DPRD Semprot PJ Sekda NTB: Kinerja Amburadul, Koordinasi Lemah, Publik Wajar Minta Diganti

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 26 September 2025 - 15:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

oplus_2

oplus_2

DPRD NTB menyoroti kinerja Penjabat (PJ) Sekda Provinsi NTB yang dinilai tidak efektif dan koordinasinya lemah, sehingga berdampak pada pelaksanaan program pemerintahan. Kondisi ini memunculkan kritik publik yang menilai pergantian Pj Sekda menjadi langkah strategis untuk memperbaiki tata kelola birokrasi dan meningkatkan akuntabilitas pemerintah daerah.

SUMBAWAPOST.com, Mataram- Anggota DPRD NTB, Muhamad Aminurlah dari Dapil NTB VI (Bima, Kota Bima, dan Dompu) yang juga Duta Partai PAN, melontarkan kritik tajam terhadap kinerja Penjabat (PJ) Sekda NTB, Lalu Faozal. Ia menilai lemahnya koordinasi dan komunikasi Sekda dengan DPRD membuat publik semakin ragu terhadap kredibilitas pengelolaan anggaran daerah.

Baca Juga :  Wamen PKP Fahri Hamzah Tunjuk NTB Jadi Pilot Project Program Bangun Rumah Bagi Rakyat

“Kalau publik menilai kinerja Sekda ini ndak beres, ya memang harus dievaluasi. Bahkan kalau perlu, diganti,” tegas Muhamad Aminurlah atau akrab disapa Aji Maman usai mengikuti Rapat Paripurna DPRD NTB di Ruang Rinjani, Kantor Gubernur NTB, Jumat (26/9).

Menurutnya, persoalan koordinasi dan komunikasi yang lemah membuat tahapan serta jadwal pembahasan APBD menjadi amburadul. Transparansi anggaran pun dinilai minim, sehingga DPRD kesulitan mengawasi jalannya pengelolaan keuangan daerah.

Baca Juga :  Jembatan Doro O’o Ambruk, Gubernur NTB ‘Balas’ dengan Jembatan Baru Rp6,1 Miliar

“Setiap tahapan dan jadwal itu kita harus taat. Yang kedua, harus ada transparansi dan kredibilitas setiap anggaran supaya kita tahu sebagai wakil masyarakat. Publik jangan sampai berkesan Sekda tidak paham penganggaran, apalagi komunikasi internal dengan dewan juga lemah. Ini yang bikin kacau,” sindirnya.

Aji Maman menegaskan, masukan publik yang menginginkan Sekda dievaluasi dan bahkan diganti, bukanlah isapan jempol. Menurutnya, kritik tajam yang muncul belakangan ini adalah cerminan dari buruknya pola komunikasi antara Sekda dan DPRD dalam menjalankan fungsi pemerintahan.

 

Berita Terkait

HMI Sorot Jalan Bima-Dompu, Anggota Komisi IV DPRD NTB Dae Leo Angkat Bicara
Tiga Desa Pasang ‘Benteng Adat’ di Hutan Sesaot, Gubernur Miq Iqbal Perkuat Zona Merah
Warga Jadi ‘Pasukan Infanteri’ Jaga Hutan Sesaot, Gubernur NTB Iqbal: Zona Merah Tak Boleh Disentuh
Hanura NTB Dipacu Menatap 2029, Rio Capella: Musuh Paling Besar Partai Itu Kemalasan
Hanura NTB Bidik Kursi DPRD di 3 Daerah Ini pada Pemilu 2029, Ternyata Ini Alasannya
Hanura NTB Siap ‘Pasang Papan Nama’ di Tiap Desa
Pengurus Kecamatan Hanura NTB 100 Persen Terbentuk, Struktur Desa Mulai Dikebut
TKD Berkurang, Ketua DPRD NTB Dorong Optimalisasi Aset Daerah untuk Dongkrak PAD
Berita ini 142 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 09:45 WIB

HMI Sorot Jalan Bima-Dompu, Anggota Komisi IV DPRD NTB Dae Leo Angkat Bicara

Rabu, 2 September 2026 - 07:16 WIB

Tiga Desa Pasang ‘Benteng Adat’ di Hutan Sesaot, Gubernur Miq Iqbal Perkuat Zona Merah

Rabu, 2 September 2026 - 05:33 WIB

Warga Jadi ‘Pasukan Infanteri’ Jaga Hutan Sesaot, Gubernur NTB Iqbal: Zona Merah Tak Boleh Disentuh

Selasa, 1 September 2026 - 23:51 WIB

Hanura NTB Dipacu Menatap 2029, Rio Capella: Musuh Paling Besar Partai Itu Kemalasan

Selasa, 1 September 2026 - 22:54 WIB

Hanura NTB Bidik Kursi DPRD di 3 Daerah Ini pada Pemilu 2029, Ternyata Ini Alasannya

Berita Terbaru