KPU NTB Mantapkan Komitmen Zona Integritas Menuju WBBM 2026, Janji Transparan dan Akuntabel

Avatar

- Jurnalis

Sabtu, 27 September 2025 - 18:48 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi NTB kian serius membangun lembaga yang bersih, transparan, dan akuntabel. Melalui kegiatan Kick Off Evaluasi Pembangunan Zona Integritas (ZI) Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) yang diikuti seluruh KPU Kabupaten/Kota se-NTB pada Selasa (23/9), KPU NTB menunjukkan komitmen penuh menyiapkan diri menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) tahun 2026.

Sekretaris KPU NTB, Mars Ansori Wijaya, menegaskan pembangunan ZI bukan sekadar jargon, melainkan langkah nyata reformasi birokrasi berkelanjutan.

“Sejak 29 Juni 2020, KPU NTB sudah mencanangkan pembangunan Zona Integritas dan terus memperkuat transformasi layanan publik baik secara luring maupun daring. Pada 2026, selain mengusulkan KPU Kabupaten/Kota untuk dinilai, kami juga berkomitmen mengikuti kompetisi WBBM,” tegasnya.

Baca Juga :  Gubernur NTB Tampil Beda, Hari Pertama Ngantor Langsung Evaluasi Pejabat dan Pastikan Kebijakan Anti Asal-asalan

Mars mengurai, pembangunan ZI harus berjalan konsisten lewat enam area kunci: manajemen perubahan, tata laksana, sistem manajemen SDM, akuntabilitas, pengawasan, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.

Ia juga memberikan resep sukses bagi KPU Kabupaten/Kota dalam membangun ZI:

  1. Bentuk tim ZI lewat pleno resmi.
  2. Evaluasi SOP lama-cek mana yang masih layak, mana yang perlu ditambah atau dikurangi, lalu internalisasi ke seluruh jajaran.
  3. Komitmen total-bukan hanya dipikul satu bagian, tapi jadi tanggung jawab bersama.
  4. Pimpinan jadi role model-tidak cukup memberi perintah, tetapi harus mengawal hingga tuntas.
  5. Ciptakan terobosan dan inovasi agar layanan publik makin cepat dan berkualitas.
  6. Ubah budaya kerja-meski awalnya administratif, pada akhirnya program ini akan menciptakan birokrasi yang prima dan melayani.
Baca Juga :  Rinjani 100 Siap Digelar, 2.275 Pelari dari 38 Negara Bakal Taklukkan Gunung Rinjani

“Harus ada pembagian tugas yang jelas. Pimpinan tidak boleh hanya memberi perintah lalu melepas, tapi harus mengawal hingga akhir, bahkan jadi teladan bagi jajaran,” ungkap Mars.

Di ujung paparannya, Mars menegaskan bahwa pembangunan ZI adalah investasi budaya kerja jangka panjang. “Karenanya, doronglah perubahan itu agar disetujui jajaran dengan penerapan role model dan komitmen,” pungkasnya.

Berita Terkait

Pilkades Lombok Tengah 2026: 334 Calon Adu Pengaruh di 87 Desa, Ribuan Personel Turun Tangan
Optimalisasi Potensi Lokal Jadi Strategi KoPITol NTB Perkuat Ekonomi Masyarakat
NTB Genjot Penyelamatan Hutan, Proyek FOLU GCF Resmi Dimulai, Ini Mitranya
Tragedi Udayana: Pelajar 14 Tahun Tewas Dibacok, 13 Terduga Pelaku Diamankan, 10 Masih Anak-anak
Yanuar Fikri Tiba di NTB, Disnakertrans Jemput Langsung di Bandara, Tak Sekadar Urus Pemulangan
Kongres Internasional Bahasa Sasak Dorong Reformasi, dari Bahasa Sehari-hari Menuju Bahasa Ilmu
Wagub NTB Buka Kongres Internasional I Bahasa Sasak di Momentum Sumpah Pemuda
Sumpah Pemuda ke-98, 15 Pemuda Pelopor NTB Raih Penghargaan, Ini 5 Nama ke Seleksi Nasional
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:23 WIB

Pilkades Lombok Tengah 2026: 334 Calon Adu Pengaruh di 87 Desa, Ribuan Personel Turun Tangan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 12:36 WIB

Optimalisasi Potensi Lokal Jadi Strategi KoPITol NTB Perkuat Ekonomi Masyarakat

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:36 WIB

NTB Genjot Penyelamatan Hutan, Proyek FOLU GCF Resmi Dimulai, Ini Mitranya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Tragedi Udayana: Pelajar 14 Tahun Tewas Dibacok, 13 Terduga Pelaku Diamankan, 10 Masih Anak-anak

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:15 WIB

Yanuar Fikri Tiba di NTB, Disnakertrans Jemput Langsung di Bandara, Tak Sekadar Urus Pemulangan

Berita Terbaru