Kebanjiran Info, Pikiran Jadi Ruwet! Gubernur Iqbal Ingatkan Warga NTB: Jaga Mental, Jangan Sampai Error

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 28 Agustus 2025 - 08:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram – Perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi ternyata menyisakan masalah serius. Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan bahwa gangguan kejiwaan kini menjadi tantangan besar di era digital yang penuh banjir informasi.

Hal itu disampaikan Miq Iqbal saat membuka Pertemuan Ilmiah Regional Perhimpunan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Indonesia (PDSKJI) wilayah Bali-Denpasar-NTB, bekerja sama dengan Seksi Psikiatri dan Budaya, di Mataram, Kamis (28/8). Kegiatan ini dirangkaikan dengan simposium bertema ‘Implikasi Budaya terhadap Kehidupan dan Kesehatan Mental Lansia di Era Globalisasi’.

“Kita semua sedang diuji. Perubahan budaya berjalan begitu cepat. Media sosial membuat kita lebih paham apa yang terjadi di Jakarta daripada dengan tetangga sendiri,” sindirnya, disambut tawa peserta.

Baca Juga :  Sumbawa Barat Pecah Rekor! Posyandu Muhajirin Sabet Juara I NTB 2025, Kinerja Diakui Provinsi

Menurut Miq Iqbal, fenomena over information atau ledakan informasi membuat masyarakat rentan stres dan mudah terguncang secara psikologis. Ironisnya, ia menyebut 80 persen informasi yang kita terima setiap hari tidak relevan dengan kehidupan kita.

“Sayangnya, semua itu kita telan mentah-mentah. Mau tidak mau, kita harus punya kemampuan mengelola psikologi agar tidak mudah goyah,” tegasnya.

Di sisi lain, Gubernur Iqbal menyoroti fenomena kecerdasan buatan dan otomatisasi yang mulai menggantikan banyak pekerjaan manusia. Namun, ia menegaskan satu profesi yang tak akan lekang oleh zaman yakni psikolog dan tenaga kesehatan jiwa.

Baca Juga :  Rapat Bareng Mendagri, Miq Iqbal Pasang Jurus ‘Es Teh Manis’: NTB Adem, Demo Padam, Siaga Tetap On

“Teknologi bisa mengambil alih banyak pekerjaan, tapi tidak bisa menggantikan sentuhan kemanusiaan. Psikolog akan selalu dibutuhkan,” katanya.

Miq Iqbal juga mengapresiasi penyelenggaraan simposium tersebut. Menurutnya, jika kesehatan mental dijadikan prioritas, maka sebagian besar masalah kesehatan masyarakat akan dapat diatasi sejak dini.

“Mengurus jiwa sama pentingnya dengan mengurus raga. Kalau mental sehat, hidup pun lebih mudah dijalani,” pungkasnya.

 

Berita Terkait

NTB Darurat Kekerasan Seksual, Ketua DPRD Isvie Sorot Absennya Kepala Kemenag dan Minimnya Data Kasus
NTB Darurat Kekerasan Seksual, Ketua DPRD Isvie Dorong Lombok Tak Hanya Jadi Pulau Seribu Masjid, Tapi Juga Pulau Seribu Perlindungan Perempuan dan Anak
Ketua DPRD Isvie Nyatakan Darurat Kekerasan Seksual di NTB, Ancam Dorong Penutupan Ponpes dan Lembaga Pendidikan Bermasalah
NTB Jadi Tuan Rumah Ajang Internasional IYTA 2026, Wagub Umi Dinda Dorong Anak Muda Tembus Panggung Dunia
Wagub NTB Dukung Duta Pendidikan Indonesia 2026, Generasi Muda Diminta Jadi Agen Perubahan Pendidikan
Kabar Baik untuk Sumbawa, Proyek SPAM Hadirkan 1.516 Sambungan Rumah Baru, 6.064 Warga Jadi Penerima Manfaat
Kebakaran Landa Savana Propok Rinjani, 98 Hektare Lahan Hangus dalam Hitungan Jam
Perkuat Literasi Hukum dan HAM, Kemenkum NTB Gandeng Badko HMI Bali Nusra Bangun Kolaborasi Strategis
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:31 WIB

NTB Darurat Kekerasan Seksual, Ketua DPRD Isvie Sorot Absennya Kepala Kemenag dan Minimnya Data Kasus

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:29 WIB

NTB Darurat Kekerasan Seksual, Ketua DPRD Isvie Dorong Lombok Tak Hanya Jadi Pulau Seribu Masjid, Tapi Juga Pulau Seribu Perlindungan Perempuan dan Anak

Kamis, 4 Juni 2026 - 17:18 WIB

Ketua DPRD Isvie Nyatakan Darurat Kekerasan Seksual di NTB, Ancam Dorong Penutupan Ponpes dan Lembaga Pendidikan Bermasalah

Kamis, 4 Juni 2026 - 03:55 WIB

NTB Jadi Tuan Rumah Ajang Internasional IYTA 2026, Wagub Umi Dinda Dorong Anak Muda Tembus Panggung Dunia

Rabu, 3 Juni 2026 - 19:23 WIB

Wagub NTB Dukung Duta Pendidikan Indonesia 2026, Generasi Muda Diminta Jadi Agen Perubahan Pendidikan

Berita Terbaru