SUMBAWAPOST.com, Bima- Gubernur Nusa Tenggara Barat bersama Kepala Dinas PUPR NTB meninjau kondisi Jembatan Doro O’o di Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima, yang mengalami kerusakan akibat banjir dan sedimentasi.
Bagi masyarakat setempat, jembatan ini bukan sekadar penghubung antarwilayah, tetapi juga jalur utama untuk mengangkut hasil pertanian dan tambak. Tak heran, rencana perbaikannya menjadi kabar yang sangat dinanti.
Melalui APBD NTB Tahun Anggaran 2025, Pemprov NTB memastikan pembangunan jembatan baru dengan nilai kontrak Rp6,1 miliar. Proses konstruksi dijadwalkan dimulai pada September 2025 dan ditargetkan rampung Desember 2025.
Dalam kunjungan itu, gubernur juga berdialog dengan kepala desa dan camat setempat. Ia mengajak warga untuk menjaga lingkungan, termasuk melakukan reboisasi di bukit dan kawasan hutan sekitar agar bencana serupa tidak kembali terjadi.
“Jembatan ini penting untuk kelancaran hidup masyarakat. Tapi menjaga alam di sekitar juga sama pentingnya, supaya pembangunan bisa bertahan lama,” ujar gubernur.
Pemerintah berharap, dengan hadirnya jembatan baru serta dukungan warga dalam menjaga lingkungan, akses logistik masyarakat tetap lancar dan infrastruktur yang dibangun mampu lebih tahan terhadap ancaman bencana di masa depan.










