota Mataram, antara lain peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, menyambut bulan suci Ramadhan, serta rapat kerja cabang Partai Demokrat.
“Kegiatan donor darah yang dirangkai dengan sejumlah momentum itu, diharapkan dapat menghadirkan pribadi yang disiplin dan komitmen, yang memiliki kepedulian terhadap sesama dan lingkungannya,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Lombok Barat, Haris Karnaen, mengungkapkan bahwa kebutuhan darah untuk rumah sakit di Provinsi NTB, Lombok Barat, dan Kota Mataram mencapai 3.500 kantong setiap bulan. Namun, selama ini pihaknya baru mampu memenuhi sekitar setengah dari kebutuhan tersebut.
“Karena itu saat ini kita lebih mengedepankan jemput bola untuk mengurangi beban keluarga pasien saat membutuhkan darah,” kata Haris di lokasi donor darah DPC Partai Demokrat Kota Mataram.
Selain itu, UDD PMI Lombok Barat juga melakukan kerja sama dengan UDD dari luar daerah guna menutup kekurangan pasokan darah.
Haris menambahkan, jumlah usia produktif di Kabupaten Lombok Barat dan Kota Mataram mencapai sekitar 800 ribu jiwa. Jika 0,5 persen saja dari jumlah tersebut rutin mendonorkan darah setiap bulan, maka kebutuhan 3.500 kantong darah dapat terpenuhi.
Menurut Haris, donor darah kini telah menjadi gaya hidup, terutama di kota-kota besar. Selain bernilai kemanusiaan, donor darah juga berdampak positif bagi kesehatan.
“Dengan mendonorkan darahnya, risiko penyakit jantung dan stroke dapat dikurangi. Bahkan melalui penelitian terungkap, jarang ditemukan mereka yang rutin mendonorkan darahnya terkena penyakit anemia,” pungkasnya.
Penulis : SUMBAWAPOST.com










