NTB Rusuh Lagi! Seruan Damai Gubernur Iqbal Gagal Redam Konflik IPR, LSM dan OKP Bergerak Lawan Premanisme

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 4 September 2025 - 13:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram- Puluhan lembaga yang tergabung dalam Koalisi Rakyat NTB menggelar konsolidasi di Meino Warking, Gomong, Rabu (3/9/2025) pukul 16.00 WITA. Pertemuan ini dihadiri berbagai organisasi, mulai dari LSM, OKP, hingga elemen mahasiswa, menyikapi aksi damai mereka yang sebelumnya ricuh setelah sekelompok preman berseragam hitam membawa satu mobil penuh balok kayu di depan Kantor Gubernur NTB. Insiden itu terjadi bertepatan dengan Rapat Paripurna DPRD NTB di Ruang Rinjani.

Tokoh masyarakat Lombok Barat, H. M. Izzul Islam, membuka konsolidasi dengan pandangan kebangsaan, menyoroti maraknya praktik korupsi di NTB, serta menekankan pentingnya solidaritas antar lembaga, aktivis, dan elemen kemanusiaan.

Sementara itu, Kasta NTB Lalu Wink Haris  menegaskan, Konsolidasi ini untuk memperkuat komitmen kita mengawal demokrasi di NTB.

“Jika aksi damai saja bisa digeruduk preman, yakinlah demokrasi di daerah ini terancam hilang dan hukum rimba akan berlaku,”ujarnya.

Ia mengimbau seluruh lembaga LSM, OKP, dan kemahasiswaan untuk bersatu melawan aksi premanisme yang mengganggu aspirasi publik.

Koalisi Rakyat kemudian menyepakati tiga butir keputusan penting:

1. Mengecam keras tindakan premanisme saat aksi Koalisi Rakyat, Rabu (3/9/2025) di kantor Gubernur NTB.

Baca Juga :  Bubur Pemilu Sudah Habis, Gubernur Iqbal dan PKS Kini Masak Nasi Pembangunan NTB

2. Membentuk wadah bersama sebagai media silaturahmi antar LSM, OKP, dan mahasiswa, yang dinamai Koalisi Rakyat NTB BERSATU.

3. Menggelar aksi damai lanjutan sebagai bentuk koreksi terhadap kebijakan Gubernur NTB.

Menanggapi aksi tersebut, Gubernur NTB, Dr. Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan bahwa pemerintah mendorong penambangan rakyat yang legal dan berbadan koperasi agar prosesnya bisa dikontrol dan diawasi.

“Mana lebih baik, terkontrol atau tidak terkontrol? Sejelek-jeleknya yang legal, pasti lebih baik daripada yang ilegal. Karena yang legal bisa kita kontrol, bisa kita awasi, dan dampaknya bisa lebih kita kelola,” ujar Iqbal.

Ia menambahkan, pembuatan pilot project dilakukan untuk memetakan potensi masalah, termasuk risiko lingkungan, hingga memastikan adanya rencana reklamasi pascatambang agar tidak menimbulkan persoalan jangka panjang.

“Justru itu kenapa kita bikin pilot project, supaya kita bisa tahu lubang-lubang masalahnya. Yang paling penting itu rencana pascatambang. Jangan sampai tambang ini selesai, tapi meninggalkan residu masalah bagi masyarakat dan lingkungan,” jelas Iqbal.

Menanggapi peringatan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait beberapa lokasi tambang di NTB, Gubernur Iqbal menilai hal itu wajar dan menjadi bagian dari pengawasan bersama.

Baca Juga :  KPU NTB Luncurkan Pelopor Desa Demokrasi Saat Kegiatan Jalan Sehat Pilkada Sumbawa Barat

“Iya, wajar kalau ada warning. Artinya kita harus hati-hati melaksanakannya. Tapi ini sudah ada keputusan dari Kementerian ESDM. Jadi tinggal kita follow up saja, karena pendelegasiannya ada di kementerian,” tegasnya.

Terkait aspek pembiayaan untuk reklamasi dan pengelolaan pascatambang, Iqbal menyebut regulasi perlu diperkuat melalui Peraturan Daerah (Perda) agar ada dasar hukum yang jelas dan perlindungan bagi masyarakat sekitar tambang.

Sebelumnya, aksi demo Koalisi Rakyat dan KNPI NTB berlangsung ricuh setelah sekelompok massa tak dikenal, diduga dari Laskar NTB, mendatangi lokasi membawa balok dan mencoba membubarkan aksi. Peristiwa itu terjadi saat Rapat Paripurna DPRD NTB tengah berlangsung di Ruang Rinjani, Kantor Gubernur.

Meski begitu, Gubernur Iqbal berharap semua pihak bisa duduk bersama dan melihat penyelesaian persoalan tambang dari sisi keberlanjutan lingkungan, kesejahteraan masyarakat, dan kepastian hukum.

“Kuncinya satu, yang legal itu pasti lebih baik daripada yang ilegal. Dengan legal, kita bisa awasi, kita bisa pastikan manfaatnya kembali ke masyarakat,” pungkasnya.

Berita Terkait

Bima-Dompu Bukan Anak Tiri, HMI Sentil Pemprov NTB, 574 Hari Pascabanjir Jalan Rusak Diabaikan
Menuju PON 2028, Wagub Umi Dinda Dorong PERBASASI NTB Cetak Talenta Muda
Dae Yandi Resmi Pimpin Perbasasi NTB, Bawa Misi Besar Menuju PON 2028
KONI Pusat Ambil Alih KONI NTB, Pemilihan Diulang dari Nol dan Tak Ada Uang Pendaftaran
Mori Hanafi Tinggalkan Legasi Besar, NTB Berhasil Jadi Tuan Rumah PON 2028
KONI Pusat Sebut NTB Gudangnya Atlet, PON 2028 Jadi Momentum Pembuktian
KONI NTB Jangan Terjebak Konflik, Mori Hanafi: PON 2028 Sudah di Depan Mata
Wagub Umi Dinda Buka Musorprov XIII KONI NTB, PON 2028 Jadi Tantangan Besar
Berita ini 335 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:02 WIB

Bima-Dompu Bukan Anak Tiri, HMI Sentil Pemprov NTB, 574 Hari Pascabanjir Jalan Rusak Diabaikan

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:22 WIB

Menuju PON 2028, Wagub Umi Dinda Dorong PERBASASI NTB Cetak Talenta Muda

Senin, 31 Agustus 2026 - 06:08 WIB

Dae Yandi Resmi Pimpin Perbasasi NTB, Bawa Misi Besar Menuju PON 2028

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:45 WIB

KONI Pusat Ambil Alih KONI NTB, Pemilihan Diulang dari Nol dan Tak Ada Uang Pendaftaran

Minggu, 30 Agustus 2026 - 19:59 WIB

Mori Hanafi Tinggalkan Legasi Besar, NTB Berhasil Jadi Tuan Rumah PON 2028

Berita Terbaru