Booking Satu Studio XXI, UNU NTB Nobar Lyora-Baper Kolektif Jadi Efek Samping

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 13 Agustus 2025 - 14:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram – Suasana berbeda terasa di XXI Lombok Epicentrum Mall, Rabu (13/8) sore. Deretan kursi bioskop yang biasanya diisi penonton acak kali ini penuh oleh wajah-wajah yang akrab satu sama lain. Mereka adalah civitas akademika Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat (UNU NTB) beserta perwakilan lintas organisasi perempuan di lingkup NU, mulai dari Fatayat NU, Muslimat NU, Kopri PMII, hingga IPPNU se-NTB.

Mereka hadir bukan sekadar untuk menonton, tapi untuk berbagi momen dalam nonton bareng (nobar) film Lyora yakni Penantian Buah Hati, kisah nyata perjuangan Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, bersama sang suami, Noer Fajrieansyah, menanti kehadiran anak.

Meski sedang berada di Rusia untuk tugas negara, Rektor UNU NTB, Dr. Baiq Mulianah, M.Pd.I, memastikan kegiatan ini tetap berjalan. Dukungan penuh ia berikan sebagai bentuk apresiasi dan penguatan ikatan kekeluargaan antara kampus dan masyarakat.

Baca Juga :  Teror di Laut Lombok! Kapal Nelayan Hangus Terbakar, Ikan 1,5 ton Jadi Abu

“Kampus mana lagi coba yang bisa booking satu studio penuh buat kita?,” canda salah satu panitia, memicu tawa para penonton sebelum lampu padam.

Film Lyora menghadirkan potret yang tulus tentang kesabaran, kekuatan doa, dan makna keluarga. Pesannya melampaui sekadar cerita personal; ia berbicara pada siapa pun yang pernah berjuang dengan cara apa pun demi sesuatu yang mereka cintai.

Rohani Inta Dewi dari PW Fatayat NU NTB mengaku terenyuh. “Punya banyak privilege bukan berarti bebas dari ujian. Film ini seperti berbicara langsung pada kita semua,” ujarnya.

Hal serupa dirasakan Husna Fatayati, penanggung jawab acara. Ia mengingat kembali masa penantian menjadi seorang ibu.

“Untuk pejuang garis dua, jangan takut nonton film ini. Ada naik-turunnya perjuangan, tapi setelah menontonnya, hati terasa lebih kuat. Pesannya jelas yaitu selalu ada harapan,” tuturnya.

Sementara itu, Nurhalifah, Ketua PKC KOPRI NTB, menilai film ini relevan bukan hanya bagi yang sudah menikah.

Baca Juga :  Gebyar Pajak NTB: Taat Dikasih Diskon, Nunggak Dimaafkan, Yang Gak Punya Motor? Dengar Kata Dewan Rizal

“Buat kami yang belum menikah, ini jadi gambaran nyata kehidupan. Perempuan tidak akan dianggap gagal ketika bersama laki-laki yang tepat,” katanya mantap.

Tak hanya menyentuh hati, nobar ini juga menjadi ajang promosi kampus. Dengan tagline ‘Kampus Peradaban Bangsa’, UNU NTB memamerkan 11 program studi unggulan yang seluruhnya telah berakreditasi ‘Baik Sekali’ di lima fakultas:

– Fakultas Hukum: S1 Hukum Bisnis

– Fakultas Kesehatan: S1 Farmasi, S1 Ilmu Gizi, D3 Rekam Medik dan Informasi Kesehatan (RMIK)

– Fakultas Pendidikan: S1 PGSD, S1 Penjaskesrek, S1 Pendidikan Sendratasik, S1 Pendidikan Sosiologi

– Fakultas Teknik: S1 Teknik Lingkungan, S1 Sistem Informasi

– Fakultas Ekonomi: S1 Ekonomi Islam

Dengan sistem one day service pendaftaran setiap hari kerja, UNU NTB mengajak masyarakat untuk bergabung menjadi bagian dari generasi emas masa depan.

Berita Terkait

APBD-P NTB 2026 Disetujui: Belanja Rp6,05 Triliun, Defisit Rp369 Miliar, SiLPA Rp431 Miliar
Daftar Kabupaten-Kota Berprestasi di NTB Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp17 Miliar
Kota Bima dan Mataram Borong Penghargaan Kemendagri, Insentif Capai Rp10,5 Miliar
Lombok Timur Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp1 Miliar
Sumbawa Barat Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Dapat Insentif Rp2,5 Miliar
Lombok Utara Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp3 Miliar
APBD-P NTB 2026 Disepakati, Puluhan Ribu KK hingga Air Bersih dan MotoGP Mandalika Jadi Fokus
Kota Bima Borong 2 Penghargaan Terbaik I, Dapat Insentif Rp4 Miliar dari Kemendagri
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 09:37 WIB

APBD-P NTB 2026 Disetujui: Belanja Rp6,05 Triliun, Defisit Rp369 Miliar, SiLPA Rp431 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:57 WIB

Daftar Kabupaten-Kota Berprestasi di NTB Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp17 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:36 WIB

Kota Bima dan Mataram Borong Penghargaan Kemendagri, Insentif Capai Rp10,5 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:16 WIB

Lombok Timur Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp1 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:07 WIB

Sumbawa Barat Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Dapat Insentif Rp2,5 Miliar

Berita Terbaru