Desa Berdaya Transformatif: Jurus Iqbal-Dinda Bangun Kemandirian NTB dari Akar Rumput

Avatar

- Jurnalis

Sabtu, 8 November 2025 - 00:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) di bawah kepemimpinan Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal dan Hj. Indah Dhamayanti Putri menjadikan Desa Berdaya sebagai salah satu jurus andalan dalam mewujudkan visi-misi NTB Makmur Mendunia dalam pembangunan. Melalui program unggulan Desa Berdaya Transformatif, pasangan Iqbal-Dinda mengusung terobosan strategis yang menitikberatkan pada pemberdayaan masyarakat Desa, penguatan ekonomi lokal, serta pengentasan kemiskinan ekstrem secara berkelanjutan membangun kemandirian Daerah dari akar rumput.

SUMBAWAPOST.com, Mataram-Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) meluncurkan langkah berani dan strategis melalui program Desa Berdaya Transformatif, sebagai terobosan membangun kemandirian Desa, menurunkan kemiskinan ekstrem, dan memperkuat potensi ekonomi lokal lewat kolaborasi lintas sektor.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi NTB (Diskominfotik), Yusron Hadi, menegaskan bahwa fokus pembangunan kini diarahkan dari Desa, karena Desa merupakan jantung kehidupan masyarakat dan sumber kekuatan ekonomi baru Daerah.

“Pertama, karena sebagian besar penduduk miskin berada di Desa. Kedua, Desa-desa di NTB sejatinya kaya sumber daya alam pangan, pertanian, perikanan. Ketiga, desa kita sekarang punya sumber daya manusia yang kreatif. Banyak anak muda inovatif tinggal di desa. Kalau potensi ini dikemas dengan baik bisa menjadi kekuatan baru NTB,” ujarnya dalam forum diskusi ‘Catatan Rakyat’ yang digelar YIM Creative Center di Bumi Resto, Mataram, Jumat (7/11/2025).

Baca Juga :  DPRD NTB Marga Harun Warning Pemkab Dompu: Jangan Hanya Sidak, Tindak Tegas Pelanggar

Program Desa Berdaya Transformatif juga disinergikan dengan pengembangan Desa wisata untuk memperkuat klaster destinasi nasional dan internasional, sekaligus mempercepat terwujudnya NTB yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Yusron menambahkan, desa tidak boleh lagi hanya dianggap sebagai objek pembangunan, tetapi harus menjadi simpul strategis yang menghubungkan kepentingan lintas sektor. Melalui pendekatan kawasan, program ini mendorong keterhubungan antar Desa dengan pusat-pusat ekonomi wilayah  mulai dari pertanian, industri, hingga ekonomi kreatif berbasis hilirisasi.

“Konsep ini penting untuk memahami rantai nilai. Siapa yang memproduksi, mengolah, dan memasarkan hasil. Semua dimulai dari Desa,” jelasnya.

Sementara itu, Dr. Firman, akademisi dari Universitas Mataram, memandang Desa Berdaya Transformatif sebagai model baru pembangunan berbasis data dan pendampingan intensif yang dirancang untuk membangun entitas lokal tangguh di tingkat akar rumput.

Baca Juga :  Hari Pramuka ke-64 di NTB, Gubernur Iqbal: Pramuka Bukan Cuma Seragam, Tapi Benteng Karakter Generasi Muda

“Desa Berdaya Transformatif fokus pada pemberdayaan keluarga miskin ekstrem dengan memahami aspek sosiologis, psikologis, dan demografis mereka. Pendampingan dilakukan secara intensif dan berbasis data yang terverifikasi,” jelasnya.

Program ini dijalankan dengan tahapan jelas, yakni mulai dari verifikasi dan validasi data, graduasi menuju kemandirian, hingga pengembangan penghidupan yang terhubung dengan potensi ekonomi desa. Tak hanya soal ekonomi, program ini juga menyentuh aspek sosial, perubahan perilaku, dan literasi keuangan agar keluarga miskin bertransformasi dari konsumsi menuju produksi.

“Pendampingan dilakukan selama dua tahun dengan target keluarga miskin ekstrem di desil satu. Kita ingin mereka tidak hanya keluar dari kemiskinan, tapi benar-benar mandiri,” tegasnya.

Dengan dukungan lintas sektor, peran Pemerintah Provinsi NTB sebagai dirigen pembangunan menjadi pengorkestra utama program Desa Berdaya Transformatif, yang menjembatani kerja sama antara pemerintah pusat, Provinsi, Kabupaten/Kota, mitra pembangunan, sektor swasta, dan masyarakat desa sebagai simpul utama transformasi menuju NTB Makmur Mendunia.

 

Berita Terkait

Rinjani 100 Siap Digelar, 2.275 Pelari dari 38 Negara Bakal Taklukkan Gunung Rinjani
Proyek Jalan Lenangguar-Lunyuk, Dewan NTB Fakhruddin Rob Warning Keras: Target 20 Mei, Molor Siap Dipidanakan
DPR RI Mori Hanafi Turun Gunung, Soroti Bendungan Pelaparado yang Kritis dan Butuh Rp90 Miliar untuk 3.895 Hektare
Wali Kota Bima ‘Ngantor’ ke Jakarta, Jemput Proyek PUPR: Kota BISA Siap Disulap Lebih Kece
Stok Beras Gudang Bulog NTB Tembus 130 Ribu Ton, Aman untuk Kebutuhan hingga 2 Tahun
Dilaporkan Soal Sebar Nomor Gubernur NTB, Rohyatil Buka Fakta di Polda: Itu Bukan Data Pribadi
Pimpinan dan Anggota DPRD NTB Menyampaikan Ucapan Selamat Hari Otonomi Daerah XXX Tahun 2026
Satpol PP NTB ‘Berubah Haluan’ di HUT ke-76, Dari Penertiban ke Bazar Pangan Murah
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 16:11 WIB

Rinjani 100 Siap Digelar, 2.275 Pelari dari 38 Negara Bakal Taklukkan Gunung Rinjani

Selasa, 28 April 2026 - 16:00 WIB

Proyek Jalan Lenangguar-Lunyuk, Dewan NTB Fakhruddin Rob Warning Keras: Target 20 Mei, Molor Siap Dipidanakan

Selasa, 28 April 2026 - 15:15 WIB

DPR RI Mori Hanafi Turun Gunung, Soroti Bendungan Pelaparado yang Kritis dan Butuh Rp90 Miliar untuk 3.895 Hektare

Selasa, 28 April 2026 - 12:42 WIB

Wali Kota Bima ‘Ngantor’ ke Jakarta, Jemput Proyek PUPR: Kota BISA Siap Disulap Lebih Kece

Selasa, 28 April 2026 - 12:24 WIB

Stok Beras Gudang Bulog NTB Tembus 130 Ribu Ton, Aman untuk Kebutuhan hingga 2 Tahun

Berita Terbaru